Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Gerindra Ungkap Makna Prabowo Sebut PDIP Sehati dengan Pemerintah

Nancy Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Partai Gerindra melalui Juru Bicara resminya, Bahtra Banong, telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai pernyataan Presiden Prabowo

Gerindra Ungkap Makna Prabowo Sebut PDIP Sehati dengan Pemerintah

Gerindra Ungkap Makna Prabowo Sebut PDIP Sehati dengan Pemerintah: Sebuah Tinjauan Mendalam

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Partai Gerindra melalui Juru Bicara resminya, Bahtra Banong, telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa PDI Perjuangan memiliki kesamaan hati dengan pemerintah saat ini. Klarifikasi ini menjadi penting mengingat dinamika politik yang terus berkembang di Indonesia, terutama terkait hubungan antarpartai dalam konteks pemerintahan koalisi. Menurut Bahtra, pernyataan Presiden tersebut mencerminkan keyakinan mendalam bahwa semua partai politik, baik yang menjadi bagian dari koalisi maupun yang berada di luar pemerintahan, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama untuk memajukan bangsa Indonesia.

Kesamaan Visi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Bahtra Banong menjelaskan lebih lanjut bahwa konsep “sehati” yang dimaksud oleh Presiden Prabowo tidak hanya bersifat simbolis, melainkan memiliki substansi yang kuat dalam hal tujuan bersama. Ia menyampaikan bahwa Presiden meyakini bahwa partai yang berkoalisi maupun partai di luar pemerintahan, termasuk PDIP, memiliki visi yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemerintah yang telah dirancang. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi politik tidak serta merta berarti perbedaan tujuan akhir dalam membangun negara.

“Pak Prabowo menyampaikan hal tersebut karena beliau meyakini bahwa tentu partai yang berkoalisi dengan pemerintah ataupun partai yang berada di luar pemerintah termasuk PDIP, tujuannya sama yaitu bagaimana membangun bangsa ini agar kesejahteraan bagi masyarakat bisa terwujud. Dan program-program yang telah dirancang oleh pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo bisa dirasakan kemanfaatannya bagi seluruh masyarakat kita tanpa terkecuali,” kata Bahtra kepada wartawan, Minggu 26 Juli 2026.

Hubungan dengan Warisan Pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta

Penjelasan dari Gerindra ini juga mengaitkan pandangan Presiden Prabowo dengan pemikiran para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno dan Bung Hatta yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintahan saat ini sedang menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada kemandirian bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Konsep “sehati” ini kemudian dikaitkan dengan semangat persatuan yang telah dirumuskan oleh para founding fathers Indonesia sejak awal kemerdekaan.

“Terlebih lagi Pak Prabowo mengambil contoh apa yang telah dirumuskan Bung Karno dan Bung Hatta yang termaktum dalam UUD 1945. Terutama terkait soal kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat dan itu juga yang sedang diperjuangkan dan dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Di mana program-program tersebut telah dijalankan di masa saat ini,” sambungnya.

Kesamaan Cita-Cita, Bukan Kesamaan Posisi Politik

Pernyataan bahwa PDIP sehati dengan pemerintah tidak dimaknai sebagai kesamaan posisi politik, melainkan kesamaan cita-cita dalam membangun Indonesia. Bahtra menilai bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menghalangi seluruh elemen bangsa untuk mengutamakan kepentingan nasional. Dalam konteks demokrasi Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dan posisi politik adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan untuk kemajuan bangsa.

“Ketika beliau menyampaikan bahwa PDI Perjuangan sejatinya sehati dengan pemerintah, yang dimaksud adalah adanya kesamaan cita-cita dalam menjaga keutuhan NKRI, memperkokoh kedaulatan bangsa dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bahtra.

“Perbedaan pilihan politik adalah bagian dari demokrasi, tetapi komitmen terhadap kepentingan nasional harus tetap menjadi titik temu semua anak bangsa,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah berbicara mengenai dinamika koalisi politik pada masa pemerintahannya, termasuk menyinggung hubungan dengan PDI Perjuangan. Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya membangun konsensus politik yang lebih luas di tengah keberagaman pandangan di Indonesia.

Ikut berdiskusi