Digilife

Aset Kripto ‘Makin Gemuk’ di RI, Infrastruktur Keuangan Digital Memasuki Babak Baru

5f411ab6728cd-bitcoin-dan-aset-kripto_1265_711

Ekosistem Kripto Indonesia Melangkah ke Fase Institusional

Faktanaya.com – Pasar aset digital di Tanah Air tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pemegang aset kripto di dalam negeri telah menyentuh angka 22,69 juta investor. Nilai transaksi pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp28,58 triliun, seiring lonjakan harga Bitcoin secara global yang melonjak dari US$65.000 (setara Rp1,15 miliar) ke US$80.000 (setara Rp1,41 miliar) dalam satu pekan.

Peluang Strategis di Asia

Kai Hamza Pang, Kepala Eksekutif ICEx Group, menilai Indonesia berpeluang menjadi salah satu pasar kunci di kawasan Asia untuk generasi baru infrastruktur keuangan. Ia mengamati bahwa pasar aset keuangan digital domestik kian meluas dan semakin matang, sehingga ruang ekspansi ke depan jauh lebih terbuka — mencakup stablecoin, tokenized funds, hingga real-world assets.

“Meski begitu, penerapannya bukan tanpa tantangan.”

Kai menegaskan bahwa hambatan pengembangan ekosistem ini tidak semata soal teknologi. Pembangunan infrastruktur pendukung, keselarasan kerangka regulasi, serta penguatan kepercayaan institusional menjadi prasyarat agar pemanfaatan aset kripto berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Tokenisasi: Lebih dari Sekadar Teknologi

Rizky Indraprasto, Finance and Risk Management Director ICEx Group, menambahkan bahwa adopsi tokenisasi di level institusional menuntut pertimbangan melampaui aspek teknis semata.

“Pertanyaan terpenting mengenai tokenisasi bukan lagi apakah aset dapat ditempatkan secara on-chain, tetapi apakah aset tersebut dapat mencapai adopsi institusional yang nyata. Jadi, kita perlu melihat lebih jauh dari sekadar teknologi. Mulai dari likuiditas, penyelesaian transaksi, regulasi, dan distribusi, hingga kebutuhan institusi yang akan menggunakan produk tersebut.”

Tiga Kolaborasi Strategis ICEx Group

ICEx Group — yang mencakup ICEx (Indonesia Crypto Exchange), CACI (Crypto Asset Clearing International), dan ICC (International Crypto Custodian) — baru-baru ini mengumumkan tiga kemitraan strategis. Kolaborasi pertama dan kedua melibatkan ICC dengan Ceffu serta ICC dengan BitGo, sementara yang ketiga mempertemukan CACI dengan Bank Nobu. Seluruh kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur kustodian dan kliring yang memenuhi standar institusional.

Frequently Asked Questions

What is Aset Kripto Makin Gemuk di RI Infrastruktur?

Aset Kripto Makin Gemuk di RI Infrastruktur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Aset Kripto Makin Gemuk di RI Infrastruktur matter?

Aset Kripto Makin Gemuk di RI Infrastruktur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *