Bisnis

Prabowo: BRICS Bakal Bawa Masa Depan Negara-negara Global South Tentukan Arah Pembangunan

6aa6854e7cfb7-presiden-prabowo-ktt-brics-new-delhi-india_gemini_1265_711

Prabowo Tekankan Peran BRICS dalam Memperkuat Posisi Global South

Faktanaya.com – Presiden Prabowo Subianto menempatkan BRICS sebagai wadah penting bagi negara-negara Global South untuk memperbesar pengaruh mereka dalam pembahasan pembangunan dunia. Dalam pandangannya, kelompok ini dapat membantu negara berkembang mengambil bagian yang lebih kuat dalam menentukan prioritas global serta arah masa depan bersama.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Pertemuan itu menjadi ruang bagi para pemimpin untuk membicarakan tantangan pembangunan, kerja sama internasional, dan posisi negara-negara berkembang dalam tatanan global.

Bagi Indonesia dan negara-negara Global South lainnya, penguatan peran di forum internasional berkaitan langsung dengan kesempatan menyuarakan kebutuhan pembangunan yang beragam. Isu pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan, ketahanan ekonomi, inovasi, serta kesejahteraan masyarakat tidak selalu memiliki dampak yang sama di setiap negara. Karena itu, keterlibatan yang lebih besar dipandang penting agar kebijakan global juga mencerminkan kepentingan negara berkembang.

“Serta keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan, baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” kata Prabowo melalui keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Minggu, 13 September 2026.

Kerja Sama untuk Peluang dan Ketahanan

Prabowo menggambarkan masa depan yang diharapkan sebagai masa ketika ketangguhan mampu menjaga proses pembangunan, inovasi membuka ruang kesempatan yang lebih luas, dan kolaborasi antarnegara menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pendekatan ini menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan dalam jangka pendek, melainkan juga perlu memiliki daya tahan menghadapi perubahan dan tantangan baru.

Ketangguhan pembangunan dapat dipahami sebagai kemampuan negara dan masyarakat untuk tetap bergerak di tengah berbagai tekanan. Sementara itu, inovasi menjadi unsur penting karena dapat memperluas pilihan dalam menjawab kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kerja sama internasional kemudian diperlukan untuk menghubungkan kepentingan bersama, memperkuat pertukaran pengalaman, serta mendorong hasil yang relevan bagi masyarakat.

Presiden menilai suara Global South perlu semakin diperhitungkan. Negara berkembang memiliki pengalaman, tantangan, dan prioritas yang perlu hadir dalam perumusan kebijakan tingkat dunia. Penguatan posisi tersebut tidak hanya menyangkut representasi dalam forum global, tetapi juga kapasitas untuk ikut memengaruhi keputusan yang berdampak pada pembangunan jangka panjang.

Agenda 2030 Memasuki Tahap Penting

Dalam empat tahun mendatang, komunitas internasional akan memasuki 2030, tahun yang menjadi sasaran pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda ini memuat komitmen negara-negara dunia untuk mengurangi kemiskinan, menjaga planet, dan membangun institusi yang lebih kuat.

Prabowo menegaskan bahwa komitmen internasional tersebut harus tetap dijaga. Tahun 2030, dalam kerangka ini, bukan sekadar penanda akhir bagi serangkaian target, melainkan momentum untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh dan menyiapkan kelanjutan agenda pembangunan.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujar Prabowo.

Penekanan untuk bergerak setelah 2030 memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan kesinambungan. Target yang telah ditetapkan memberi arah, tetapi persoalan kemiskinan, perlindungan lingkungan, perdamaian, dan penguatan kelembagaan memerlukan perhatian yang terus berjalan. Bagi negara berkembang, keberlanjutan ini juga berkaitan dengan kebutuhan memperoleh ruang yang lebih setara dalam merancang sistem global.

Posisi Negara Berkembang dalam Tatanan Dunia

Presiden menyampaikan bahwa Agenda 2030 tidak seharusnya diperlakukan hanya sebagai daftar sasaran dengan tenggat waktu. Ia menekankan pentingnya agenda tersebut dalam mendorong negara-negara berkembang menuju posisi yang layak dalam arsitektur global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.

Pernyataan itu menempatkan pembangunan sebagai persoalan yang tidak terpisahkan dari perdamaian dan kesejahteraan rakyat. Ketika negara berkembang memperoleh kesempatan lebih besar untuk menyampaikan pandangan serta turut menyusun arah kebijakan internasional, aspirasi masyarakat yang mereka wakili dapat lebih diperhatikan dalam pembicaraan global.

Prabowo juga memandang bahwa suara Global South patut didengar dalam upaya mempercepat pelaksanaan Agenda 2030. Peran tersebut tetap penting ketika dunia mulai membicarakan rancangan agenda pembangunan setelah 2030. Dengan demikian, pembahasan masa depan tidak hanya ditentukan oleh sebagian negara, tetapi dapat mencakup perspektif yang lebih luas dari negara-negara berkembang.

BRICS, dalam konteks yang disampaikan Presiden, diharapkan menjadi salah satu saluran untuk memperkuat kerja sama dan posisi bersama Global South. Arah yang ditekankan adalah pembangunan yang tangguh, inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, dengan tujuan akhir berupa kesejahteraan yang dapat dinikmati generasi saat ini maupun generasi berikutnya.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo?

Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo matter?

Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *