New Policy: Dorong Ratusan UMKM Naik Kelas, SIG Catat Transaksi RB Rembang Capai Rp6,9 Miliar
New Policy: SIG Dorong UMKM Naik Kelas, RB Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar New Policy - Sebuah new policy yang diterapkan oleh PT Semen Indonesia
New Policy: SIG Dorong UMKM Naik Kelas, RB Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
New Policy – Sebuah new policy yang diterapkan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tengah memberikan dampak signifikan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Program Rumah BUMN (RB) Rembang, yang dioperasikan oleh anak perusahaan SIG, menjadi contoh nyata bagaimana new policy ini membantu ratusan pelaku usaha lokal meningkatkan kinerja bisnis mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, RB Rembang telah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMKM, dengan transaksi yang tercatat hingga mencapai Rp6,9 miliar dan menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja.
Strategi Penguatan UMKM Berbasis Desa
Program RB Rembang, yang berdiri pada tahun 2020, dirancang sebagai bagian dari new policy SIG untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pendekatan berkelanjutan. Sebagai sebuah ekosistem usaha yang berbasis desa, RB Rembang menawarkan berbagai kegiatan seperti pelatihan kualitas produk, penguatan merek, dan digitalisasi usaha. Selain itu, program ini juga memfasilitasi ekspansi pasar bagi UMKM, termasuk koneksi dengan pelaku usaha skala besar dan akses ke platform pemasaran digital.
Salah satu keunggulan new policy ini adalah pendekatan komprehensif yang menjangkau berbagai aspek kehidupan usaha. Dengan membangun kepercayaan dan keterampilan pelaku UMKM, RB Rembang berperan aktif dalam meningkatkan daya saing mereka. Selain itu, keberhasilan program ini juga terlihat dari transaksi yang tercatat hingga Rp6,9 miliar, yang menunjukkan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi.
Ekosistem Usaha yang Mendukung Inklusivitas dan Kemandirian
Dalam new policy SIG, RB Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi wadah untuk kolaborasi antar sektor. Program ini melibatkan mitra strategis seperti pemerintah kabupaten, lembaga swadaya masyarakat, dan pengusaha lokal untuk membangun jaringan yang lebih luas. Dengan pendekatan inklusif, RB Rembang mampu menciptakan peluang kerja bagi ribuan warga Rembang, terutama di daerah pedesaan yang sebelumnya kurang terjangkau oleh pasar besar.
Sebagai contoh, Bella Ayu Paramitha, pengusaha batik dari Desa Sekar Mulyo, menjadi bagian dari manfaat new policy ini. Usaha yang ia bangun telah tumbuh pesat, dengan omzet hingga Rp100 juta per bulan. Kemajuan ini berkat pelatihan yang diberikan oleh RB Rembang, termasuk pengembangan strategi pemasaran dan penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen di luar wilayah kabupaten. Kehadiran program ini juga membuka akses bagi UMKM lain untuk belajar dan berkembang secara bertahap.
Dengan new policy SIG, RB Rembang menjadi bukti bahwa transformasi UMKM bisa dilakukan melalui keterlibatan BUMN. Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga memberikan dukungan finansial dan fasilitas logistik. Misalnya, SIG menyediakan akses ke modal usulan, bantuan pengemasan produk, serta penyediaan bahan baku dengan harga terjangkau. Hal ini menjadikan RB Rembang sebagai salah satu model pemberdayaan ekonomi yang bisa diaplikasikan di berbagai wilayah Indonesia.
“New policy SIG bertujuan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih dinamis, khususnya bagi UMKM yang selama ini kesulitan membangun jaringan dan meningkatkan kualitas. Dengan program RB Rembang, kita tidak hanya membantu mereka memperkuat kapasitas internal, tetapi juga memberikan perspektif eksternal yang lebih luas,” kata Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.
Kehadiran new policy ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan menumbuhkan ratusan UMKM, RB Rembang membantu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan mendorong pertukaran nilai di tingkat ekonomi masyarakat. Selain itu, transaksi yang terjadi dalam program ini mencerminkan keberhasilan pengelolaan kerja sama antar sektor dan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN sebagai mitra peningkatan kualitas usaha. Dengan new policy yang terus dikembangkan, SIG berkomitmen untuk menjadi pilar utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.