Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

New Policy: Kawal Proyek Strategis dan Infrastruktur Energi di Tuban, Komut Pertamina Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 3 mins baca

New Policy Mendorong Ketahanan Energi Nasional Melalui Proyek Strategis di Tuban New Policy - Dalam rangka menerapkan New Policy , Komisaris Utama PT

New Policy: Kawal Proyek Strategis dan Infrastruktur Energi di Tuban, Komut Pertamina Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional

New Policy Mendorong Ketahanan Energi Nasional Melalui Proyek Strategis di Tuban

New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan inspeksi terhadap sejumlah proyek strategis dan infrastruktur energi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan untuk memastikan seluruh proyek yang dijalankan Pertamina berjalan optimal dalam mendukung stabilitas pasokan energi nasional. Dengan New Policy, Pertamina semakin fokus pada penguatan keberlanjutan dan ketahanan energi melalui pengembangan infrastruktur yang canggih.

Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) sebagai Pilar Utama New Policy

Kunjungan dimulai dengan peninjauan ke Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), yakni New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban. Proyek ini terintegrasi dengan kompleks petrokimia dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi serta bahan baku industri di seluruh Indonesia. New Policy memberikan kerangka kerja yang menekankan penguatan kapasitas produksi dalam negeri, dan NGRR menjadi salah satu pilar kunci dalam strategi tersebut.

“Ini merupakan aset strategis nasional. Kehadiran saya di Tuban bertujuan memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi bangsa,” kata Iriawan.

Dalam kunjungan tersebut, Iriawan menekankan bahwa pembangunan NGRR menjadi fondasi kritis dalam memperkuat kemandirian energi Indonesia. Proyek ini dirancang dalam tahap dua, dengan harapan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menekan ketergantungan pada impor. Dengan New Policy, Pertamina berkomitmen untuk memastikan proyek ini tercapai secara tepat waktu dan berdampak signifikan pada stabilitas energi nasional.

Fasilitas Terminal BBM dan Strategi Distribusi Sesuai New Policy

Kemudian, Iriawan mengunjungi PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, serta Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur. FT Tuban berperan sebagai pusat distribusi strategis yang menerima produk bahan bakar minyak (BBM) melalui kapal tanker dan jaringan pipa. New Policy juga mencakup pengelolaan terminal ini secara lebih terpadu untuk memastikan distribusi BBM berjalan efisien dan berkelanjutan.

Fasilitas utama ini dilengkapi belasan tangki penyimpanan (storage tank) dengan kapasitas total 305.192 kiloliter (KL), dirancang untuk menyesuaikan karakteristik penguapan berbagai jenis BBM. Dalam kunjungan, Iriawan menyaksikan langsung operasional FT Tuban yang mampu mengelola volume penyaluran sekitar 27.000 KL per hari. New Policy memberikan arahan bahwa terminal seperti ini harus menjadi pusat logistik yang mampu menjawab tantangan distribusi energi di daerah-daerah yang rentan.

“Kunjungan saya sekaligus memastikan seluruh instrumen di lapangan berjalan maksimal dalam menjaga pasokan bahan bakar agar tetap aman di berbagai wilayah,” ungkapnya.

Secara geografis, FT Tuban telah menjadi poros utama distribusi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus), sekaligus menjadi titik logistik lintas daerah. Jangkauan distribusinya mencakup berbagai wilayah seperti Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Maluku, hingga Timor-Leste. New Policy mencakup peningkatan kapasitas terminal ini sebagai bagian dari visi Pertamina untuk mengurangi risiko ketergantungan energi pada daerah lain.

Langkah Strategis dalam Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Dalam konteks terminal LPG Refrigerated Jawa Timur, Iriawan memberikan apresiasi terhadap infrastruktur PSN yang menjadi bagian penting dari roadmap energi nasional. Fasilitas ini diproyeksikan mampu memenuhi 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG dalam negeri. New Policy mendorong Pertamina untuk mengintegrasikan proyek-proyek energi kecil dan besar agar memperkuat jaringan distribusi secara holistik.

Selain proyek NGRR dan terminal BBM, Pertamina juga fokus pada pengembangan infrastruktur penyimpanan dan distribusi LPG yang lebih efisien. Iriawan menekankan pentingnya New Policy dalam menyelaraskan kebijakan energi dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Proyek ini tidak hanya memberikan dampak lokal tetapi juga nasional, karena mampu mengurangi risiko krisis energi di tengah dinamika global.

“New Policy ini memberikan arah yang jelas dalam penguatan ketahanan energi nasional. Pertamina terus berupaya agar semua proyek strategis dapat berkontribusi secara maksimal,” tambah Iriawan.

Dalam peninjauan, Iriawan juga menyoroti kemajuan progres proyek di Tuban dan harapan bahwa semua fasilitas ini bisa beroperasi secara maksimal dalam beberapa tahun mendatang. New Policy memastikan pengawasan terhadap proyek strategis dilakukan secara berkala, dengan tujuan mempercepat pemanfaatan sumber daya dan memperkuat daya tahan energi nasional. Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur energi yang menjadi bagian integral dari kebijakan nasional ini.

Ikut berdiskusi