Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Official Announcement: Pramono Sebut Perputaran Ekonomi Jakarta International Marathon 2026 Tembus Rp255 Miliar

Sarah Johnson - faktanaya.com 3 mins baca

Pramono: Jakarta International Marathon 2026 Berdampak Ekonomi Rp255 Miliar Official Announcement dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyebutkan

Official Announcement: Pramono Sebut Perputaran Ekonomi Jakarta International Marathon 2026 Tembus Rp255 Miliar

Pramono: Jakarta International Marathon 2026 Berdampak Ekonomi Rp255 Miliar

Official Announcement dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyebutkan bahwa Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 akan menjadi event olahraga besar yang memberikan kontribusi ekonomi signifikan. Dalam pernyataannya, Pramono menegaskan bahwa perputaran ekonomi akibat penyelenggaraan lomba ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp255 miliar, menjadikannya salah satu acara yang berdampak luas bagi sektor perekonomian kota.

Perputaran Ekonomi yang Membesar

JAKIM 2026, yang disponsori oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN), akan memperkuat peran olahraga sebagai penggerak ekonomi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), acara ini diharapkan mendorong aktivitas usaha lokal melalui peningkatan pengeluaran peserta, pembelian produk, dan kunjungan wisatawan ke Jakarta. Faktor seperti wisata lari, promosi kota, dan kegiatan pendukung seperti kios kuliner dan layanan transportasi akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota.

Menurut Pramono, Official Announcement ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan ekonomi akibat pandemi dan menggerakkan kembali investasi di sektor pariwisata. “JAKIM 2026 adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Jakarta masih mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi,” ujar Pramono. Ia menambahkan, dampak ekonomi dari event ini tidak hanya terbatas pada pembelian langsung, tetapi juga mencakup manfaat jangka panjang seperti peningkatan daya tarik kota sebagai destinasi internasional.

Langkah Peningkatan Fasilitas Kesehatan

Dalam Official Announcement yang sama, Pramono juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan fasilitas kesehatan selama penyelenggaraan JAKIM 2026. Ini dilakukan sebagai respons atas kejadian kematian peserta lomba di kategori half marathon, Agus Putranadi, yang diduga akibat serangan jantung dan dehidrasi.

“Memang benar terjadi kematian satu peserta akibat diduga serangan jantung dan dehidrasi,” terang Pramono kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 24 Juni 2026. “Kita akan memperbaiki perawatan dan ketersediaan layanan kesehatan agar lebih siap menghadapi situasi darurat.”

Peningkatan fasilitas kesehatan meliputi penambahan jumlah petugas medis, perbaikan sarana transportasi darurat, serta kemitraan dengan rumah sakit lokal. Pramono menjelaskan, langkah ini bertujuan menjaga keselamatan peserta dan meningkatkan kualitas layanan di setiap tahap acara. “Meski dukungan medis untuk JAKIM 2026 sudah memadai, kita tetap ingin mengantisipasi segala kemungkinan,” imbuhnya.

Visi JAKIM 2026 sebagai Event Nasional

Dalam Official Announcement yang diberikan, Pramono menekankan bahwa JAKIM 2026 tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform untuk meningkatkan ekonomi dan keragaman budaya Jakarta. Ia mengatakan, acara ini akan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM, seperti penyedia makanan, pakaian lari, dan layanan fotografi, yang bisa memperoleh peluang bisnis dari ribuan peserta yang hadir.

Menurut Pramono, JAKIM 2026 juga akan menjadi wadah promosi Jakarta kepada dunia internasional. “Kita ingin menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya berfokus pada kota besar, tetapi juga pada kota yang ramah dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan, acara ini akan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, termasuk pengunjung luar negeri yang berkontribusi pada penerimaan devisa dan keterlibatan budaya.

“Dengan perputaran ekonomi hingga Rp255 miliar, kita optimis bahwa JAKIM 2026 akan berdampak positif bagi masyarakat Jakarta,” pungkas Pramono. “Event ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja ekonomi melalui kegiatan luar biasa.”

JAKIM 2026 yang akan digelar pada 30 Januari 2026 ini diharapkan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Asia Tenggara. Dengan kombinasi antara kualitas layanan, inovasi dalam pengelolaan, dan dukungan masyarakat, acara ini bisa menjadi titik balik bagi perekonomian Jakarta. Pramono juga menyebut bahwa perputaran ekonomi ini akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan instansi pemerintah.

Ikut berdiskusi