Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kepala Desa Ungkap Sosok Asli Pria yang Tewas Dikeroyok karena Diduga Mencuri Ayam

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

```html Kepala Desa Ungkap Sosok Asli Pria Tewas Dikeroyok

Kepala Desa Ungkap Sosok Asli Pria yang Tewas Dikeroyok karena Diduga Mencuri Ayam

Faktanaya.com – “`html Kepala Desa Ungkap Sosok Asli Pria Tewas Dikeroyok

Kepala Desa Ungkap Sosok Asli Pria Tewas Dikeroyok Warga

Kasus tragis seorang pria yang kehilangan nyawa akibat tindakan main hakim sendiri oleh warga setempat kembali menjadi perbincangan hangat. Pria yang dikenal dengan inisial KD ini meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Kejadian ini terjadi pada dini hari dan telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat sekitar. Melalui program Apa Kabar Indonesia, Kepala Desa Sidatapa, Made Sutama, memberikan penjelasan mendalam mengenai sosok korban yang selama ini kurang diketahui oleh publik.

Made Sutama menjelaskan bahwa KD merupakan warga Desa Sidatapa yang cukup dikenal di kampung halamannya. Menurut keterangan yang disampaikan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, pria tersebut dikenal sebagai pribadi yang tenang dan jarang menimbulkan masalah. Namun, ketika berada di luar kampung halamannya, KD bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keterangan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai latar belakang korban sebelum peristiwa tragis terjadi.

“Sosok orangnya kalau di desa baik-baik saja sedangkan di sini pekerjaannya buruh serabutan. Orangnya biasa-biasa saja di desa,” ujar Made Sutama dalam keterangannya.

Profil Ekonomi dan Dugaan Pencurian Ayam

Terkait tuduhan pencurian ayam yang menjadi pemicu peristiwa mengerikan tersebut, kepala desa menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki kepastian. Made Sutama mengakui bahwa ia tidak mengetahui secara pasti apakah korban memang melakukan pencurian atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa dugaan pencurian masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat dikonfirmasi sepenuhnya.

“Kalau masalah pencurian kami tidak tau, yang bersangkutan kami tidak tau dia melakukan pencurian itu,” tambahnya.

Dari perspektif ekonomi, Made Sutama menjelaskan bahwa KD termasuk dalam kategori Desil 2 menurut data pemerintah daerah setempat. Kategori ini menandakan bahwa korban berasal dari lapisan masyarakat miskin atau berada pada peringkat 10 hingga 20 persen terbawah secara nasional. Informasi ini juga dikonfirmasi melalui pernyataan bahwa saudara korban memang masuk dalam kategori orang miskin. Kondisi ekonomi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong KD untuk bekerja sebagai buruh serabutan di luar kampung halamannya.

“Di sini pekerjaannya buruh serabutan. Kalau masalah ekonomi jelas karena saudara yang meninggal itu termasuk desil II katagori keadaannya orang miskin,” kata dia lebih lanjut.

Detail Rangkaian Peristiwa yang Berujung Maut

Aksi main hakim sendiri yang menewaskan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Tabanan, Bali, telah menarik perhatian banyak pihak. Sebelumnya, korban berinisial KD meninggal dunia setelah dikeroyok massa usai kepergok mencuri ayam di Desa Batuya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30 WITA dan berlangsung dengan cepat.

Saat itu, KD sedang berusaha membawa pulang seekor ayam milik I Wayan Adi Suteja. Warga setempat yang menyadari hal tersebut segera bergerak untuk mengamankan pelaku. Sayangnya, situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi panas dan tidak terduga. Massa yang berkumpul kemudian melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian KD. Kini, masyarakat menunggu proses hukum lebih lanjut untuk memastikan keadilan bagi korban dan pelaku tindakan main hakim sendiri.

Kepala Desa Ungkap Sosok Asli pria yang menjadi korban ini memberikan harapan bagi keluarga korban. Dengan terungkapnya identitas lengkap KD, diharapkan proses hukum dapat berjalan lebih transparan dan adil. Masyarakat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, terutama terkait dengan praktik main hakim sendiri yang sering terjadi di berbagai daerah.

“`

Ikut berdiskusi