Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Visit Agenda: Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Dulu Tetangga Saya Keluarga Gus Dur, Eyang dari NU

Sarah Johnson - faktanaya.com 2 mins baca

Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Visit Agenda Visit Agenda - Dalam Visit Agenda yang dilaksanakan di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026

Visit Agenda: Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Dulu Tetangga Saya Keluarga Gus Dur, Eyang dari NU

Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Visit Agenda

Visit Agenda – Dalam Visit Agenda yang dilaksanakan di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU). Acara ini menjadi momen penting bagi Prabowo untuk memperkuat hubungan dengan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Bakal Calon Presiden Prabowo dan Peran NU

Prabowo, yang telah lama dikenal sebagai tokoh Nasionalis, menyatakan dalam pidato pembukaan bahwa ia merasa tenang dan harmonis di tengah jaringan NU. Ia menekankan bahwa organisasi ini tidak hanya menjadi tempat kumpul umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari identitas politik dan budaya bangsa. “Visit Agenda ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan komitmen saya terhadap nilai-nilai kebangsaan yang dianut NU,” ujarnya.

Prabowo juga memaparkan bahwa hubungannya dengan NU bermula dari masa kecil. Ia menjelaskan bahwa keluarga besar NU telah mengenalnya sejak dulu, bahkan ia pernah tinggal di dekat keluarga Gus Dur di Jakarta. “Keluarga saya memiliki hubungan dekat dengan keluarga Gus Dur, yang merupakan eyang dari NU. Ini membantu saya merasa lebih dekat dengan komunitas NU,” terangnya.

Konteks Visit Agenda dalam Gerakan Politik Nasional

Sebagai seorang politisi yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Komandan Tentara, Prabowo menjelaskan bahwa nilai nasionalisme dan patriotisme yang dipegang NU sangat relevan dengan visinya untuk memperkuat koordinasi antar-organisasi keagamaan dalam menghadapi tantangan politik nasional. Ia menambahkan bahwa visit agenda ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi juga bagian dari upaya menyatukan pemikiran dan strategi untuk kemajuan Indonesia.

Prabowo juga menyoroti peran NU dalam membentuk karakter bangsa. “NU adalah organisasi yang sangat kuat dalam memupuk rasa cinta tanah air, meskipun ia bersifat agamis. Semangat nasionalisnya sudah terbukti sejak masa pergerakan kemerdekaan,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa NU tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga menjadi benteng kebangsaan yang dijaga secara ketat.

Dalam sesi diskusi, Prabowo menjelaskan bahwa hubungan antara dirinya dengan NU semakin erat karena nilai-nilai yang sejalan. “Saya merasa nyaman di tengah NU karena ia memiliki visi yang sama dengan saya, yakni membangun Indonesia yang lebih kuat dan mandiri,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa visit agenda tidak hanya tentang keterlibatan politik, tetapi juga tentang pengambilan kebijakan yang berbasis pada kesepahaman ideologis.

Kehadiran Prabowo diacara tersebut juga dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap peran NU dalam memperkuat peran keagamaan dalam kehidupan politik. “Visit Agenda ini menjadi bukti bahwa NU tidak pernah terpisah dari isu-isu nasional,” ujarnya. Prabowo menyebut bahwa NU memiliki kemampuan untuk menjadi penghubung antara berbagai elemen masyarakat, termasuk dalam menyuarakan kepentingan bangsa.

Ikut berdiskusi