Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok – Api Muncul dari Satu Titik dan Penyebabnya Masih Misterius

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 3 mins baca

Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok: Api Muncul dari Satu Titik dan Penyebabnya Misterius Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok - Kronologi

Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok – Api Muncul dari Satu Titik dan Penyebabnya Masih Misterius

Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok: Api Muncul dari Satu Titik dan Penyebabnya Misterius

Kronologi Kebakaran Besar TPA Cipayung Depok – Kronologi kebakaran besar yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, pada Rabu malam, 16 Juli 2026, menarik perhatian publik. Api yang membara muncul dari satu titik dan secara cepat merambat ke seluruh area TPA, mengakibatkan kerusakan yang signifikan. Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari tim pemadam kebakaran dan warga sekitar yang berupaya untuk mengendalikan kobaran api sebelum merusak lingkungan lebih luas.

Kronologi Kebakaran TPA Cipayung: Mulai dari Titik Api yang Tidak Terduga

Kebakaran besar di TPA Cipayung dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, ketika api muncul secara tiba-tiba dari satu titik di bagian timbunan sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kita belum bisa memastikan akar masalahnya, tapi api muncul dari satu titik dan langsung menyebar,” jelas Reni dalam siaran pers.

“Kebakaran terjadi di bagian bawah tumpukan sampah, mungkin karena kelembapan atau faktor alami seperti percikan api dari alat pengering,” kata Reni.

Berdasarkan laporan, api yang muncul awalnya kecil, tetapi segera membesar karena bahan bakar yang mudah terbakar. Area TPA Cipayung sendiri merupakan salah satu dari tiga TPA yang beroperasi di Kota Depok, dan memiliki luas kurang lebih 100 hektar. Karena itu, kebakaran yang melibatkan sampah yang akumulasi selama bertahun-tahun bisa terjadi dengan cepat.

Langkah Penanganan dan Dampak Kebakaran

Tim pemadam kebakaran langsung tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah kejadian. Mereka melakukan langkah pelokalisasi api untuk mencegah penyebaran ke wilayah sekitar, seperti area perumahan dan lahan pertanian. Selama penanganan, api dianggap telah berhasil dikendalikan, meski masih ada area yang terbakar dan membutuhkan pengawasan ekstra.

“Kita sangat berharap api bisa segera dipadamkan, karena TPA Cipayung adalah area yang rentan terhadap risiko kebakaran. Kita sedang mengumpulkan data untuk memahami secara lebih mendalam,” ujar Reni.

Kebakaran ini juga mengakibatkan gangguan pada operasional TPA Cipayung. Sejumlah area dipasang garis polisi untuk mencegah warga masuk ke lokasi yang masih berpotensi membahayakan. Selain itu, dampak lingkungan seperti asap dan konsentrasi partikel halus (PM2.5) tercatat di sekitar kawasan, memengaruhi kualitas udara dan kesehatan warga.

Dinas DLHK Kota Depok memastikan bahwa kejadian ini tidak terkait dengan kesalahan manusia, meskipun investigasi masih berlangsung. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa api muncul tanpa ada tanda-tanda kebakaran sebelumnya, menambah misteri tentang penyebabnya. “Kita sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk faktor alami dan kejadian spontan,” kata Reni.

Dalam rangka mempercepat proses penyelidikan, pihak DLHK akan bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya, termasuk kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kebakaran TPA Cipayung juga menjadi peringatan untuk meningkatkan keamanan dan pemeriksaan rutin di area penimbunan sampah. “Kronologi kebakaran ini menjadi bahan evaluasi kita untuk menghindari kejadian serupa di masa depan,” tambah Reni.

Pendataan kerusakan dan estimasi biaya pemulihan sedang diupayakan oleh tim teknis. Diperkirakan, kebakaran ini menghancurkan sekitar 500 ton sampah dan mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Meski penyebabnya belum jelas, kejadian ini menyoroti pentingnya perencanaan dan pengawasan yang lebih ketat di fasilitas TPA. “Kita berharap masyarakat tetap waspada dan melaporkan setiap indikasi kebakaran,” pungkas Reni.

Ikut berdiskusi