Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Tumbuh Kuat

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 3 mins baca

Pada Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026 , perusahaan telekomunikasi terbesar Indonesia ini mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Segmen bisnis

Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Tumbuh Kuat

Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026: Pertumbuhan Kuat di Segmen B2C dan B2B

Faktanaya.com – Pada Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026, perusahaan telekomunikasi terbesar Indonesia ini mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Segmen bisnis konsumen (B2C) menunjukkan momentum positif yang signifikan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Telkomsel sebagai anak usaha utama berhasil mencatatkan pendapatan mencapai Rp55,6 triliun, naik 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor Digital Business Data yang tumbuh 11,0% pada semester pertama 2026.

Pemulihan industri mobile terus berlanjut berkat penerapan strategi komersial yang disiplin. Langkah-langkah meliputi penentuan harga yang kompetitif, optimalisasi portofolio produk, serta manajemen nilai pelanggan secara efektif menjadi kunci keberhasilan. Indikator Average Revenue Per User (ARPU) untuk layanan mobile juga mengalami kenaikan menjadi Rp45.600, atau meningkat 9,0% secara tahunan. Pertumbuhan konsumsi digital masyarakat selama masa liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia turut berkontribusi pada peningkatan permintaan akan layanan data berkualitas.

Sementara itu, pada lini fixed broadband, Telkomsel melakukan kalibrasi strategis terhadap basis pelanggannya. Jumlah pelanggan kini tercatat sebesar 9,5 juta, turun dari 10,1 juta pada semester pertama 2025, namun dampaknya terhadap pendapatan kuartalan masih terbatas. Secara kuartalan, ARPU IndiHome naik 3,4% menjadi Rp211.000. Untuk keseluruhan semester, nilai ARPU IndiHome berada di angka Rp207.000 di tengah persaingan harga yang masih berlangsung. Rasio konvergensi juga terus meningkat menjadi 65%, mencerminkan upaya Telkom membangun basis pelanggan berkualitas dan meningkatkan efektivitas monetisasi layanan.

Ringkasan Keuangan Konsolidasi dan Arus Kas Operasional

Menutup semester pertama tahun 2026, Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%. Laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile. Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.

“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Proyeksi dan Strategi Masa Depan

Dengan fondasi keuangan yang kuat, Telkom berencana melanjutkan investasi dalam infrastruktur digital dan pengembangan layanan berbasis cloud. Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan penetrasi pasar di daerah-daerah yang belum terlayani optimal serta pengembangan solusi teknologi untuk sektor enterprise. Manajemen juga menargetkan peningkatan rasio konvergensi lebih lanjut melalui bundling layanan yang lebih menarik bagi pelanggan.

Di sisi lain, persaingan di industri telekomunikasi Indonesia diprediksi akan semakin ketat dengan masuknya pemain baru dan inovasi teknologi 5G. Telkom berkomitmen untuk mempertahankan posisi kepemimpinan melalui diferensiasi layanan dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan secara holistik. Dengan strategi yang telah dirumuskan, perusahaan optimis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan hingga akhir tahun 2026 dan seterusnya.

Ikut berdiskusi