Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Topics Covered: ASDP Perkuat Kapasitas Layanan, Pemerintah Percepat Solusi Kepadatan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

Robert Jones - faktanaya.com 3 mins baca

ASDP Perkuat Kapasitas Layanan, Pemerintah Percepat Solusi Kepadatan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Topics Covered: Mengatasi kepadatan pelabuhan

Topics Covered: ASDP Perkuat Kapasitas Layanan, Pemerintah Percepat Solusi Kepadatan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

ASDP Perkuat Kapasitas Layanan, Pemerintah Percepat Solusi Kepadatan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

Topics Covered: Mengatasi kepadatan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk menjadi prioritas utama dalam upaya pemerintah dan ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan kelancaran arus logistik. Dalam rangkaian strategi pengurangan penumpukan kendaraan di jalur utama, perusahaan pelabuhan besar ini bersama pihak pemerintah mengupayakan solusi berbasis kolaborasi lintas sektor dan inovasi teknologi.

Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, perusahaan telah menjalin kerja sama intensif dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, Kesatuan Sopir dan Operator Pelabuhan (KSOP), kepolisian, Gapasdap, INFA, serta asosiasi pengangkutan logistik. Peningkatan kapasitas layanan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang terjadi selama masa puncak, terutama saat arus mudik dan arus logistik naik.

“Kami memahami dampak kesibukan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Dengan penguatan kapasitas layanan dan kerja sama lintas sektor, kami berupaya memastikan pelabuhan ini bisa menyesuaikan kebutuhan mobilitas dan logistik nasional secara berkelanjutan,” ungkap Heru, seperti yang dikutip dari pernyataannya, Kamis, 16 Juli 2026.

Salah satu langkah utama dalam Topics Covered ini adalah pengoptimalan operasional kapal. ASDP terus meningkatkan efisiensi armada dengan menambah jumlah kapal dan memperbaiki jadwal keberangkatan. Selain itu, perusahaan juga memperluas ruang parkir untuk kendaraan logistik agar tidak terjadi penumpukan di jalan raya. Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi tekanan pada jalur utama dan mempercepat waktu pengangkutan barang serta penumpang.

Penyelesaian Infrastruktur dalam Tahap Perencanaan

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, ASDP juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan. Proyek penguatan kapasitas layanan ini mencakup pembangunan tiga struktur jembatan layar (movable bridge) di Dermaga 1, 2, dan 3. Jembatan tersebut dirancang dengan kapasitas 50 ton, sehingga bisa menampung volume kebutuhan transportasi yang meningkat.

“ASDP siap mengikuti arahan pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan pelabuhan secara bertahap. Proses penyelesaian akan terus dijaga agar bisa berdampak optimal pada kepadatan lintasan,” terang Heru dalam pertemuan dengan tim teknis.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan beberapa strategi untuk mempercepat solusi kepadatan pelabuhan. Langkah-langkah ini melibatkan peningkatan kapasitas dermaga yang ada, pemanfaatan pelabuhan pendukung seperti Jangkar, Tanjungwangi, dan Celukan Bawang di Bali Utara, serta perbaikan sistem pengaturan arus kendaraan. Dengan Topics Covered yang terintegrasi, harapan pemerintah adalah meningkatkan aksesibilitas dan kecepatan distribusi barang serta penumpang.

Kepadatan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk tidak hanya memengaruhi waktu tempuh, tetapi juga berdampak pada biaya transportasi dan produktivitas logistik. Untuk mengatasi masalah ini, ASDP mendorong pengguna untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy. Hal ini bertujuan mengoptimalkan pengaturan distribusi dan mengurangi risiko antrean yang bisa meluas ke jalan nasional.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pemerintah telah merancang berbagai solusi alternatif yang akan diterapkan secara bertahap. Peningkatan kapasitas layanan, baik dari sisi operasional maupun infrastruktur, menjadi fokus utama dalam kebijakan pengelolaan transportasi laut. Dengan semangat kolaborasi, ASDP dan pemerintah akan berupaya memastikan pelabuhan utama Jawa-Bali tetap menjadi pilihan utama dalam sistem logistik nasional.

Dalam pertemuan antara Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7), dijelaskan bahwa kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang harus dikelola secara terpadu. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan kapasitas dermaga, penggunaan kapal berukuran lebih besar, serta peningkatan ketersediaan fasilitas di pelabuhan. Topics Covered ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi tekanan pada koridor utama.

Ikut berdiskusi