Indonesia Siap Kuasai Harga Komoditas Sendiri Lewat Bursa Mineral
Faktanaya.com – Puluhan tahun lamanya, negara-negara asing menjadi penentu utama harga berbagai produk strategis asal Indonesia. Mulai dari kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, hingga karet, harga jualnya kerap dikendalikan oleh bursa-bursa komoditas di luar negeri. Kondisi inilah yang kini hendak diubah oleh pemerintah melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
Konteks Pernyataan di IIGCE 2026
Pernyataan tegas soal rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, saat menghadiri The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kedaulatan harga atas kekayaan alam harus kembali ke tangan rakyat Indonesia sendiri.
“Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden itu, diharapkan seluruh komoditas sumber daya alam kita, yang kita hasilkan dari negara kita, ya kita sendiri yang mengatur harganya.”
Perubahan Harga Batu bara sebagai Bukti
Bahlil menyoroti kasus batu bara sebagai contoh nyata. Pada periode kedua Juli 2025, harga komoditas tersebut sempat jatuh hingga 97,65 dolar AS per ton. Namun, setelah pemerintah menerapkan pengetatan pasokan dan menjaga keseimbangan antara supply dan demand, harga mulai membaik.
“Begitu kita bikin pengetatan, menjaga supply and demand, harganya sekarang sudah mulai bagus.”
Sebagai pembanding, penetapan Kementerian ESDM menunjukkan Harga Batubara Acuan (HBA) periode kedua Agustus 2026 telah mencapai 124,06 dolar AS per ton — angka yang jauh melampaui level Juli 2025.
Target Operasional dan Landasan Kebijakan
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Pembentukan lembaga ini merupakan kelanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sudah berjalan, dan telah dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Bapak Presiden Prabowo itu ingin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh negara kita dengan harga keekonomian yang baik.”
Dengan hadirnya bursa tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi menjadi sekadar produsen pasif, melainkan memiliki keleluasan penuh dalam menetapkan harga keekonomian atas setiap komoditas sumber daya alam yang dihasilkannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ada Bursa Mineral Bahlil Tegaskan Indonesia?
Ada Bursa Mineral Bahlil Tegaskan Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ada Bursa Mineral Bahlil Tegaskan Indonesia matter?
Ada Bursa Mineral Bahlil Tegaskan Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

