Main Agenda: Tak Hanya Sepak Bola, Erick Thohir Buka Pintu Naturalisasi untuk Semua Cabang Olahraga
nda Erick Thohir Main Agenda - **Main Agenda** Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat ini adalah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari
Naturalisasi untuk Semua Cabang Olahraga Jadi Main Agenda Erick Thohir
Main Agenda –
**Main Agenda** Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat ini adalah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari berbagai cabang olahraga, bukan hanya sepak bola. Menteri Erick Thohir menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetitivitas tim nasional Indonesia di tingkat internasional. “Pemerintah terbuka untuk menerima atlet dari berbagai latar belakang, asalkan mereka memiliki komitmen kuat terhadap bangsa Indonesia,” kata Erick dalam diskusi terkini di Jakarta.
Dalam pertemuan dengan Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI, Erick Thohir menyoroti bahwa naturalisasi menjadi alat penting dalam mengisi kekosongan talenta di sejumlah cabang olahraga yang kurang berkembang. Ia mencontohkan kasus dua pemain sepak bola keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, yang telah mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia. “Main Agenda ini sejalan dengan upaya menciptakan tim yang lebih kuat dan unggul,” tambahnya.
Strategi Naturalisasi yang Fleksibel
Erick Thohir memastikan bahwa proses naturalisasi akan diatur secara fleksibel agar tidak menghambat kemampuan atlet untuk berkontribusi bagi Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa atlet yang naturalisasi benar-benar memiliki keinginan jelas untuk membela Indonesia,” jelasnya. Menurut dia, kebijakan ini tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga mencakup cabang olahraga seperti renang, bulutangkis, dan basket.
Menpora menekankan bahwa naturalisasi atlet adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mendukung pertumbuhan olahraga nasional. “Dengan merangkul atlet dari berbagai latar belakang, kami bisa memperkuat keberagaman dan inovasi dalam pembinaan olahraga,” kata Erick. Hal ini juga sejalan dengan tren global di mana negara-negara lain seperti Jepang, China, dan Amerika Serikat telah sukses memanfaatkan atlet keturunan untuk merebut medali di ajang internasional.
Kasus Internasional sebagai Referensi
Contoh nyata dari kebijakan naturalisasi yang berhasil adalah Zion Suzuki, penjaga gawang Timnas Jepang yang saat ini tampil di Piala Dunia 2026. Atlet berdarah campuran Jepang dan Ghana ini menjadi bukti bahwa naturalisasi bisa memberi manfaat besar bagi negara asalnya. “Main Agenda ini juga mengacu pada keberhasilan negara lain dalam mengoptimalkan potensi atlet lintas budaya,” ujarnya.
Di sisi lain, Erick Thohir menyebutkan bahwa China dan Amerika Serikat telah melakukan langkah serupa. Misalnya, China menggunakan Eileen Gu, ski di Olimpiade Musim Dingin dengan darah China-Amerika Serikat, sementara Amerika Serikat memiliki Rui Hachimura (pebasket NBA dengan latar belakang Jepang-Benin) dan Naomi Osaka (petenis keturunan Jepang-Haiti). “Ini membuktikan bahwa naturalisasi bukan hanya pilihan untuk sepak bola, tetapi bisa diterapkan secara universal,” terangnya.
Menpora juga menyoroti bahwa naturalisasi atlet berjalan dua arah. Banyak atlet Indonesia yang telah memilih warga negara lain setelah menemukan peluang lebih besar di luar negeri. Contohnya, Mia Audina, mantan pebulu tangkis yang sekarang menjadi warga negara Belanda dan mengharumkan nama negaranya di Olimpiade Athena 2004. “Main Agenda ini bertujuan untuk menyeimbangkan keuntungan dan kerugian dari kebijakan naturalisasi,” tuturnya.
Dengan adanya kebijakan ini, Erick Thohir berharap bisa mempercepat pembinaan olahraga di berbagai cabang. “Kami ingin semua atlet, baik lokal maupun keturunan, memiliki kesempatan sama untuk berkontribusi pada kejayaan olahraga Indonesia,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa proses naturalisasi akan dilakukan dengan transparan dan memperhatikan kriteria ketat, termasuk komitmen membela Indonesia.
Langkah naturalisasi ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah atlet yang berlaga di tingkat internasional. Erick Thohir menargetkan peningkatan signifikan dalam prestasi olahraga nasional seiring dengan kehadiran atlet dengan pengalaman dan kemampuan luar biasa. “Main Agenda kita adalah menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan kompetitif,” pungkasnya. Dengan ini, pemerintah ingin menjadi mitra strategis bagi para atlet yang ingin berkembang dan membawa kejayaan untuk Indonesia.