Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

New Policy: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, FIFA Makin Didesak Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Tim

Robert Jones - faktanaya.com 3 mins baca

New Policy: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, FIFA Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Tim New Policy - Di tengah antusiasme global terhadap sepak bola

New Policy: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, FIFA Makin Didesak Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Tim

New Policy: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, FIFA Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Tim

New Policy – Di tengah antusiasme global terhadap sepak bola, FIFA semakin gencar mendorong perubahan New Policy yang menjanjikan peluang baru bagi Timnas Indonesia. Piala Dunia 2026 lalu berakhir dengan kemenangan Spanyol atas Argentina, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Gol Ferran Torres di menit ke-106 memutuskan pertandingan, meski La Albiceleste sempat bermain dengan 10 pemain karena Enzo Fernandez mendapat kartu merah dari wasit Slavko Vincic.

Piala Dunia 2030 menjadi sorotan baru setelah diumumkan akan digelar di Spanyol, Maroko, dan Portugal, dengan tambahan partisipasi dari Uruguay, Paraguay, serta Argentina. Hal ini memicu harapan besar bagi negara-negara yang ingin meningkatkan eksposur tim nasional mereka, termasuk Indonesia. New Policy yang diusulkan FIFA bertujuan mengembangkan sepak bola global dengan memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 64, memberi ruang lebih luas bagi tim-tim dari berbagai zona.

Detil New Policy untuk Piala Dunia 2030

Format Piala Dunia 2030 akan mengadopsi New Policy yang mengubah jumlah peserta dari 32 menjadi 64 tim. Perubahan ini dianggap penting oleh Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, yang mengatakan,

“Piala Dunia 2030 akan datang ke Uruguay, Argentina, dan Paraguay, serta di Spanyol, Maroko, dan Portugal. Ini akan menjadi ajang luar biasa bagi sepak bola, khususnya dalam mengenang momentum ke-100 tahun turnamen,”

sebagaimana dilansir Reuters.

Menurut rencana, Piala Dunia 2030 akan memperkenalkan sistem perayaan unik yang melibatkan lebih banyak negara. Selain tuan rumah utama, tiga negara CONMEBOL menjadi penyelenggara laga pembuka, sementara bagian utama turnamen diadakan di Spanyol, Portugal, dan Maroko. New Policy ini juga menargetkan pengembangan sepak bola di Afrika dan Asia, mengingat jumlah peserta 64 tim akan memberi kesempatan lebih besar bagi negara-negara yang selama ini kurang meraih perhatian.

Impak New Policy bagi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia sempat mencapai babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, meski akhirnya terhenti oleh kalah saing dengan Arab Saudi dan Irak. Dua tim tersebut lolos ke putaran final, tetapi sama-sama gugur di babak grup. Dengan New Policy yang memperluas jumlah peserta, peluang Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam Piala Dunia 2030 dianggap lebih terbuka. Sejumlah pemain muda dan penggemar sepak bola di Indonesia mulai bersiap untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Kebijakan baru ini juga menjanjikan peningkatan kualitas kompetisi kualifikasi. Dengan lebih banyak tim, fase grup akan lebih dinamis, memungkinkan Indonesia menunjukkan performa yang lebih baik. Peluang untuk menghadapi lawan yang lebih seimbang dan menguji kemampuan tim dalam situasi tekanan akan menjadi pendorong utama bagi peningkatan level persiapan Timnas. New Policy ini juga diperkirakan akan meningkatkan minat publik terhadap sepak bola nasional, terutama di tengah peningkatan eksposur internasional.

Pembahasan New Policy terus berlangsung di tingkat global, dengan dukungan dari berbagai federasi sepak bola. Meski tantangan dalam mengelola turnamen dengan 64 tim masih ada, langkah ini dianggap penting untuk memperluas basis peserta dan meningkatkan kualitas pertandingan. Dengan target ini, Timnas Indonesia punya kesempatan untuk mengikuti jejak negara-negara lain yang telah sukses dalam kompetisi kualifikasi. Jika New Policy diimplementasikan, kualifikasi Piala Dunia 2030 akan menjadi ajang uji coba yang lebih kompetitif, serta memberi ruang bagi tim-tim dari zona Asia, termasuk Indonesia, untuk berkembang lebih cepat.

Ikut berdiskusi