Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

New Policy: Iran Murka di Piala Dunia 2026! Merasa Diperlakukan Tak Adil hingga Siap Gugat FIFA

Robert Jones - faktanaya.com 3 mins baca

New Policy: Iran Protest Piala Dunia 2026 Treatment, Threaten FIFA Lawsuit Kebijakan FIFA Picu Protes Iran New Policy - Iran tengah mempersiapkan gugatan

New Policy: Iran Murka di Piala Dunia 2026! Merasa Diperlakukan Tak Adil hingga Siap Gugat FIFA

New Policy: Iran Protest Piala Dunia 2026 Treatment, Threaten FIFA Lawsuit

Kebijakan FIFA Picu Protes Iran

New Policy – Iran tengah mempersiapkan gugatan resmi terhadap FIFA setelah mengeluhkan sejumlah kebijakan baru yang dianggap merugikan Timnas mereka selama Piala Dunia 2026. New Policy yang diterapkan oleh badan sepak bola internasional tersebut memicu kekecewaan besar di antara pemain dan pelatih, karena dianggap tidak adil dan memperburuk kondisi logistik serta pemulihan tim. Kekacauan dalam pengaturan jadwal dan persiapan turnamen menjadi sorotan utama, terutama dalam beberapa pertandingan krusial yang dilalui Tim Melli.

Keluhan ini muncul setelah Iran tiba di Los Angeles hanya 24 jam sebelum pertandingan penting melawan Belgia di Grup G. Masa persiapan singkat membuat tim kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan fasilitas yang tidak memadai. Keberadaan New Policy dalam mengatur perjalanan dan penginapan tim juga dituduh sebagai penyebab ketidaknyamanan yang meluas, termasuk kesulitan para pejabat dan penggemar dalam mengakses venue.

Jadwal Ketat dan Logistik yang Buruk

Salah satu isu utama yang diangkat oleh kapten Iran, Mehdi Taremi, adalah ketidakseimbangan jadwal yang mengharuskan skuad mereka terbang ke Los Angeles dengan waktu sangat singkat. Taremi mengatakan bahwa kebijakan New Policy mengakibatkan penggemar dan anggota federasi mengalami hambatan dalam mengikuti pertandingan, sementara pemain tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan cuaca, kelelahan, atau kelebihan beban mental.

“New Policy ini membuat kami terlalu terburu-buru. Kami seperti terkurung dalam rutinitas terus-menerus, tidak punya waktu untuk beristirahat atau fokus sepenuhnya pada permainan,” ungkap Taremi, dilansir dari situs resmi sepak bola Iran. Menurutnya, situasi ini memperparah tekanan pada pemain, terutama di tengah persaingan sengit di Grup G.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, juga menyoroti kebijakan New Policy dalam menyusun jadwal pertandingan. Ia menyebutkan bahwa setelah imbang 2-2 melawan Selandia Baru, skuad langsung dipaksa kembali ke Tijuana, Meksiko, tanpa kesempatan beristirahat yang cukup. “New Policy ini memaksa kami terbang balik hanya dalam 24 jam, padahal pemain butuh waktu lebih lama untuk pemulihan fisik dan mental,” tambah Ghalenoei.

Recovery Time yang Terbatas

Logistik yang tidak teratur dan jadwal yang padat menjadi kelemahan utama selama Piala Dunia 2026. Timnas Iran, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim kuat, kini mengalami kelelahan akut akibat New Policy yang membatasi waktu pemulihan mereka. Hal ini membuat pelatih dan pemain merasa tidak adil, karena tim-tim lain memiliki fasilitas lebih baik dan penjadwalan yang lebih fleksibel.

“New Policy FIFA ini mengabaikan kebutuhan tim nasional. Kami ingin memiliki jadwal yang memberi ruang untuk permainan dan pemulihan, tapi mereka terus-menerus mengubah aturan,” jelas Ghalenoei. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga mengancam kualitas pertandingan secara keseluruhan.

Keluhan Iran terhadap New Policy telah memicu perdebatan di kalangan negara-negara peserta Piala Dunia 2026. Banyak tim lain menyebutkan bahwa situasi serupa juga terjadi, tetapi Iran menjadi yang paling terlihat menerima dampak negatifnya. Dengan kondisi yang tidak optimal, Tim Melli dianggap kurang siap untuk menghadapi laga-laga berikutnya, terutama di babak grup yang sangat kompetitif.

Respon FIFA dan Potensi Gugatan

Keluhan Iran disampaikan langsung kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat ia mengunjungi ruang ganti tim setelah pertandingan. Ghalenoei meminta respons yang lebih cepat dari FIFA, termasuk revisi terhadap New Policy yang menurutnya berdampak serius pada kinerja Timnas. “New Policy ini seharusnya mendukung tim, tapi justru menghambat kami,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan siap mengajukan gugatan formal ke FIFA. Mereka menilai kebijakan baru tersebut tidak hanya menimpa Iran, tetapi juga tidak adil terhadap tim-tim lain yang mengikuti turnamen. Gugatan ini diharapkan dapat mengubah aturan yang dianggap memihak dan memperbaiki pengalaman peserta dalam masa penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kesimpulan dan Dampak Global

Protes Iran terhadap New Policy menjadi sorotan internasional, karena menunjukkan ketidakpuasan terhadap sistem pengaturan turnamen yang seharusnya lebih terbuka. Dengan adanya gugatan ini, FIFA diingatkan untuk mengevaluasi kebijakan mereka dan memastikan bahwa semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Selain itu, New Policy juga dianggap sebagai contoh kebijakan yang perlu disempurnakan agar tidak mengganggu performa tim di tingkat internasional.

Ikut berdiskusi