Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Latest Program: Menhub Dudy Ungkap Masih Ada Satu Aplikator Kaji Pototongan Ojol Maksimal 8 Persen yang Berlaku Juli 2026

Christopher Hernandez - faktanaya.com 2 mins baca

Latest Program: Menhub Dudy Nyatakan InDrive Masih Evaluasi Komisi Ojol 8 Persen Hingga 2026 Latest Program - Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub)

Latest Program: Menhub Dudy Ungkap Masih Ada Satu Aplikator Kaji Pototongan Ojol Maksimal 8 Persen yang Berlaku Juli 2026

Latest Program: Menhub Dudy Nyatakan InDrive Masih Evaluasi Komisi Ojol 8 Persen Hingga 2026

Latest Program – Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa satu aplikator, yakni InDrive, masih dalam proses evaluasi dampak kebijakan pemotongan komisi ojek online (ojol) maksimal 8 persen yang akan berlaku pada Juli 2026. Kebijakan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keseimbangan antara kepentingan mitra pengemudi, operasional aplikator, dan kepuasan pelanggan.

Proses Evaluasi InDrive

Dudy menyebutkan bahwa InDrive belum menyelesaikan analisis internal terkait perubahan kebijakan tersebut. Meski demikian, kebijakan komisi 8 persen tidak akan menghambat implementasinya. Menurut Menhub, setiap operator transportasi digital memiliki struktur bisnis dan tingkat persaingan yang berbeda, sehingga perlu waktu adaptasi yang disesuaikan.

Dalam diskusi dengan para operator, Dudy menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi pengemudi ojol, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan, “Kami telah bertemu dengan operator pada Jumat, 26 Juni 2026, untuk memastikan komitmen mereka dalam menerapkan program ini.” Meski demikian, InDrive masih mengevaluasi keseimbangan antara pengurangan komisi dan kualitas layanan yang diberikan.

Kesiapan Operator Besar

Menurut Dudy, perusahaan besar seperti Grab, GoTo, dan Maxim secara prinsip sudah siap menerapkan kebijakan komisi maksimal 8 persen. Namun, mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan proses internal guna menjamin operasional tetap optimal. “Meski komitmen sudah ada, perusahaan masih menyesuaikan mekanisme distribusi keuntungan,” jelasnya.

Latest Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra pengemudi, yang mengharapkan penyesuaian komisi sebagai upaya meningkatkan pendapatan. Pemerintah melihat hal ini sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan industri ojol di tengah persaingan yang ketat. Dudy menegaskan, kebijakan 8 persen akan diterapkan setelah proses evaluasi selesai, termasuk kajian terhadap dampak ekonomi dan sosial.

Sejumlah operator menyatakan bahwa kebijakan komisi maksimal 8 persen akan berdampak positif pada kesetaraan antara pengemudi dan penyedia layanan. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa perubahan ini mungkin memengaruhi pertumbuhan aplikator, terutama yang masih dalam tahap awal pengembangan. Dudy memastikan bahwa pemerintah terus berkomunikasi dengan semua pihak untuk mencari solusi terbaik.

Latest Program ini merupakan bagian dari kebijakan lebih luas yang ditujukan untuk memperkuat regulasi dalam sektor transportasi digital. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan peraturan tambahan, seperti penyesuaian tarif atau pembatasan jumlah pengemudi per aplikator. Dudy menambahkan, kebijakan komisi 8 persen diharapkan dapat menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat dan transparan bagi semua pemangku kepentingan.

Ikut berdiskusi