Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Pramono Ajak FBR Jaga Kota Jakarta agar Tetap Aman dan Kondusif

Daniel Taylor - faktanaya.com 3 mins baca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengajak seluruh anggota Forum Betawi Rempug (FBR) untuk meningkatkan peran mereka dalam menjaga keamanan dan

Pramono Ajak FBR Jaga Kota Jakarta agar Tetap Aman dan Kondusif

Pramono Ajak FBR Jaga Kota Jakarta di Era Transformasi Global

Faktanaya.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengajak seluruh anggota Forum Betawi Rempug (FBR) untuk meningkatkan peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis untuk memastikan kota metropolitan tetap kondusif di tengah berbagai tantangan modern. Fokus utama dari ajakan ini adalah bagaimana FBR dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial di Ibukota.

Perkataan tersebut disampaikan langsung oleh Pramono saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-25 FBR di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan anggota FBR serta pejabat pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun kota yang aman.

Peran Strategis FBR dalam Stabilitas Jakarta

Pramono menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik saja tidak cukup untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang layak huni. Ia menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di tingkat akar rumput. Tanpa rasa memiliki yang kuat dari warga, kemajuan kota hanya akan bersifat semu.

Jakarta sebagai kota global, enggak ada gunanya hanya membangun fisik. Kalau membangun fisik itu yang menikmati juga bukan terutama yang grassroot ini. Tetapi rasa memiliki anak-anak Betawi ini kepada kotanya, kepada pemerintahnya, kepada organisasinya, kepada kita semua harus terus dijaga,

Menurut Gubernur, FBR memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam menjaga kondusivitas Jakarta. Organisasi ini dikenal sebagai kelompok masyarakat yang besar, solid, dan memiliki jaringan luas di seluruh penjuru Ibukota. Kehadiran FBR menjadi penopang penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan kota yang semakin kompleks.

Komitmen Memperkuat Identitas Budaya Betawi

Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus melestarikan dan memperkuat identitas Betawi. Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, nilai-nilai budaya lokal harus tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan kebudayaan Betawi kini terus dihidupkan di lingkungan Balai Kota maupun ruang-ruang publik lainnya.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat setiap Rabu di Balai Kota menjadi tradisi yang terus dilestarikan. Selain itu, penyajian bir pletok dan dodol sebagai jamuan tamu serta penyelenggaraan Lebaran Betawi dan haul ulama Betawi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya.

Bahkan saya menggagas haul bagi ulama dan habaib Betawi. Yang kemarin di Monas dihadiri 25 ribu lebih. Potong kebo, andilan potong kebo, dan sebagainya,

Gagasan 500 Khataman Al-Qur’an untuk Jakarta

Pramono juga menyampaikan salah satu gagasan inovatif yang akan diwujudkan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta. Gagasan tersebut adalah gerakan 500 kali khataman Al-Qur’an yang melibatkan masyarakat secara luas. Program ini dirancang untuk menjadi bentuk doa kolektif bagi kemajuan dan keamanan kota.

Ini rakyat biasa yang membaca, yang mengkhatamkan. Kenapa itu? Karena itu bagian doa untuk Jakarta,

Pesan Penting untuk Anggota FBR

Sementara itu, Ketua Umum FBR Lutfi Hakim memberikan pesan penting kepada seluruh anggotanya terkait penggunaan media sosial. Ia meminta setiap anggota untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi yang beredar di platform digital. Verifikasi kebenaran berita sebelum disebarkan menjadi kunci utama agar tidak terjadi misinformasi.

Saya berpesan kepada seluruh anggota FBR terkait berita-berita di media sosial, apa pun itu, tanpa dicrosscheck jangan disebarkan. Antisipasi agar kita cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Karena pada akhirnya yang rugi adalah kita sendiri,

Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan FBR dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga Jakarta agar tetap aman, kondusif, dan berbudaya di masa-masa mendatang.

Ikut berdiskusi