Penduduk Miskin di Jakarta 432 Ribu Orang, Terendah Ketiga Secara Nasional Setelah Bali dan Kalsel
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta baru saja merilis data terbaru mengenai kondisi kemiskinan di ibu kota. Berdasarkan laporan resmi yang diterbitkan
Jakarta Catat Angka Kemiskinan Tertinggi Ketiga di Indonesia
Faktanaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta baru saja merilis data terbaru mengenai kondisi kemiskinan di ibu kota. Berdasarkan laporan resmi yang diterbitkan pada Maret 2026, jumlah warga miskin di Jakarta tercatat mencapai 432,62 ribu orang. Angka ini menunjukkan tren positif dengan penurunan sebesar 6,5 ribu orang dibandingkan data September 2025 yang sebelumnya tercatat sebanyak 439,12 ribu orang.
Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,96 persen. Nilai ini mengalami penurunan 0,07 persen poin dibandingkan periode sebelumnya, menandakan adanya perbaikan kondisi ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta.
Sebelum pandemi (COVID-19) Jakarta pernah berada di tingkat tiga persen, dan tingkat kemiskinan kembali berada pada kisaran tiga persen, meskipun belum kembali secara pulih penuh.
Kadarmanto, Kepala BPS DKI Jakarta, menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada hari Rabu. Ia menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi telah berjalan lancar dan memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, berbagai program bantuan sosial dan stimulus ekonomi pemerintah pusat maupun daerah turut berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peringkat Nasional dan Garis Kemiskinan
Dari perspektif nasional, DKI Jakarta menempati posisi ketiga terendah untuk tingkat kemiskinan. Bali menjadi yang terendah dengan persentase penduduk miskin sebesar 3,44 persen. Sementara itu, Kalimantan Selatan berada di posisi kedua dengan tingkat kemiskinan 3,63 persen. Posisi Jakarta ini menunjukkan bahwa meskipun sebagai pusat ekonomi, ibu kota masih memiliki tantangan dalam mengatasi kemiskinan.
Mengenai garis kemiskinan, DKI Jakarta mencatatkan angka Rp925.525 per kapita per bulan pada Maret 2026. Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 4,89 orang, maka garis kemiskinan per rumah tangga miskin di DKI mencapai Rp4.525,817 per bulan untuk satu rumah tangga miskin. Angka ini menjadi acuan penting dalam penyaluran bantuan sosial dan program pengentasan kemiskinan.
Faktor Penyebab dan Solusi Kemiskinan di Jakarta
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kemiskinan di Jakarta antara lain adalah tingginya biaya hidup, persaingan kerja yang ketat, dan distribusi pendapatan yang belum merata. Meskipun Jakarta merupakan pusat bisnis dan perdagangan, masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di wilayah pinggiran seperti Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Pemerintah DKI Jakarta melalui berbagai program seperti Jakarta Smart City dan bantuan tunai bersyarat telah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar. Program-program ini mencakup pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan kerja yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat miskin di Jakarta.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kemiskinan di Jakarta
Berapa jumlah penduduk miskin di Jakarta tahun 2026? Jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2026 tercatat sebesar 432,62 ribu orang atau sekitar 432 ribu orang.
Bagaimana peringkat Jakarta secara nasional? Jakarta menempati posisi ketiga terendah untuk tingkat kemiskinan setelah Bali dan Kalimantan Selatan.
Berapa garis kemiskinan per kapita di Jakarta? Garis kemiskinan per kapita di Jakarta pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp925.525 per bulan.
Apa yang menyebabkan kemiskinan di Jakarta? Faktor utama meliputi tingginya biaya hidup, persaingan kerja, dan distribusi pendapatan yang belum merata di berbagai wilayah Jakarta.
Bagaimana tren kemiskinan di Jakarta? Tren kemiskinan di Jakarta menunjukkan penurunan, dengan penurunan 6,5 ribu orang dibandingkan September 2025 dan persentase turun menjadi 3,96 persen.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan angka kemiskinan di Jakarta dapat terus menurun dan mencapai target yang lebih baik di masa depan. Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui situs resmi BPS DKI Jakarta atau mengunjungi artikel terkait di Viva.co.id tentang perkembangan ekonomi Jakarta.