Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Survei BI: Harga Properti Residensial Masih Naik pada Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Pulih

Charles Lopez - faktanaya.com 4 mins baca

Bank Indonesia melalui Survei BI terbaru mengonfirmasi bahwa tren positif pada pasar properti residensial terus berlanjut. Data yang dirilis menunjukkan

Survei BI: Harga Properti Residensial Masih Naik pada Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Pulih

Survei BI: Harga Properti Residensial Naik di Kuartal II 2026

Faktanaya.com – Bank Indonesia melalui Survei BI terbaru mengonfirmasi bahwa tren positif pada pasar properti residensial terus berlanjut. Data yang dirilis menunjukkan apresiasi harga aset hunian di segmen primer selama periode April hingga Juni 2026. Meskipun laju pertumbuhannya masih tergolong moderat, hasil Survei BI ini memberikan sinyal optimis bagi para pelaku industri dan calon pembeli rumah.

Temuan penting ini tertuang dalam laporan resmi Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang diumumkan pada hari Jumat, tanggal 7 Agustus 2026. Berdasarkan indeks yang dihitung secara cermat, IHPR mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,69 persen secara tahunan atau year on year (yoy) untuk kuartal II tahun ini. Angka ini menjadi indikator penting bagi stabilitas pasar properti nasional.

Capaian tersebut melampaui angka yang dicatat pada kuartal I 2026, yang sebelumnya hanya sebesar 0,62 persen yoy. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan penurunan harga telah mereda secara signifikan dan pasar mulai stabil kembali setelah mengalami volatilitas di awal tahun. Survei BI juga mencatat bahwa kondisi ini mencerminkan kepercayaan pasar yang semakin pulih.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 secara tahunan meningkat terbatas.

Pergerakan harga yang tidak terlalu agresif ini mencerminkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Pasar tidak mengalami lonjakan spekulatif, namun tetap mempertahankan momentum positif dalam jangka panjang. Para analis pasar properti menilai bahwa pertumbuhan moderat ini lebih berkelanjutan dibandingkan dengan kenaikan tajam yang sering terjadi pada periode sebelumnya.

Penjualan Rumah Mulai Bangkit dari Tekanan Awal Tahun

Selain aspek harga, volume transaksi juga menunjukkan perbaikan signifikan. Secara tahunan, kontraksi penjualan properti residensial tercatat sebesar 2,36 persen pada kuartal II 2026. Angka ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan penurunan tajam sebesar 25,67 persen yang terjadi pada kuartal sebelumnya. Pemulihan ini menjadi kabar baik bagi developer dan agen properti yang selama ini menghadapi tantangan penjualan.

Hasil survei mengindikasikan secara keseluruhan penjualan properti residensial di pasar primer membaik meski masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 25,67 persen (yoy).

Bank Indonesia menyoroti bahwa pemulihan ini didorong oleh peningkatan transaksi pada dua segmen utama, yaitu rumah tipe kecil dan rumah tipe besar. Kedua kategori tersebut menjadi penopang utama aktivitas pasar saat ini. Rumah tipe kecil menarik minat pembeli dengan budget terbatas, sementara rumah tipe besar diminati oleh segmen menengah ke atas yang mencari hunian lebih luas.

Sementara itu, segmen rumah tipe menengah masih menghadapi tantangan tersendiri. Pertumbuhan penjualan untuk kategori ini belum menunjukkan lonjakan yang berarti, sehingga kontribusinya terhadap total pasar masih terbatas dibandingkan dengan segmen lainnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh persaingan ketat dan preferensi pembeli yang cenderung memilih opsi lebih terjangkau atau lebih premium.

Kondisi ini memberikan gambaran bahwa meskipun belum sepenuhnya pulih, sektor properti residensial telah keluar dari fase penurunan berat dan mulai memasuki tahap konsolidasi menuju pertumbuhan yang lebih stabil. Survei BI juga menyebutkan bahwa faktor suku bunga dan kebijakan kredit perbankan turut mendukung pemulihan pasar.

Proyeksi dan Rekomendasi untuk Pasar Properti

Berdasarkan data Survei BI, para ahli memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa beberapa faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi laju pertumbuhan. Pembeli rumah disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan, sementara developer perlu fokus pada segmentasi pasar yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar properti, pembaca dapat mengakses artikel terkait di Viva Bisnis melalui tautan internal yang tersedia di halaman ini. Data Survei BI akan terus menjadi acuan penting bagi seluruh pemangku kepentingan industri properti Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Survei BI Properti 2026

Apa itu Survei BI tentang properti residensial?

Survei BI adalah laporan resmi Bank Indonesia yang mengukur pergerakan harga dan volume transaksi properti residensial di pasar primer. Survei ini dilakukan secara berkala setiap kuartal untuk memberikan gambaran kondisi pasar.

Berapa pertumbuhan harga properti pada kuartal II 2026?

Berdasarkan Survei BI, IHPR mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,69 persen secara tahunan (yoy) untuk kuartal II 2026, melampaui capaian kuartal I yang sebesar 0,62 persen.

Apakah penjualan rumah sudah pulih sepenuhnya?

Penjualan rumah masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen secara tahunan, namun jauh lebih ringan dibandingkan penurunan 25,67 persen pada kuartal sebelumnya. Ini menunjukkan pemulihan yang sedang berlangsung.

Segmen properti mana yang paling banyak berkontribusi?

Rumah tipe kecil dan rumah tipe besar menjadi penopang utama aktivitas pasar saat ini, sementara segmen tipe menengah masih menghadapi tantangan tersendiri.

Ikut berdiskusi