Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Key Discussion: Sebut Jumlah Masyarakat yang Gak Punya Rekening Bank Turun, Bos LPS: Ekonomi Bergerak

Sarah Johnson - faktanaya.com 3 mins baca

akat Tanpa Rekening Bank Turun, Ekonomi Mulai Bergerak Key Discussion – Jakarta, VIVA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap bahwa jumlah penduduk yang

Key Discussion: Sebut Jumlah Masyarakat yang Gak Punya Rekening Bank Turun, Bos LPS: Ekonomi Bergerak

Key Discussion: Jumlah Masyarakat Tanpa Rekening Bank Turun, Ekonomi Mulai Bergerak

Key Discussion – Jakarta, VIVA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap bahwa jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank terus menurun. Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS, mengatakan data ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam perilaku keuangan masyarakat, yang menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi semakin membaik. Tren ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk dalam Key Discussion yang terjadi selama rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Komisi XI DPR RI.

Key Discussion: Tren Penurunan Masyarakat Tanpa Rekening Bank Menjadi Indikator Ekonomi Meningkat

Dalam Key Discussion, Anggito menjelaskan bahwa penurunan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank tidak hanya mencerminkan peningkatan akses ke layanan keuangan, tetapi juga menggambarkan perubahan pola konsumsi dan transaksi. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih banyak menggunakan alat keuangan formal untuk beraktivitas sehari-hari,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026. Data resmi LPS mencatat bahwa penurunan tersebut terjadi secara bertahap, namun terus bergerak ke arah peningkatan inklusi keuangan.

Analisis Dampak pada Ekonomi

Anggito menegaskan bahwa perpindahan dana ke rekening bank menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan likuiditas pasar dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. “Kenaikan jumlah rekening aktif terutama di sektor kecil dan menengah menunjukkan bahwa ekonomi sedang memasuki fase pemulihan,” jelasnya. Dalam Key Discussion, dia juga menyoroti peran LPS dalam memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia, terlebih setelah pandemi yang mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan uang.

Key Discussion: Pertumbuhan Simpanan dan Transaksi Digital

Secara mikro, LPS mengamati bahwa simpanan masyarakat mengalami peningkatan meski pertumbuhannya melambat. Anggito menambahkan, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada rekening pribadi, tetapi juga di rekening bisnis, terutama yang terkait dengan transaksi digital. “Simpanan di kategori besar, seperti rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar, meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir,” ungkapnya. Dalam Key Discussion, perubahan ini dianggap sebagai gejala masyarakat semakin terbuka terhadap perbankan digital dan layanan keuangan inklusif.

Perkembangan Ekonomi dan Kebutuhan Akses

Penurunan jumlah penduduk tanpa rekening bank tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dan inisiatif inklusi keuangan. Anggito menyebut bahwa digitalisasi perbankan, seperti penggunaan dompet digital dan layanan mobile banking, memainkan peran kunci dalam mengurangi kesenjangan akses. “Selain itu, kampanye pengenalan produk keuangan oleh lembaga pemerintah dan swasta membantu meningkatkan penetrasi rekening bank,” jelasnya. Dalam Key Discussion, data ini dipertimbangkan sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan transisi ke ekonomi modern.

Key Discussion: Faktor Pendukung dan Tantangan yang Masih Ada

Anggito juga menyebut bahwa beberapa faktor lain turut memengaruhi penurunan jumlah masyarakat tanpa rekening, seperti peningkatan kualitas layanan perbankan dan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. “Meski demikian, masih ada tantangan, seperti kesulitan akses di daerah terpencil atau kurangnya literasi keuangan di kalangan usia muda,” katanya. Dalam Key Discussion, LPS berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, bank, dan lembaga keuangan lainnya untuk mempercepat proses ini.

Lebih lanjut, Anggito mengatakan bahwa peningkatan jumlah rekening dan simpanan masyarakat mengiringi perbaikan kinerja sektor ekonomi seperti sektor keuangan, perdagangan, dan layanan jasa. “Indikator makro seperti cadangan devisa nasional dan pertumbuhan ekspor juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan,” ujarnya. Dalam Key Discussion, data ini menjadi dasar untuk mengevaluasi keberhasilan kebijakan yang ditujukan pada meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan.

Ikut berdiskusi