Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Topics Covered: Zulhas: Masalah di BGN Banyak Sekali, Jadi Sekarang Internal Dibenahi

Betty Smith - faktanaya.com 3 mins baca

Zulhas: BGN Masalah Internal Cukup Banyak, Fokus Perbaikan Topics Covered – Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan

Zulhas: BGN Masalah Internal Cukup Banyak, Fokus Perbaikan

Topics Covered – Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa perbaikan internal menjadi prioritas utama pemerintah saat ini untuk memastikan program tersebut berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Menurut Zulhas, masalah yang muncul di BGN cukup banyak, sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi kelemahan dan mengambil langkah-langkah penguatan.

“Masalah dalam BGN memang cukup banyak, jadi sekarang kita fokus untuk membenahi hal-hal internal terlebih dahulu,” ujar Zulhas kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin, 22 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengaudit sistem penyediaan makanan, termasuk mengoptimalkan manajemen dapur dan mengkoordinasikan kerja antarinstansi. Perubahan ini diharapkan bisa mengurangi risiko kesalahan distribusi dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat penerima manfaat.

Dalam pembicaraannya, Zulhas menyebut bahwa MBG adalah salah satu program penting untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, terutama di daerah dengan akses ke layanan kesehatan yang terbatas. Namun, banyaknya masalah dalam BGN membuat program ini perlu ada perbaikan. “Kita ingin agar MBG bisa menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal kepada targetnya,” tambahnya.

Penyesuaian Sistem untuk Wilayah 3T

Topics Covered – Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menambahkan bahwa pihaknya sedang merancang skema klasterisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan pengelolaan dapur MBG lebih adaptif terhadap kondisi setiap wilayah. Terutama, skema ini diperlukan untuk daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki tantangan khusus dalam distribusi makanan.

“Klasterisasi dapur MBG akan membantu kita menyesuaikan program dengan kebutuhan setiap wilayah. Wilayah 3T berbeda dengan wilayah padat penduduk seperti Pulau Jawa,” kata Agustina dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026. Ia menekankan bahwa pengaturan ulang ini bertujuan agar insentif yang diberikan lebih tepat sasaran, sehingga efisiensi dan efektivitas program bisa meningkat.

Agustina juga menjelaskan bahwa klasterisasi ini akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya sedang mengumpulkan data dari berbagai wilayah untuk menentukan titik temu antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas penyediaan makanan. “Kita perlu memastikan bahwa setiap dapur MBG bisa beroperasi dengan optimal, tanpa mengabaikan kebutuhan spesifik setiap daerah,” tambahnya. Hal ini menjadi bagian dari perbaikan internal BGN yang dijalankan dalam rangka memperkuat sistem pengawasan.

Peningkatan Kualitas Layanan untuk Anak-Anak

Perbaikan internal BGN tidak hanya fokus pada struktur organisasi, tetapi juga pada kualitas layanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat. Zulhas menyoroti pentingnya memastikan keamanan dan keseimbangan gizi dalam setiap porsi makanan. Ia mengungkapkan bahwa audit yang dilakukan saat ini akan mengevaluasi komposisi nutrisi, penggunaan bahan baku, dan proses pengemasan makanan. “Kita ingin agar anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan gratis, tetapi juga bernutrisi baik untuk tumbuh kembangnya,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, BGN juga bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait, seperti dinas kesehatan daerah dan badan usaha penyedia makanan. “Kolaborasi ini sangat penting agar kebijakan bisa diterapkan dengan lebih baik di lapangan,” ujar Zulhas. Selain itu, ia juga menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi. “Kita ingin masyarakat memahami manfaat MBG dan mengapresiasi program ini,” tambahnya.

Perbaikan internal yang sedang dijalankan oleh BGN juga mencakup pengoptimalan sistem pelaporan dan pemantauan. Zulhas menjelaskan bahwa sistem ini akan diupgrade agar data keberhasilan program bisa diakses secara real-time oleh semua pihak terkait. “Dengan sistem yang lebih transparan, kita bisa memantau pelaksanaan MBG lebih efektif,” katanya. Hal ini juga menjadi bagian dari Topics Covered dalam upaya memperbaiki kelemahan sebelumnya.

Ikut berdiskusi