Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

New Policy: Kisah Rosyidah di Pesisir Indramayu, Mantan PMI yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat BRI

Christopher Hernandez - faktanaya.com 2 mins baca

Kisah Rosyidah di Pesisir Indramayu: Mantan PMI yang Mengembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat BRI New Policy - Di bawah naungan kebijakan baru yang

New Policy: Kisah Rosyidah di Pesisir Indramayu, Mantan PMI yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat BRI

Kisah Rosyidah di Pesisir Indramayu: Mantan PMI yang Mengembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat BRI

New Policy – Di bawah naungan kebijakan baru yang dicanangkan oleh BRI, Rosyidah, mantan pekerja migran Indonesia (PMI), berhasil merintis usaha olahan hasil laut di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, ia memulai perjalanan berwirausaha yang membawa perubahan signifikan bagi masyarakat pesisir. Kebijakan baru ini menjadi pemicu utama dalam memperkuat kemandirian ekonomi Rosyidah, yang sebelumnya menghabiskan empat tahun di Malaysia.

Kebijakan Baru BRI: Gerakan untuk Mengubah Nasib PMI

Kebijakan baru yang diterapkan BRI tidak hanya menjangkau sektor perbankan, tetapi juga memberikan peluang bagi lulusan PMI untuk membangun usaha mereka di Indonesia. Rosyidah menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan ini bisa menjadi jembatan bagi individu yang kembali ke tanah air. Ia memilih Indramayu sebagai lokasi usahanya karena keberadaan sumber daya alam yang melimpah, seperti ikan segar dan bahan-bahan laut lainnya. Kebijakan baru ini membuka akses ke pelatihan dan dana kredit yang ia gunakan untuk mengembangkan usaha olahan hasil laut.

Proses Pemulihan: Dari PMI ke Pengusaha Lokal

Meski kembali ke Indonesia berarti menghadapi tantangan baru, Rosyidah dengan gigih mengubah tantangan menjadi peluang. Ia menyadari bahwa banyak hasil laut yang belum dimanfaatkan secara optimal, dan inilah yang menjadi ide untuk memulai usaha olahan. Kebijakan baru BRI memberikan bantuan berupa pelatihan purna PMI, yang menjadi faktor kunci dalam membuka wawasan serta teknik pemasaran baru. Program ini membimbing Rosyidah dalam menciptakan produk inovatif dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kebijakan baru BRI memberikan kepercayaan dan semangat bagi PMI seperti saya. Dengan adanya pelatihan ini, saya bisa membangun usaha yang lebih produktif dan memberdayakan masyarakat sekitar,” tutur Rosyidah.

Salah satu inovasi yang ia kembangkan adalah olahan ikan menjadi kerupuk yang memiliki daya tarik pasar. Proses ini memerlukan teknik pemrosesan yang canggih dan kehati-hatian dalam menjaga kualitas produk. Rosyidah memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha dengan dukungan kebijakan baru, yang menuntunnya untuk beradaptasi dengan pola pikir modern dalam bisnis. Dengan berbagai strategi pemasaran yang ia terapkan, usahanya mulai mendapatkan pengakuan dan peningkatan penjualan.

“Dengan kebijakan baru BRI, saya bisa mengembangkan usaha dengan lebih efektif. Tidak hanya ilmu teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan membangun jaringan yang sangat bermanfaat,” jelasnya.

Rosyidah juga menyadari bahwa kebijakan baru bukan hanya berdampak pada usahanya, tetapi juga pada komunitas sekitar. Ia memberikan peluang kerja kepada para ibu nelayan, yang sebelumnya banyak mengandalkan hasil laut untuk kebutuhan sehari-hari. Kebijakan ini membuka keterlibatan lebih dalam dalam ekonomi lokal, serta mendorong kolaborasi antara PMI dan masyarakat pesisir. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari BRI, usahanya terus berkembang dan menjadi contoh keberhasilan dalam penerapan kebijakan baru.

Ikut berdiskusi