Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Key Strategy: Penyebab 2 Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Heat Stroke-Henti Jantung

Charles Lopez - faktanaya.com 3 mins baca

Key Strategy: Dua Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Latihan Militer, Heat Stroke dan Henti Jantung Key Strategy - Jakarta, VIVA

Key Strategy: Penyebab 2 Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Heat Stroke-Henti Jantung

Key Strategy: Dua Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Latihan Militer, Heat Stroke dan Henti Jantung

Key Strategy – Jakarta, VIVA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengakui adanya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kopdes/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia selama mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan efektivitas program yang bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola desa dan kampung nelayan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 18 dan 22 Juni 2026, saat dua peserta, Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, mengalami kondisi kritis selama latihan. Menurut Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, kejadian ini telah dikonfirmasi setelah informasi viral di media sosial. Key Strategy mengatakan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi proses pelatihan untuk memastikan keselamatan peserta.

Proses Latihan Militer yang Memicu Kematian

Latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang diikuti oleh Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq merupakan bagian dari program SPPI yang bertujuan melatih calon pengelola Kopdes/Kelurahan Merah Putih. Anisa, yang mengenyam pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, mengalami gangguan kesehatan setelah beraktivitas intensif selama beberapa hari. Ia dibawa ke fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Anisa Muyassaroh dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke setelah melalui pemeriksaan medis,” jelas Rico dalam keterangan pers yang diberikan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq, peserta di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026. Ia sempat diberi pertolongan di lokasi latihan, namun kondisinya tidak membaik. Berdasarkan laporan medis, Yonanda meninggal akibat henti jantung.

Penyebab dan Kondisi Lingkungan saat Latihan

Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa penyebab kematian kedua peserta berkaitan dengan kondisi lingkungan dan intensitas latihan. Heat stroke, yang terjadi pada Anisa, diduga disebabkan oleh cuaca panas serta kelelahan yang berlebihan. Sementara henti jantung pada Yonanda dipicu oleh tekanan fisik yang tinggi selama pelatihan. Rico menegaskan bahwa pihaknya sudah memastikan program ini aman untuk peserta, namun kejadian ini menunjukkan perlunya penguatan Key Strategy dalam mengelola risiko kesehatan.

“Kemhan akan memperbaiki protokol latsarmil agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban,” tambah Rico.

Dalam rangka mengevaluasi Key Strategy, Kemenhan telah meminta laporan lengkap dari instansi terkait. Penelusuran menyeluruh akan dilakukan untuk memahami apakah ada kekurangan dalam pemeriksaan kesehatan awal atau pengawasan selama pelatihan. Selain itu, pihak Kemenhan juga berencana menambahkan sesi pemanasan dan pemantauan khusus bagi peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dua kejadian yang berurutan ini menimbulkan kritik dari warga dan aktivis lokal. Mereka menilai bahwa latihan militer bagi warga sipil, terutama yang belum terbiasa dengan aktivitas fisik berat, perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan peserta. Key Strategy membenarkan adanya kekhawatiran tersebut dan menegaskan bahwa revisi akan dilakukan guna memastikan program tetap efektif dan aman.

Kementerian Pertahanan juga memberikan penjelasan bahwa latsarmil adalah bagian dari upaya membangun kekuatan pengelolaan lokal. Program ini bertujuan melatih peserta dalam bidang pertahanan, seperti teknik pertolongan pertama, manajemen risiko, dan pengendalian situasi darurat. Meski begitu, adanya dua kematian ini menjadi momentum untuk mengulang dan memperkuat Key Strategy dalam meningkatkan kualitas pelatihan tersebut.

Ikut berdiskusi