Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 4 mins baca

Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan optimisme tinggi bahwa Rusia dan China akan menjadi investor utama dalam pengembangan proyek

Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Menhub Pede Rusia dan China Siap Investasi Besar di Proyek Trans-Kalimantan

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan optimisme tinggi bahwa Rusia dan China akan menjadi investor utama dalam pengembangan proyek infrastruktur perkeretaapian Trans-Kalimantan. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan.

Menhub Pede Rusia dan China dalam hal pendanaan proyek strategis nasional ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua negara tersebut telah menunjukkan minat serius melalui berbagai jalur diplomasi ekonomi. Pemerintah menilai bahwa potensi investasi dari kedua negara ini sangat signifikan untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur transportasi darat.

Visi Presiden Prabowo untuk Infrastruktur Kalimantan

Inisiatif pembangunan Trans-Kalimantan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara secara tegas meminta Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mempercepat proses pembangunan dan perluasan jaringan perkeretaapian di Pulau Kalimantan. Langkah ini sejalan dengan program pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas nasional.

Menurut Dudy Purwagandhi, koordinasi dengan PT KAI telah dilakukan secara intensif selama beberapa bulan terakhir. Perusahaan kereta api tersebut telah menyusun rencana strategis komprehensif yang akan menjadi dasar dalam pencarian investasi dari berbagai pihak. Rencana ini mencakup analisis kelayakan teknis dan finansial untuk setiap tahap pembangunan.

Kami sudah berkoordinasi dengan KAI yang sudah menyiapkan roadmap-nya. Nanti, kemudian dari situ kami berharap ada investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggarap Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan.

Perbedaan Karakter Investasi Rusia dan China

Dua negara yang diyakini memiliki potensi besar untuk berinvestasi dalam proyek perkeretaapian Kalimantan adalah Rusia dan China. Menhub telah melakukan penjajakan awal dengan kedua negara tersebut melalui berbagai pertemuan diplomatik dan bisnis. Setiap negara memiliki karakteristik investasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan proyek.

Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan China,

tambah Dudy Purwagandhi.

Mengenai urutan prioritas proyek, Menhub belum bisa memberikan kepastian karena hal tersebut bergantung pada evaluasi masing-masing investor. Mereka akan memilih proyek yang paling terlihat jelas peluangnya. Berdasarkan pengamatan Menhub, investor dari China dan Rusia cenderung lebih berminat terhadap proyek di Kalimantan dibandingkan dengan proyek di Sumatra.

Tergantung investor tentunya mana yang menurut mereka lebih visible ya untuk mereka garap. Saya lihat sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya, kalau di Kalimantan sepertinya dari China sama Rusia yang lebih berminat,

jelas Dudy.

Proses Evaluasi dan Proposal Investasi

Proses komunikasi dengan investor asing sudah berjalan aktif. Saat ini, para calon investor sedang menghitung kelayakan dan akan menyampaikan proposal resmi kepada pemerintah. Tahap evaluasi ini mencakup analisis mendalam terhadap aspek teknis, finansial, dan dampak sosial dari setiap proyek yang ditawarkan.

Komunikasi sudah, mereka sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti menyampaikan proposal ke kami,

tutup Dudy Purwagandhi saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Jumat, 6 Agustus 2026.

Arahan Presiden untuk Pembangunan Serentak

Pada acara peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah bulan lalu, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas. PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan diminta untuk menangani pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra dan melanjutkan dengan proyek Trans-Kalimantan secara bersamaan.

Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,

pesan Prabowo.

Menurut penjelasan Presiden, jalur kereta Trans-Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan di Sumatra, yaitu Bakauheni di Provinsi Lampung, hingga ke wilayah paling utara Pulau Sumatra. Proyek ini ditetapkan sebagai target utama yang harus dicapai oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan sebelum fokus penuh pada pembangunan Trans-Kalimantan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa estimasi nilai investasi yang diharapkan dari Rusia dan China? Pemerintah belum merilis angka pasti, namun Menhub menyatakan bahwa nilai investasi yang diharapkan sangat signifikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Kalimantan.

Kapan proyek Trans-Kalimantan akan dimulai? Proyek ini akan dimulai setelah proses evaluasi dan penandatanganan kesepakatan dengan investor. Menhub menyebutkan bahwa komunikasi dengan investor asing sudah berjalan aktif.

Apakah ada perbedaan prioritas antara proyek Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan? Ya, PT KAI lebih berminat mengembangkan Trans-Sumatra terlebih dahulu, sementara investor dari China dan Rusia lebih berminat terhadap proyek Trans-Kalimantan.

Bagaimana peran PT KAI dalam proyek ini? PT KAI berperan sebagai operator utama yang menyusun roadmap dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur perkeretaapian.

Ikut berdiskusi