Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata Tukang Piscok di Stasiun Pocin! Jual Motor Korban Usai Beraksi

Betty Smith - faktanaya.com 3 mins baca

Kasus tragis yang menggemparkan masyarakat Depok kembali terungkap dengan detail menarik. Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata seorang pedagang pisang goreng

Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata Tukang Piscok di Stasiun Pocin! Jual Motor Korban Usai Beraksi

Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata Tukang Piscok

Faktanaya.com – Kasus tragis yang menggemparkan masyarakat Depok kembali terungkap dengan detail menarik. Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata seorang pedagang pisang goreng cokelat atau yang lebih dikenal dengan sebutan piscok. Korban, Kunaefi, seorang pria berusia 51 tahun, ditemukan dalam kondisi terpotong-potong di kawasan Tanah Merah, tepatnya di Kapling Depkes, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

Siapa Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata?

Setelah melalui proses identifikasi yang cermat, polisi mengungkap identitas tersangka sebagai Saepul atau Saepullah, yang lahir pada tahun 2000. Pria muda ini sehari-hari berprofesi sebagai pedagang piscok dengan gerobak dagangannya yang biasa diparkir di sekitar Stasiun Pondok Cina, Depok. Kehadirannya sebagai Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata tidak disangka-sangka oleh warga sekitar yang hanya mengenalnya sebagai pedagang biasa.

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan aksinya, tersangka membawa sepeda motor milik korban menuju Panimbang untuk kemudian dijual. Tindakan ini menunjukkan bahwa tersangka mungkin memiliki motif ekonomi selain konflik personal.

Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya, kata Budi kepada wartawan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Rangkaian Peristiwa yang Berujung Tragedi

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa pertemuan antara korban dan tersangka bermula dari interaksi di media sosial. Keduanya akhirnya memutuskan untuk bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada tanggal 23 Juli 2026. Pertemuan yang awalnya direncanakan dengan baik tersebut berubah menjadi konflik yang berujung pada pembunuhan.

Tersangka diduga menusuk perut korban serta menggorok lehernya menggunakan sebuah pisau. Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata kemudian melanjutkan aksinya dengan memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha. Jenazah dibungkus dengan plastik hitam dan karung sebelum dibuang di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas.

Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau, ujar Budi.

Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang secara terpisah ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas. Tindakan ini menunjukkan upaya tersangka untuk menutupi jejak kejahatannya secara menyeluruh.

Sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas, tutur Budi.

Proses Hukum dan Motif yang Terungkap

Berdasarkan hasil penyidikan awal, tersangka Saepul diketahui telah membunuh Kunaefi sebelum melakukan pemutilasian pada jenazah. Motif dan detail lebih lanjut masih terus digali oleh pihak berwajib. Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata kini menghadapi proses hukum yang akan menentukan masa depannya.

Masyarakat Depok kini semakin waspada terhadap pertemuan dengan orang asing, terutama yang dilakukan melalui media sosial. Kasus ini menjadi peringatan penting bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang baru.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mutilasi Depok

Siapa nama lengkap korban mutilasi di Depok? Korban bernama Kunaefi, seorang pria berusia 51 tahun yang ditemukan dalam kondisi terpotong-potong di kawasan Tanah Merah, Depok.

Kapan peristiwa mutilasi terjadi? Peristiwa terjadi pada tanggal 23 Juli 2026, ketika korban bertemu dengan tersangka di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok.

Dimana jenazah korban ditemukan? Jenazah korban dibuang di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, dengan potongan kaki dibuang terpisah di aliran sungai wilayah Pitara.

Apakah tersangka sudah ditahan? Ya, tersangka Saepul atau Saepullah telah ditahan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Bagaimana motif kasus ini? Motif masih dalam proses penyelidikan, namun diduga berkaitan dengan konflik personal dan kemungkinan motif ekonomi setelah tersangka menjual motor korban.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, Anda dapat mengunjungi [berita terkait di Viva.co.id](https://www.viva.co.id/berita/metro).

Ikut berdiskusi