Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Otomotif

Mobil Listrik Sudah Murah Tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Daniel Taylor - faktanaya.com 3 mins baca

Tangerang Selatan, VIVA — Mobil Listrik Sudah Murah Tapi konsumen Indonesia belum sepenuhnya yakin untuk beralih. Tren penurunan harga kendaraan listrik di

Mobil Listrik Sudah Murah Tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Mobil Listrik Murah, Konsumen Indonesia Masih Ragu

Faktanaya.com – Tangerang Selatan, VIVA — Mobil Listrik Sudah Murah Tapi konsumen Indonesia belum sepenuhnya yakin untuk beralih. Tren penurunan harga kendaraan listrik di Tanah Air memang semakin jelas terlihat. Kini, berbagai varian kendaraan bertenaga listrik tersedia dengan kisaran harga yang lebih terjangkau, bahkan di bawah Rp300 juta. Namun, faktor harga yang semakin kompetitif belum serta-merta mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian secara massal.

Menurut ekonom Josua Pardede, masalah utama dalam adopsi kendaraan listrik saat ini bukan lagi pada aspek harga. Hasil survei yang ia sampaikan menunjukkan bahwa masyarakat lebih memprioritaskan kepastian dalam penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas harian mereka. Ketidakpastian inilah yang menjadi penghalang terbesar.

Tiga Hambatan Utama Konsumen

“Ketiga hambatan teratas semuanya berkaitan dengan kepastian, bukan berkaitan dengan gaya. Konsumen tidak berkata kendaraan listrik terlalu mahal. Mereka berkata mereka tidak yakin apa yang terjadi kalau nanti ada masalah di tengah perjalanan,” ujarnya di sela GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Josua menjelaskan bahwa ada tiga kekhawatiran dominan yang masih menghantui calon pengguna. Pertama, keandalan kendaraan saat mengalami gangguan di jalan. Kedua, keterbatasan jarak tempuh yang masih menjadi concern utama. Ketiga, minimnya fasilitas pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia.

Motivasi Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik

Di sisi lain, motivasi masyarakat untuk mempertimbangkan mobil listrik justru berasal dari potensi penghematan biaya operasional serta kontribusi positif terhadap lingkungan. Kedua hal ini menjadi daya tarik utama, melampaui sekadar mengikuti tren elektrifikasi kendaraan. Konsumen mulai menyadari bahwa biaya bahan bakar listrik jauh lebih efisien dibandingkan bensin konvensional.

Menurut Josua, situasi ini mencerminkan bahwa pasar otomotif Indonesia sedang dalam proses menemukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak sedang mencari satu teknologi pemenang tunggal. Setiap jenis kendaraan memiliki peran dan pasarnya masing-masing.

“Indonesia tidak sedang mencari satu teknologi pemenang. Konsumen sedang mencari kecocokan antara teknologi, kebutuhan, kemampuan finansial, dan pola pakainya,” kata Josua.

Pertumbuhan Seimbang Berbagai Jenis Kendaraan

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan berbagai jenis kendaraan elektrifikasi yang terjadi secara bersamaan. Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sama-sama mencatatkan peningkatan penjualan pada semester pertama tahun ini.

Data yang dipaparkan Josua menunjukkan bahwa kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) masih mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 44,8 persen. Sementara itu, BEV telah mencapai sekitar 21,7 persen, HEV sebesar 12,5 persen, dan PHEV sekitar 1,5 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa transisi energi di sektor transportasi sedang berlangsung secara bertahap.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Mobil Listrik di Indonesia

Apakah harga mobil listrik sudah terjangkau untuk masyarakat Indonesia? Ya, berbagai varian mobil listrik kini tersedia dengan harga di bawah Rp300 juta. Namun, faktor kepastian penggunaan masih menjadi pertimbangan utama konsumen.

Apa saja hambatan terbesar konsumen dalam membeli mobil listrik? Tiga hambatan utama adalah keandalan kendaraan saat gangguan, keterbatasan jarak tempuh, dan minimnya SPKLU di berbagai wilayah.

Bagaimana tren penjualan kendaraan listrik di Indonesia? Semua jenis kendaraan elektrifikasi mengalami peningkatan penjualan. BEV mencapai 21,7 persen, HEV 12,5 persen, dan PHEV 1,5 persen dari total pasar.

Apakah Indonesia hanya fokus pada satu teknologi kendaraan listrik? Tidak. Indonesia tidak mencari satu teknologi pemenang tunggal. Konsumen mencari kecocokan antara teknologi, kebutuhan, kemampuan finansial, dan pola pemakaian.

Kapan GIIAS 2026 diselenggarakan? GIIAS 2026 diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang Selatan, sebagai ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan industri otomotif Indonesia, kunjungi [VIVA Otomotif](https://www.viva.co.id/otomotif).

Ikut berdiskusi