Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kebakaran di Bromo Meluas hingga 120 Hektare, Helikopter Water Bombing Mulai Dikerahkan

Richard Garcia - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Kondisi darurat kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus memburuk. Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilakukan

Kebakaran di Bromo Meluas hingga 120 Hektare, Helikopter Water Bombing Mulai Dikerahkan

Kebakaran di Bromo Meluas hingga 120 Hektare

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Kondisi darurat kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus memburuk. Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilakukan oleh tim gabungan, luas area yang terbakar telah mencapai 120 hektare. Angka ini menunjukkan bahwa Kebakaran di Bromo Meluas hingga 120 hektare dalam waktu lima hari terakhir, mengancam ekosistem pegunungan yang menjadi ikon wisata Jawa Timur.

Perluasan api terjadi dengan kecepatan yang cukup signifikan, terutama karena kondisi cuaca yang kering dan angin yang bertiup kencang. Tim pemadam yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan lokal telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengendalikan situasi. Namun, medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman secara menyeluruh.

Operasi Water Bombing Dimulai

Untuk mengatasi kesulitan akses ke titik-titik api, pemerintah telah mengerahkan helikopter water bombing. Pesawat udara ini ditempatkan di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, dan siap melakukan operasi pemboman air secara berkala. Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menjelaskan bahwa helikopter akan menjangkau area-area yang sulit diakses oleh tim darat.

“Masih ada beberapa titik api yang belum padam. Heli water bombing sudah persiapan di Bandara Malang,” ujar Rudijanta, Jumat 7 Agustus 2026.

Operasi ini dinilai sangat krusial mengingat lokasi kebakaran yang tersebar di lereng-lereng curam dan tebing-tebing tinggi. Helikopter mampu menjangkau titik api yang berada di ketinggian, memastikan bahwa api tidak hanya dipadamkan di permukaan, tetapi juga di akar-akar vegetasi yang terbakar.

Medan Terjal dan Tantangan Pemadaman

Kebakaran yang melanda kawasan Kaldera Bromo ini telah membakar berbagai jenis vegetasi, termasuk cemara gunung, semak belukar, dan akasia. Kondisi ini tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga berpotensi menyebabkan erosi tanah jika hujan turun setelah api padam. Rudijanta menegaskan bahwa minimal 120 hektare lahan telah terdampak oleh kobaran api.

“Sudah ada 120-an hektare area yang terdampak,” katanya.

Medan yang terjal menjadi hambatan utama dalam pemadaman dari darat. Banyak titik api berada di tebing curam sehingga personel gabungan tidak bisa melakukan penyisiran secara langsung. Oleh karena itu, keberhasilan pemadaman sangat bergantung pada operasi water bombing dari udara.

“Kalau di lereng dan tebing-tebing kan harus nunggu heli memang, karena tidak akan terjangkau oleh orang. Helikopter ini bukan sekadar untuk mempercepat, tetapi juga memastikan titik api di tebing-tebing itu benar-benar mati. Kalau tidak pakai alat itu, tidak mungkin terjangkau manusia,” ungkapnya.

Perkembangan Api dan Langkah Selanjutnya

Menurut pengamatan tim pemadam, intensitas api pada pagi hari Jumat terlihat lebih kecil dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Namun, kebakaran tetap menghanguskan vegetasi khas pegunungan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan api meluas jika tidak segera ditangani dengan serius.

“Pagi ini, api tidak begitu besar. Tetapi harus segera ditangani agar tidak meluas,” tegasnya.

Sementara menunggu helikopter beroperasi secara optimal, ratusan personel gabungan tetap disiagakan di jalur darat. Tugas mereka adalah menahan laju api agar tidak merambat ke kawasan sabana di bagian bawah. Petugas juga terus memantau perkembangan kebakaran yang sebelumnya bergerak dari blok Bantengan dan Watu Gede menuju Jandur serta berada di bawah kawasan Jemplang.

Upaya pemadaman diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, tergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan helikopter. Masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan menghindari kawasan yang sedang terbakar untuk mencegah risiko kecelakaan.

Frequently Asked Questions

Berapa luas area yang terbakar di Bromo? Berdasarkan data terbaru, luas area yang terbakar mencapai 120 hektare.

Apa yang dilakukan untuk memadamkan api di area sulit dijangkau? Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api di lereng dan tebing curam.

Kapan operasi water bombing dimulai? Operasi dijadwalkan dimulai pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, setelah helikopter ditempatkan di Bandara Malang.

Apakah ada ancaman bagi masyarakat sekitar? Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari kawasan terbakar untuk mencegah risiko kecelakaan.

Ikut berdiskusi