Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 Minta BGN Segera Selesaikan Pembayaran Proyek Pembangunan

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 4 mins baca

Jakarta, VIVA – Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 telah resmi mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar proses pembayaran proyek pembangunan

Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 Minta BGN Segera Selesaikan Pembayaran Proyek Pembangunan

Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 Desak BGN Selesaikan Pembayaran

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 telah resmi mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar proses pembayaran proyek pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi segera dituntaskan. Permintaan ini disampaikan melalui surat resmi yang dilengkapi dengan berbagai berkas pendukung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Langkah ini diambil setelah para kontraktor mengalami keterlambatan pembayaran yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Perwakilan dari Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 melakukan kunjungan langsung ke layanan pengaduan terpadu milik BGN untuk mendapatkan kepastian mengenai realisasi pembayaran. Hingga saat ini, masih terdapat ketidakpastian terkait kapan dana proyek akan cair sepenuhnya kepada para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

74 Kontraktor Mengelola 315 Lokasi Proyek

Dalam penyerahan dokumen resmi tersebut, Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 juga menyerahkan informasi lengkap mengenai 74 perusahaan kontraktor yang bertanggung jawab atas pembangunan SPPG. Proyek-proyek ini tersebar di 315 lokasi yang membentang dari wilayah Aceh hingga Papua, mencerminkan cakupan nasional yang luas dari program pembangunan gizi ini.

Enriqco, selaku Humas Forum Kontraktor SPPG APBN 2025, menjelaskan bahwa para kontraktor hanya menginginkan hak-hak mereka sebagai penyedia jasa yang telah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak. Mereka tidak meminta perlakuan khusus, melainkan hanya ingin proses pembayaran berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Kami datang bukan untuk meminta perlakuan khusus. Kami hanya menunggu hak kami sebagai penyedia jasa yang telah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak. Dokumen sudah kami serahkan, proses audit sudah berjalan, tetapi sampai hari ini pembayaran belum juga dilakukan.

Menurut Enriqco, seluruh persyaratan dokumen telah diserahkan dan proses audit pun telah berlangsung. Namun, realisasi pembayaran masih belum dilakukan. Ia juga menambahkan bahwa saat berhadapan langsung dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 kembali mendapatkan penjelasan bahwa pembayaran masih dalam tahap audit.

Padahal, menurut penilaian Forum Kontraktor SPPG APBN 2025, proses audit seharusnya telah rampung sejak bulan Ramadan. Keterlambatan ini berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan para kontraktor yang harus menanggung berbagai beban tambahan.

Beban Keuangan Menumpuk pada Kontraktor

Kontraktor kini harus menanggung berbagai beban keuangan akibat tertundanya pembayaran. Selain kewajiban membayar bunga pinjaman dan hutang kepada perbankan, mereka juga masih harus melunasi pemasok material serta biaya pemeliharaan bangunan yang belum bisa diserahterimakan. Kondisi ini semakin memperburuk situasi keuangan para kontraktor.

DP belum kami terima, termin pembayaran juga belum ada. Sementara kami tetap harus membayar bunga pinjaman, memenuhi kewajiban kepada bank, serta menjaga bangunan yang telah selesai kami kerjakan. Dari yang awalnya penuh semangat mendukung program ini, kini kami justru berada dalam kondisi yang sangat berat.

Enriqco menegaskan bahwa sebagian kontraktor bahkan belum menerima uang muka maupun pembayaran termin meskipun pekerjaan sudah berjalan. Kondisi ini membuat semangat awal mereka dalam mendukung program pembangunan SPPG mulai terkikis oleh tekanan finansial yang semakin berat. Baca juga: Perkembangan Proyek Infrastruktur Nasional

Proses Pembayaran yang Perlu Dipercepat

Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 berharap BGN dapat mempercepat proses verifikasi dan pembayaran agar kontraktor tidak semakin terbebani. Mereka juga meminta kejelasan mengenai timeline pembayaran yang transparan dan dapat diprediksi. Dengan adanya kepastian ini, kontraktor dapat merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik.

Selain itu, Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 juga mengusulkan adanya mekanisme pembayaran bertahap yang lebih fleksibel. Hal ini akan membantu kontraktor dalam mengelola arus kas mereka selama proses penyelesaian proyek masih berlangsung. Lihat juga: Update Terbaru Proyek SPPG

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembayaran Proyek SPPG

Apa itu SPPG dalam konteks APBN 2025? SPPG adalah Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang merupakan program pembangunan fasilitas gizi nasional yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

Siapa saja yang terlibat dalam proyek SPPG? Proyek SPPG melibatkan 74 perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membangun 315 lokasi fasilitas gizi di seluruh Indonesia.

Mengapa pembayaran proyek SPPG tertunda? Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh proses audit yang belum selesai, meskipun seharusnya telah rampung sejak bulan Ramadan. Selain itu, terdapat beberapa faktor administratif yang memperlambat proses pencairan dana.

Berapa lama estimasi pembayaran akan selesai? Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 berharap proses pembayaran dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat setelah permohonan resmi mereka diterima oleh BGN.

Bagaimana dampak keterlambatan pembayaran terhadap kontraktor? Keterlambatan pembayaran menyebabkan kontraktor harus menanggung beban bunga pinjaman, hutang kepada pemasok, dan biaya pemeliharaan bangunan yang belum bisa diserahterimakan.

Ikut berdiskusi