IFAB Bikin Klarifikasi soal Kartu Merah Breel Embolo saat Swiss Hadapi Argentina di Piala Dunia 2026
Kontroversi seputar keputusan wasit Joao Pinheiro yang memberikan kartu merah kepada Breel Embolo masih menjadi perbincangan hangat. Kejadian tersebut terjadi
IFAB Jelaskan Kasus Kartu Merah Breel Embolo di Piala Dunia 2026
Faktanaya.com – Kontroversi seputar keputusan wasit Joao Pinheiro yang memberikan kartu merah kepada Breel Embolo masih menjadi perbincangan hangat. Kejadian tersebut terjadi saat Swiss menghadapi Argentina dalam babak perempat final Piala Dunia 2026. Meskipun turnamen telah berakhir lebih dari seminggu yang lalu, isu ini terus dibahas oleh para penggemar sepak bola.
Perjalanan Argentina Menuju Final
Spanyol berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di laga final. Gol penentu dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106 pertandingan. Sebelum mencapai puncak, Argentina terlebih dahulu mengalahkan Inggris di semifinal dan Swiss di perempat final. Kedua laga tersebut sempat membuat Argentina tertekan, namun mereka akhirnya mampu meraih kemenangan.
Perubahan permainan saat menghadapi Swiss terjadi akibat kartu merah yang diterima Embolo di babak kedua. Wasit Pinheiro mengubah kartu kuning yang seharusnya diberikan kepada Leandro Paredes menjadi kartu kuning kedua untuk Embolo. Alasan pemberian kartu tersebut adalah karena Embolo terdeteksi melakukan diving.
Klarifikasi Resmi dari IFAB
Meskipun Embolo memang terlihat melakukan diving, cara Pinheiro memanfaatkan VAR disinyalir mengandung kesalahan. Referee tersebut meninjau ulang peristiwa tersebut untuk menangani kesalahan identitas. Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Selasa, 28 Juli 2026, IFAB menjelaskan bahwa VAR hanya dapat mengintervensi kesalahan identitas, bukan untuk meninjau ulang pelanggaran itu sendiri.
“Kartu kuning [peringatan] yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau/diubah,” kata IFAB, sebagaimana dilansir Reuters.
IFAB juga menekankan bahwa ketentuan ini akan dimasukkan ke dalam tinjauan rinci protokol VAR. Meskipun ada kemungkinan penggunaan klausul ini di masa depan, hal tersebut tidak akan diterapkan hingga proses tinjauan selesai.
“Penggunaan klausul identitas yang salah untuk menangani simulasi selama Piala Dunia FIFA 2026 diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan rinci protokol VAR… namun, hal itu mungkin tidak digunakan sampai tinjauan tersebut selesai,” tambahnya.
Breel Embolo dikartu merah wasit Joao Pinheiro saat Swiss menghadapi Argentina. Photo: REUTERS/Albert Gea
Perlu dicatat bahwa dalam tinjauan ulang, terlihat jelas bahwa Embolo memang benar-benar melakukan diving. Yang menjadi perhatian IFAB adalah penggunaan VAR yang kurang tepat sasaran oleh wasit Pinheiro. Meskipun demikian, mereka menegaskan bahwa penerapan VAR dalam kasus Embolo “diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan”. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan dalam penggunaan VAR berdasarkan kasus Embolo. (rda)