Bisnis

Dorong Swasta Garap PLTS 100 GWp, Bahlil: Kalau Harganya Kompetitif, Kami Kasih ke IPP!

6a85629ae6e6e-menteri-esdm-bahlil-lahadalia_gemini_1265_711-1

Bahlil Dorong Swasta Garap PLTS 100 GWp

Faktanaya.com – Di Gilimanuk, Bali, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan tegas kepada pelaku industri: pemerintah membuka pintu lebar bagi Independent Power Producer (IPP) untuk mengambil peran dalam program nasional pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala 100 gigawatt peak. Pernyataan itu ia lontarkan saat menghadiri seremoni Launching sekaligus Groundbreaking Program PLTS 100 GWp pada Selasa, 25 Agustus 2026, dengan nada yang tidak meninggalkan ruang tafsir.

“Kami mendorong IPP. Kalau harganya kompetitif, kami kasih IPP,” tegas Bahlil di hadapan hadirin.

Meski demikian, Bahlil juga menggarisbawahi skenario cadangan. Apabila tidak ada satu pun pihak swasta yang mampu menawarkan tarif kompetitif, negara akan mengambil alih kendali penuh atas seluruh tahapan proyek. Pembiayaan dalam skenario tersebut akan disalurkan melalui Danantara dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, serta keterjangkauan tarif bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Detail 14 Proyek PLTS dengan Total Kapasitas 5,3 GWp

Pemerintah telah memetakan 14 proyek PLTS yang secara agregat menyentuh kapasitas 5,3 GWp. Proyek-proyek itu tersebar dalam empat kategori tahapan pembangunan, mulai dari yang siap dilelang hingga yang mendekati peresmian operasional. Keenam proyek siap tender menyumbang porsi terbesar, yakni 4.548,92 MWp.

Kategori siap tender mencakup PLTS Terapung Jatiluhur (1.688 MWp) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat; PLTS Terapung Cirata (1.250 MWp) di Waduk Cirata, Purwakarta, Jabar; serta PLTS Terapung Jatigede (636 MWp) di Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar. Selain itu terdapat PLTS+BESS Klaster Madura (605 MWp, Sumenep, Jawa Timur) yang dirancang mendukung program Fat Burning Madura untuk memutus ketergantungan BBM di kepulauan. PLTS Bali (300 MWp) di Gilimanuk, Jembrana, turut berperan mengeliminasi penggunaan bahan bakar minyak di Pulau Dewata, sementara PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta (69 MWp) melengkapi daftar enam proyek siap lelang.

Tiga proyek lain telah melewati tahap groundbreaking: PLTS Banyuwangi (130,2 MWp), PLTS Pasuruan (132 MWp), dan PLTS Terapung Gajah Mungkur (134,2 MWp). Pada tahap konstruksi, PLTS Terapung Karangkates (133 MWp) mencatat progres 56,54 persen, PLTS Terapung Saguling (92 MWp) berada di angka 44,4 persen, dan PLTS Tembesi (46 MWp) telah melampaui 65 persen penyelesaian fisik. Dua proyek berskala kecil, PLTS Pulau Sembur (0,92 MWp) di Kepulauan Riau dan PLTS Pulau Rengit (0,078 MWp) di Bangka Belitung, kini memasuki fase peresmian operasional.

Nilai Investasi dan Dampak Fiskal Nasional

Kelima belas proyek PLTS dalam program ini menyerap investasi sekitar 7,7 miliar dolar AS, setara kurang lebih Rp135 triliun. Dari sisi fiskal, pemerintah memperkirakan penghematan APBN mencapai Rp4,6 triliun setiap tahunnya berkat berkurangnya subsidi bahan bakar fosil. Angka tersebut menegaskan bahwa transisi ke energi surya bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan juga instrumen efisiensi anggaran negara.

FAQ

Apakah IPP benar-benar boleh mengambil alih proyek PLTS 100 GWp? Ya, sepanjang tarif yang ditawarkan kompetitif di pasar. Jika tidak ada IPP yang memenuhi syarat, negara melalui Danantara akan menjalankan proyek secara langsung.

Berapa total kapasitas yang sudah dipetakan pemerintah? Sebanyak 14 proyek dengan agregat 5,3 GWp, tersebar dalam empat kategori tahapan mulai dari siap tender hingga peresmian.

Bagaimana dampak fiskal program ini? Pemerintah memperkirakan penghematan APBN sekitar Rp4,6 triliun per tahun setelah seluruh proyek beroperasi dan menggantikan pembangkit berbasis BBM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *