Bisnis

IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Menguat Serupa Wall Street, Bursa Asia Cenderung Melemah

695cfcf037140-ihsg_1265_711-1

IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Menguat

Faktanaya.com – Pasar modal Indonesia memulai sesi perdagangan Senin, 10 Agustus 2026 dengan sentimen optimis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 30 poin atau setara dengan 0,48 persen, sehingga menyentuh level 6.440 pada pembukaan. Penguatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik di tengah ketidakpastian global.

Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, mengungkapkan bahwa tren kenaikan IHSG diperkirakan akan berlanjut sepanjang hari ini. Dalam analisis harian yang dirilis pada Senin tersebut, ia menegaskan bahwa indeks saham Indonesia memiliki peluang kuat untuk kembali bergerak naik, sejalan dengan kinerja Wall Street yang ditutup dengan rekor baru pada Jumat pekan lalu.

“IHSG berpotensi bergerak kembali menguat hari ini,” kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 10 Agustus 2026.

Performa Bursa Asia dan Faktor Global

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat pekan lalu, berbagai bursa di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi dengan kecenderungan turun. Investor global tampak menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang diyakini akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed pada bulan depan. Ketegangan di wilayah Timur Tengah juga turut mendorong harga minyak kembali menguat, memberikan dampak positif bagi negara-negara eksportir energi.

Di Jepang, indeks Nikkei mengalami pelemahan sebesar 0,12 persen, sedangkan indeks Topix justru mencatat kenaikan 0,47 persen. Penurunan Nikkei disebabkan oleh penurunan saham-saham terkait AI dan chip yang lebih besar daripada kenaikan yang meluas, sementara SoftBank Group merosot meskipun melampaui ekspektasi pasar untuk pendapatan kuartal I-2026. Bursa saham Korea Selatan juga mencatat penurunan, karena kekhawatiran investor atas perdagangan AI dan fluktuasi liar pada saham chip membuat sentimen tetap rendah. Indeks KOSPI turun 0,6 persen dan KOSDAQ melemah 0,4 persen.

Data Ekonomi Regional dan Domestik

Pertumbuhan ekonomi Filipina melambat pada kuartal II-2026 dan berada di bawah ekspektasi, seiring perlambatan belanja pemerintah dan dampak krisis di Timur Tengah. Selain itu, PDB tumbuh 2,3 persen (yoy) pada kuartal II-2026. Di China, ekspor pada Juli 2026 melampaui ekspektasi dan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, meningkat 23,9 persen (yoy) pada Juli 2026.

Di domestik, BI melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 mencapai US$145,3 miliar, turun tipis dari bulan sebelumnya mencapai US$145,6 miliar. Fanny juga memberikan gambaran teknis mengenai level-level penting bagi IHSG. “Support IHSG berada di level 6.320-6.370 sementara resist IHSG di rentang 6.440-6.520,” ujarnya. Level-level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam mengambil keputusan trading harian.

Wall Street Tutup Rekor Baru

Sebagai informasi, Wall Street ditutup menguat pada Jumat pekan lalu, dengan indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan baru. Penguatan Wall Street terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang melemah dari perkiraan, meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah non-farm payrolls justru turun 23.000 pekerjaan pada Juli 2026, atau jauh di bawah ekspektasi penambahan sebesar 80.000 pekerjaan.

Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen pada Juli, dari 4,2 persen pada Juni 2025. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya jumlah pekerja yang berada dalam angkatan kerja. Kinerja positif Wall Street ini memberikan dampak positif bagi IHSG yang dibuka menghijau dan berpotensi menguat lebih lanjut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang IHSG Hari Ini

Apa yang menyebabkan IHSG dibuka menghijau hari ini? IHSG dibuka menghijau akibat sentimen positif dari Wall Street yang ditutup dengan rekor baru, serta harapan investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang tidak akan terlalu agresif.

Berapa level support dan resist IHSG saat ini? Berdasarkan analisis teknis, support IHSG berada di level 6.320-6.370 sementara resist IHSG di rentang 6.440-6.520.

Bagaimana kinerja bursa Asia lainnya? Bursa Asia cenderung melemah dengan Nikkei turun 0,12 persen, KOSPI turun 0,6 persen, dan KOSDAQ melemah 0,4 persen. Namun, Topix Jepang justru mencatat kenaikan 0,47 persen.

Apa faktor pendorong utama penguatan IHSG? Faktor pendorong utama termasuk kinerja Wall Street yang positif, data ketenagakerjaan AS yang melemah dari perkiraan, serta sentimen positif terhadap kebijakan moneter global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *