Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Bos Danantara Buka Peluang PFII Beroperasi di Jakarta selama Masa Transisi

Charles Lopez - faktanaya.com 2 mins baca

Bos Danantara Buka Peluang PFII untuk memulai operasinya di ibu kota Jakarta. Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai memiliki potensi besar

Bos Danantara Buka Peluang PFII Beroperasi di Jakarta selama Masa Transisi

PFII Siap Beroperasi di Jakarta Selama Periode Transisi, Kata Rosan Roeslani

Faktanaya.com – Bos Danantara Buka Peluang PFII untuk memulai operasinya di ibu kota Jakarta. Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai memiliki potensi besar untuk segera menjalankan fungsinya sebagai jantung ekonomi baru Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Rosan Roeslani, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Menurut analisis mendalam yang dilakukannya, proses transformasi Indonesia menjadi pusat finansial bertaraf global memerlukan durasi antara dua hingga tiga tahun untuk mencapai kematangan penuh.

Keputusan strategis ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan tindak lanjut cepat terhadap pembentukan PFII. Langkah tersebut diambil setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2026. Pengesahan ini menandai babak baru dalam sejarah ekonomi Indonesia yang akan membawa perubahan signifikan dalam sistem keuangan nasional.

Memang rencananya itu akan dibuat di Bali. Tapi kan perlu ada persiapan, mungkin selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional, jelas Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa dalam kurun waktu transisi tersebut, Jakarta akan menjadi lokasi sementara sebelum pengembangan lebih lanjut dilakukan baik di Jakarta maupun Bali. Terkait modal awal pendirian PFII, rencana yang ada menyebutkan penggunaan Gedung Danareksa yang berlokasi di Jakarta sebagai fasilitas utama. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk efisiensi biaya dan waktu.

Dari sisi pendirian, Rosan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai investor domestik maupun internasional. Respons yang diterima dari para pihak tersebut menunjukkan sikap positif terhadap keberadaan pusat finansial baru ini. Banyak investor yang tertarik untuk berpartisipasi dalam pengembangan PFII mengingat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Target Operasional dan Sumber Pendanaan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya telah menetapkan target tahun 2026 sebagai awal operasional PFII. Dalam pernyataannya usai menghadiri konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026, Purbaya menyebutkan bahwa masih ada beberapa peraturan pemerintah yang perlu diselesaikan sebelum operasional penuh dapat dimulai. Proses penyusunan regulasi pendukung ini menjadi kunci keberhasilan implementasi PFII di Indonesia.

Kita lihat nanti ada PP (Peraturan Pemerintah) segala macam belum disusun. Kita harapkan peraturan terlaksana 6 bulan, ujar Purbaya.

Purbaya juga menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya berfungsi sebagai dana cadangan untuk operasional PFII apabila diperlukan. APBN tidak akan menjadi sumber pembiayaan utama. Pendanaan awal pembangunan PFII utamanya bersumber dari kantong para investor, termasuk Danantara, sehingga keterlibatan APBN hanya bersifat antisipatif. Model pendanaan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak partisipasi dari sektor swasta dalam pengembangan pusat finansial baru Indonesia.

Ikut berdiskusi