Main Agenda: Masih Ingat Nurhidayat Haji Haris? Eks Kapten Timnas Indonesia U-19 yang Dicoret STY karena Indisipliner
Masih Ingat Nurhidayat Haji Haris? Mantan Kapten Timnas Indonesia U-19 yang Dinonaktifkan karena Indisipliner Main Agenda - Banyak penggemar sepak bola
Masih Ingat Nurhidayat Haji Haris? Mantan Kapten Timnas Indonesia U-19 yang Dinonaktifkan karena Indisipliner
Main Agenda – Banyak penggemar sepak bola Indonesia mungkin sudah melupakannya ketika menyebut nama mantan kapten Timnas U-19, Nurhidayat Haji Haris. Meski tidak selalu menjadi sorotan utama, sosok pemain asal Makassar ini dikenang karena perannya dalam tim junior dan prestasi yang pernah diraih.
Nurhidayat, lahir pada 5 April 1999, mulai menekuni karier sepak bola sejak bergabung dengan tim PON Sulawesi Selatan pada 2015. Pada masa itu, ia menunjukkan potensi sebagai pemain yang bisa dipertahankan di level nasional. Karier profesionalnya mencakup beberapa klub, termasuk Bhayangkara FC dan PSM Makassar, di mana ia memperkuat tim dalam tiga periode di Bhayangkara serta dua kali di PSM.
Prestasi terbesarnya datang saat membawa Timnas Indonesia U-23 meraih gelar Piala AFF 2019. Keberhasilan tersebut memperkuat namanya dalam dunia sepak bola nasional. Namun, kariernya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengikuti kompetisi di Super League, Championship, hingga liga Filipina.
Kejadian terbesar yang mengubah reputasinya terjadi ketika menimpa Nurhidayat selama TC Timnas senior di Dubai. Ia dikenal telat datang latihan, tindakan yang dianggap tidak profesional oleh pelatih Shin Tae-yong. Pemainan yang terkenal tegas itu langsung memutuskan karier pemain tersebut dari timnas.
Dari kejadian itu, Nurhidayat Haji Haris tidak lagi menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Kehilangan kesempatan tampil membuatnya semakin dikenang karena keputusannya yang dinilai kurang matang. Selain itu, kehidupan pribadinya pernah menimbulkan gosip karena hubungan dengan selebgram yang berakhir cepat karena isu orang ketiga.
Biodata dan Awal Karier
Nurhidayat Haji Haris lahir di Makassar pada 5 April 1999. Ia memulai perjalanan sepak bolanya di PON Sulawesi Selatan tahun 2015, lalu melanjutkan ke level profesional. Sebagai bek, ia pernah berkostum Bhayangkara FC tiga kali dan PSM Makassar dua kali. Karier yang bersifat coba-coba ini akhirnya menarik perhatian Timnas Indonesia.
Puncak Kariernya
Berkat prestasi di level junior, Nurhidayat pernah menjajal berbagai tingkatan Timnas Indonesia, mulai dari U-19 hingga tim senior. Puncak karier tercatat saat membawa Timnas U-23 meraih kemenangan atas Thailand dalam partai final Piala AFF 2019. Penghargaan ini menjadi pengingat akan kemampuannya di lapangan.
Kejadian di Dubai menjadi puncak keputusannya sebagai pemain nasional. Shin Tae-yong, pelatih yang dikenal tegas, langsung mengambil tindakan dengan memulangkan Nurhidayat tanpa memberinya kesempatan bermain. Tindakan ini memicu perdebatan hingga saat ini, karena ia tidak lagi menjadi bagian dari timnas sejak hari itu.