IHSG Ambles 3,36 Persen Saat Penutupan – Saham BUMI hingga DSSA Jadi yang Paling Banyak Diburu Investor
an DSSA Jadi Saham Paling Diburu IHSG Ambles 3 36 Persen Saat - Pada hari Rabu, 24 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan
IHSG Ambles 3,36 Persen Saat Penutupan – BUMI dan DSSA Jadi Saham Paling Diburu
IHSG Ambles 3 36 Persen Saat – Pada hari Rabu, 24 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, mencatatkan koreksi sebesar 3,36 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang menguat setelah pasar kembali dari istirahat makan siang, menciptakan dinamika perdagangan yang menarik perhatian investor.
Indeks Mengalami Pelemahan Konsisten
Dikutip dari laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.896,417, menurun 3,36 persen dari penutupan sebelumnya. Koreksi ini memperjelas bahwa pasar saham Indonesia sedang berada dalam fase tekanan, terutama setelah kembali ke level psikologis 6.000 yang sempat menjadi titik kunci bagi pelaku pasar.
Pergerakan IHSG sepanjang hari terlihat terus menurun, meski sempat mencapai titik tertinggi harian di 6.171,38 pada pembukaan sesi. Namun, tekanan jual yang menguat akhirnya mendorong indeks ke level terendah harian di 5.876,93, sebelum ditutup di 5.896,417. Pelemahan ini menyebabkan hilangnya sekitar 205 poin dari posisi penutupan sebelumnya.
Koreksi yang Memengaruhi Indeks Utama
Bukan hanya IHSG, sejumlah indeks utama di BEI juga mengalami penurunan signifikan. Indeks LQ45 turun 2,99 persen ke 580,517, sementara IDX30 dan IDX80 masing-masing mencatatkan penurunan 2,75 persen dan 3,63 persen. Indeks IDXLQ45LCL juga melemah 2,86 persen, menunjukkan tekanan jual yang meluas di berbagai sektor.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari pelaku pasar domestik. Beberapa investor memilih untuk menjual saham di sektor tertentu, terutama setelah harga saham mencapai titik psikologis yang kritis.
Volume Transaksi Menjadi Faktor Pendorong
Di tengah pelemahan pasar, volume transaksi saham tetap tinggi. Data BEI menunjukkan total nilai perdagangan mencapai Rp32,93 triliun, dengan lebih dari 40,10 miliar lembar saham diperdagangkan. Frekuensi transaksi bahkan melampaui 1,75 juta kali, mengindikasikan kegiatan pasar yang tetap aktif meski IHSG sedang melemah.
Situasi ini menarik perhatian para analis yang memperkirakan bahwa indeks akan melanjutkan tren penurunan keesokan hari. Namun, beberapa saham tetap menjadi favorit investor, terutama BUMI dan DSSA, yang menjadi instrumen yang paling banyak diburu.
Saham BUMI dan DSSA: Favorit Investor dalam Kondisi Pelemahan
Menurut data BEI, saham BUMI dan DSSA tercatat sebagai yang paling banyak diperdagangkan hari ini. Meski IHSG mengalami penurunan, keduanya menunjukkan aktivitas beli yang tinggi, menarik minat investor untuk mencari peluang di tengah volatilitas pasar. Saham BUMI, yang terkait dengan sektor infrastruktur, memperlihatkan pergerakan yang stabil meski terdampak IHSG.
DSSA, sebagai perusahaan teknologi, juga menjadi pilihan utama investor. Aksi beli terhadap saham ini menunjukkan keyakinan bahwa sektor digital akan tetap tumbuh meskipun IHSG sedang melemah. Analis memperkirakan bahwa keduanya akan menjadi pendorong utama dalam pemulihan pasar di masa depan.
Analisis Pasar dan Prospek Selanjutnya
Koreksi IHSG yang mencapai 3,36 persen menjadi momentum untuk mengevaluasi strategi investasi. Meskipun kondisi pasar sedang bergerak ke bawah, banyak pelaku pasar memandang ini sebagai peluang untuk membeli aset yang undervalued. Aksi beli di BUMI dan DSSA mencerminkan ketahanan sektor tertentu di tengah tekanan umum.
Prospek IHSG ke depan akan bergantung pada faktor-faktor seperti kinerja ekspor, inflasi, dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Dalam konteks ini, IHSG yang mengalami penurunan hari ini mungkin akan kembali ke level psikologis 6.000 jika kondisi ekonomi stabil. Namun, jika tekanan terus berlanjut, indeks bisa mencapai titik terendah lebih lanjut.