Menko AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 Terbaik Dunia pada 2029 – Sejajar dengan Changi dan Narita
Menko AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 Terbaik Dunia 2029 Menko AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 - Menko AHY Targetkan Bandara Soetta – Menteri
Menko AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 Terbaik Dunia 2029
Menko AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 – Menko AHY Targetkan Bandara Soetta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono, telah menetapkan target ambisius untuk mendorong Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi salah satu dari sepuluh bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Pencapaian ini diharapkan dapat mencapai level kinerja yang sejajar dengan bandara ternama seperti Bandara Changi di Singapura dan Bandara Narita di Jepang, yang selama ini menjadi benchmark dalam standar layanan, efisiensi, dan kenyamanan bagi penumpang internasional.
Dasar Penetapan Target dan Perkembangan Terkini
Menurut AHY, target tersebut ditetapkan berdasarkan progres yang telah dicapai oleh Soetta dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bandara utama di Indonesia, Soetta kini memiliki peringkat ke-22 secara global, menurut data terbaru yang dirilis oleh lembaga penilai bandara internasional. Meski masih ada jarak dari posisi puncak, AHY yakin dengan potensi peningkatan yang signifikan jika berbagai strategi pengembangan diterapkan secara konsisten.
“Saat ini, bandara tersebut berada di peringkat ke-22 secara global,” kata AHY saat diwawancara di Kantor Kemenko Infrawil, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. “Namun, dengan perbaikan infrastruktur dan layanan, Soetta bisa menembus 10 besar dalam tiga sampai lima tahun ke depan.”
Dalam upayanya memperkuat kemampuan bandara, pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan fasilitas baru, termasuk Terminal 2 yang diperkirakan akan selesai pada 2029. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas penumpang hingga 50 juta per tahun dan menawarkan layanan digital yang lebih canggih, seperti sistem keberangkatan otomatis dan kemudahan akses layanan kesehatan serta keamanan. AHY menekankan bahwa pengembangan ini tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga kualitas layanan yang akan memperkuat daya saing Soetta di tingkat internasional.
Perbandingan dengan Bandara Dunia dan Progres Tahunan
Menurut AHY, Bandara Changi dan Bandara Narita dianggap sebagai contoh sukses dalam menggabungkan kualitas layanan dengan efisiensi operasional. “Kedua bandara tersebut menghadirkan pengalaman penerbangan yang nyaman, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan kapasitas penumpang secara maksimal,” jelasnya. Dalam tiga tahun terakhir, Soetta telah menunjukkan peningkatan peringkat yang konsisten, dengan kenaikan hingga tiga hingga lima posisi setiap tahunnya. Progres ini menjadi bukti bahwa target masuk 10 besar dunia bukanlah sesuatu yang mustahil.
“Artinya selalu ada progres setiap tahunnya,” tambah AHY. “Pemerintah terus berupaya memperbaiki segala aspek, mulai dari keberlanjutan lingkungan hingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional.”
Peningkatan kinerja Soetta juga diiringi dengan peningkatan jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan. Tahun ini, Bandara Soetta diperkirakan akan menerima lebih dari 100 juta penumpang, dengan proyeksi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. AHY menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan konektivitas wilayah, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.
Penilaian Pemerintah dan Strategi Jangka Panjang
Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap 36 bandara internasional di Indonesia, termasuk Soetta, dengan mempertimbangkan berbagai indikator seperti keuangan, keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi terhadap perekonomian. AHY menyinggung bahwa penilaian ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang diambil. “Soetta tidak hanya mengejar peringkat, tetapi juga kepuasan penumpang dan efisiensi operasional,” ujarnya.
Strategi jangka panjang yang digariskan oleh Menko AHY mencakup pengembangan teknologi, optimalisasi sistem manajemen, serta penguatan kolaborasi dengan pihak swasta. Dengan pendekatan holistik ini, Soetta diharapkan bisa menjadi pusat penerbangan yang mampu melayani kebutuhan penumpang internasional sekaligus mendorong perekonomian sekitar. AHY juga menyebutkan bahwa keberhasilan bandara ini akan memberikan dampak positif terhadap kota Tangerang dan kawasan sekitarnya, yang menjadi penghubung utama antar wilayah.
Secara keseluruhan, visi Menko AHY untuk menempatkan Bandara Soetta di antara sepuluh bandara terbaik dunia pada 2029 menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur nasional. Proyek ini bukan hanya tentang peningkatan peringkat, tetapi juga tentang transformasi menuju bandara modern yang mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa. Dengan perencanaan matang dan dukungan dari berbagai pihak, target tersebut dianggap realistis dan akan menjadi bagian dari upaya pengembangan kawasan industri penerbangan Indonesia.