Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

ESDM Blak-blakan soal Alasan Menurunkan Produksi Komoditas Tambang, Ini Biang Keroknya

Richard Garcia - faktanaya.com 2 mins baca

Jakarta, VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba), Tri Winarno, menegaskan bahwa

ESDM Blak-blakan soal Alasan Menurunkan Produksi Komoditas Tambang, Ini Biang Keroknya

ESDM Jelaskan Penurunan Produksi Tambang: Bukan Karena Masalah, Tapi Untuk Menjaga Sumber Daya

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba), Tri Winarno, menegaskan bahwa kebijakan penurunan produksi di sektor pertambangan merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah untuk mencegah eksploitasi berlebihan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Menurut Tri, meskipun angka produksi komoditas tambang memang mengalami penurunan, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah agar sumber daya alam tidak terbuang percuma.

“Kalau hanya berdasarkan produksi (komoditas tambang), kita memang turun. Tapi kan memang kita ada sumber daya alam jangan dihambur-hamburkan,” kata Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Respons Terhadap Data BPS

Pernyataan tersebut disampaikan Tri sebagai tanggapan atas laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh sektor usaha mengalami pertumbuhan, kecuali bidang pertambangan yang terkontraksi sebesar 1,64 persen.

Sektor pertambangan dinilai mengalami perlambatan akibat adanya pembatasan kuota produksi. Tri membenarkan bahwa penurunan memang terjadi dari segi volume produksi.

“Tetapi kalau misalnya dari sisi nilai uangnya, itu hampir sama meski secara produksi kita turun. Kenapa? Karena secara harga itu naik,” ujar Tri.

Dampak Longsor di Tambang Freeport

Sementara itu, untuk produksi tembaga, Tri menjelaskan bahwa penurunan terjadi akibat PT Freeport Indonesia. Hal ini dipicu oleh insiden longsor yang melanda area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025.

Kecelakaan tersebut membuat Freeport Indonesia terpaksa menghentikan sementara aktivitas produksi di tambang GBC.

“Jadi terkait dengan tembaga, memang karena produksi Freeport turun drastis, karena longsoran itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada semester pertama tahun 2026, Freeport Indonesia melaporkan bahwa kapasitas produksi tambang GBC setelah insiden longsor berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Kemudian, Freeport memperkirakan bahwa pada semester II-2026, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 65 persen.

Pada semester I-2027, kapasitas produksi ditargetkan mulai pulih hingga 75 persen, sebelum menuju 100 persen sepanjang semester II-2027.

Frequently Asked Questions

What is ESDM Blak blakan soal Alasan Menurunkan?

ESDM Blak blakan soal Alasan Menurunkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ESDM Blak blakan soal Alasan Menurunkan matter?

ESDM Blak blakan soal Alasan Menurunkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi