Nasional

Waka Komisi V DPR: Kebutuhan 5.000 Pengungsi Gempa NTT Sudah Tertangani dengan Baik

6a841456e686e-kapolri-pastikan-keselamatan-warga-jadi-prioritas-27700-korban-gempa-ntt-masih-mengungsi_gemini_1265_711

Waka Komisi V DPR: 5.000 Pengungsi Gempa NTT Tertangani

Faktanaya.com – Waka Komisi V DPR RI Syaiful Huda memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar sekitar 5.000 pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur telah terpenuhi secara memadai. Pernyataan tersebut ia sampaikan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Agustus 2026, setelah pemerintah pusat menyalurkan bantuan logistik bernilai beberapa ton ke wilayah terdampak. Menurut Waka Komisi V DPR, distribusi tenda pengungsian, selimut, air bersih, dan pasokan pangan kini berjalan lancar di seluruh titik pengungsian yang tercatat.

Korban Jiwa Tercatat 71 Orang

Sebelum membahas aspek penanganan pengungsi, penting untuk mencatat bahwa jumlah korban meninggal akibat guncangan gempa di NTT telah bertambah menjadi 71 jiwa. Penambahan satu korban terakhir tercatat di wilayah Kabupaten Nagekeo, sehingga total korban jiwa kini mencapai angka tersebut.

“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam mengalokasikan sumber daya pemulihan, termasuk logistik kemanusiaan dan dukungan kesehatan bagi keluarga korban maupun warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan bangunan.

Penyaluran Logistik untuk Ribuan Pengungsi

Waka Komisi V DPR menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan berupa beberapa ton logistik yang mencakup tenda pengungsian, selimut, perlengkapan dapur lapangan, serta bahan pangan pokok. Seluruh item tersebut telah didistribusikan ke titik-titik pengungsian yang tersebar di kabupaten-kabupaten terdampak.

“Pemerintah pusat sudah mengirimkan bantuan setahu saya beberapa ton terkait dengan kebutuhan para pengungsi kita,” ujar Huda.

Ia menambahkan bahwa sekitar 5.000 pengungsi kini telah memperoleh akses terhadap tenda, selimut, air bersih, dan makanan di area pengungsian. Proses distribusi, menurutnya, berjalan tanpa hambatan berarti berkat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan yang beroperasi di lapangan.

“Kurang lebih sekitar hampir 5.000 pengungsi kita dapat tenda, dapat selimut, semua kebutuhan menyangkut soal di area pengungsian termasuk makan sudah bisa tertangani dengan baik,” ujar Huda.

Pemulihan Listrik dan Infrastruktur Dasar

Salah satu keluhan paling mendesak warga saat gempa terjadi adalah padamnya jaringan listrik di sejumlah kecamatan. Kondisi tersebut memperparah kesulitan pengungsi, terutama pada malam hari dan bagi warga yang bergantung pada listrik untuk penyimpanan obat atau penerangan darurat.

“Kemarin di saat gempa yang paling dikeluhkan adalah soal akses putusnya listrik. Nah update terakhir katanya listrik sudah bisa menyala kembali,” jelas Huda.

Waka Komisi V DPR menyampaikan bahwa tim teknis PLN dan instansi terkait telah berhasil memulihkan aliran listrik di wilayah terdampak. Pemulihan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa layanan kesehatan, komunikasi, dan aktivitas dasar warga dapat kembali berjalan normal.

FAQ: Informasi Praktis untuk Warga Terdampak

Apakah pengungsi yang belum terdaftar di titik resmi masih bisa menerima bantuan? Ya. Warga yang belum terdaftar dapat menghubungi posko pengungsian terdekat atau pemerintah desa setempat untuk melakukan registrasi. Setelah terdaftar, distribusi tenda, selimut, dan pangan akan diarahkan ke lokasi pengungsian yang bersangkutan.

Bagaimana cara melaporkan kerusakan rumah agar mendapat penanganan? Warga dapat melaporkan melalui kelurahan atau kecamatan setempat, atau menghubungi posko BNPB di kabupaten terdampak. Tim asesmen akan melakukan verifikasi lapangan sebelum bantuan perbaikan atau relokasi diberikan.

Kapan aliran listrik di seluruh wilayah terdampak dipulihkan sepenuhnya? Berdasarkan informasi yang disampaikan Waka Komisi V DPR, pemadaman utama telah teratasi. Namun, beberapa titik yang mengalami kerusakan kabel atau tiang mungkin memerlukan waktu tambahan. Warga disarankan memantau pengumuman resmi dari PLN dan pemerintah daerah.

Apakah ada bantuan khusus untuk lansia dan anak-anak di pengungsian? Bantuan pangan dan selimut didistribusikan tanpa pembedaan usia. Untuk kebutuhan medis khusus, posko kesehatan di area pengungsian menyediakan layanan pemeriksaan dasar. Warga yang membutuhkan rujukan lanjutan dapat menghubungi petugas kesehatan di posko terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *