Bos Pengusaha Buka Suara soal Mal Besar Ramai-ramai Dipagari Besi Tinggi, Ternyata Bukan karena Ancaman Kerusuhan
```html
Faktanaya.com – “`html
Pagaran Mal Besar Bukan Karena Ketakutan Akan Kerusuhan
Jakarta, VIVA – Masyarakat kini ramai membahas fenomena pemasangan pagar besi berukuran besar pada sejumlah pusat perbelanjaan. Dokumentasi visual yang tersebar luas di platform media sosial menunjukkan beberapa mal di kota Jakarta maupun Surabaya telah diselimuti struktur logam setinggi kurang lebih dua setengah meter. Kondisi ini memicu beragam asumsi di kalangan netizen.
Penjelasan dari Pimpinan APPBI
Menyikapi viralnya topik tersebut, Alphonzus Widjaja selaku Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memutuskan untuk memberikan klarifikasi resmi. Ia menekankan bahwa keputusan pemasangan pagar sama sekali tidak didasari oleh kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan. Sebaliknya, langkah ini diambil sebagai upaya manajemen dalam mengatur aksesibilitas pengunjung serta memperkuat sistem keamanan di kawasan komersial.
Menurut Alphonzus, prioritas utama dari instalasi pagar adalah menciptakan keteraturan pada pergerakan orang yang keluar dan masuk. Ketika area terbuka tanpa pembatas, pengunjung cenderung melintas dari berbagai arah yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitarnya.
“Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar,” ujarnya saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Fenomena yang Sudah Ada Sejak Lama
Alphonzus menambahkan bahwa penggunaan pagar bukanlah hal yang baru dalam dunia pusat perbelanjaan. Bahkan, beberapa mal di Indonesia sudah menerapkan sistem pagar sejak awal mereka mulai beroperasi. Oleh karena itu, kehadiran pagar di beberapa lokasi belakangan ini tidak serta merta bisa dihubungkan dengan masalah keamanan tertentu.
“Kalau kita lihat sebetulnya, yang pasang pagar ini kan kebetulan saja. Tapi sebelumnya banyak juga pusat belanja yang sudah berdiri sejak awal dengan pagar. Jadi saya kira tujuan utamanya adalah untuk lebih menertibkan akses keluar masuk,” katanya.
Setiap pengelola kawasan komersial memiliki pertimbangan operasional tersendiri dalam mengatur pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki. Tujuannya agar aktivitas di sekitar mal tetap tertib dan tidak menimbulkan gangguan.
Fungsi Ganda sebagai Pembatas Keamanan
Selain berperan dalam mengatur mobilitas pengunjung, APPBI juga mengakui bahwa pagar memiliki fungsi sebagai perimeter keamanan. Hal ini terutama relevan bagi pusat perbelanjaan yang berlokasi di wilayah yang sering menjadi tempat pelaksanaan aksi demonstrasi.
Keberadaan pagar memberikan garis batas yang tegas antara ruang publik di luar gedung dengan zona operasional di dalam pusat perbelanjaan. Dengan demikian, kegiatan yang berlangsung di dalam mal dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa terganggu dari luar.
“`