Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu melakukan perbaikan komprehensif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang menjadi

Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG

Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG Secara Menyeluruh

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu melakukan perbaikan komprehensif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang menjadi sorotan publik. Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru ditunjuk, Sudaryono dinilai memiliki kredibilitas dan pengalaman yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan dalam implementasi program nasional ini. Rahman Toha, Direktur Eksekutif Adidaya Institute, menyampaikan bahwa penunjukan Sudaryono sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan perbaikan nyata dalam tata kelola program MBG.

Menurut Rahman Toha, langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Sudaryono diprediksi akan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Perbaikan ini tidak hanya mencakup aspek gizi semata, tetapi juga menyentuh kondisi sosio-ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Program MBG yang berjalan dengan baik diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 1,5 juta orang sekaligus mempercepat proses rantai pasok makanan nasional.

“Kedepan program ini tidak hanya bergizi tapi juga enak dan bervariatif. Program MBG mempunyai banyak manfaat diantaranya menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 Juta orang dan mempercepat proses rantai pasok makanan yang akan mempercepat perputaran ekonomi dan bakal berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahman Toha, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Putusan MK Memperkuat Konstitusionalitas Program MBG

Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu memanfaatkan momentum positif dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 40/PUU-XXIV/2026. Putusan yang ditetapkan pada 30 Juli 2026 tersebut secara eksplisit menetapkan pemisahan anggaran program MBG dari anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rahman Toha menilai bahwa langkah pemisahan anggaran ini justru memperkuat aspek konstitusionalitas program MBG dan memberikan kejelasan dalam pengelolaan dana.

“Dengan adanya Keputusan MK pada 30 Juli 2026 lalu, itu menunjukkan program MBG tidak bertentangan dengan konstitusi. Namun yang perlu dievaluasi tentu terkait dengan penggunaan anggaran untuk program MBG,” jelas Rahman Toha.

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Publik Mendukung Keberlanjutan MBG

Ahmad Fadhli, Kepala Desk Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, memaparkan hasil survei terbaru lembaga mereka yang menunjukkan dukungan kuat dari masyarakat. Data survei mengungkapkan bahwa sebanyak 71,5 persen responden menyatakan persetujuan terhadap keberadaan program MBG. Lebih dari itu, 67,6 persen responden meyakini bahwa program ini memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga mereka.

“Survei Adidaya Institute menunjukkan sebanyak 67,6 persen masyarakat menyatakan program MBG berdampak secara langsung terhadap keluarga. Adapun masalah utama dari program MBG ini terkait dengan tata kelola (24,9 persen), anggaran (23,9 persen) dan korupsi (18,1 persen),” ujar Ahmad Fadhli.

Investasi Jangka Panjang untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia

Prof. Ikeu Tanziha, Guru Besar Ilmu Gizi Masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata tanggung jawab negara terhadap warganya. Program ini memenuhi hak anak atas kehidupan, tumbuh kembang, pengasuhan, serta akses terhadap makanan bergizi sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia.

Ia menekankan bahwa MBG tidak sekadar memenuhi kebutuhan pangan harian, melainkan juga merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Perbaikan status gizi diyakini dapat meningkatkan kapasitas kognitif dan kesehatan individu secara signifikan. Hal ini pada akhirnya mendorong produktivitas nasional serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Perbaikan status gizi akan meningkatkan kapasitas kognitif dan kesehatan individu, yang pada akhirnya mendorong produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Setiap investasi pada intervensi gizi diperkirakan mampu memberikan pengembalian manfaat hingga 16 kali lipat,” ucapnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu program MBG? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang bertujuan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu, untuk meningkatkan status gizi dan kesejahteraan.

Siapa Sudaryono dan apa perannya dalam program MBG? Sudaryono adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terbaru yang ditunjuk untuk memimpin dan memperbaiki implementasi program MBG di Indonesia.

Berapa jumlah tenaga kerja yang diserap program MBG? Program MBG diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang melalui rantai pasok makanan yang lebih cepat dan efisien.

Apa yang menjadi masalah utama program MBG menurut survei? Masalah utama program MBG terkait dengan tata kelola (24,9 persen), anggaran (23,9 persen), dan korupsi (18,1 persen) berdasarkan hasil survei Adidaya Institute.

Berapa kali lipat pengembalian manfaat dari investasi gizi? Setiap investasi pada intervensi gizi diperkirakan mampu memberikan pengembalian manfaat hingga 16 kali lipat bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Ikut berdiskusi