Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Dunia

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Nancy Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Kuala Lumpur, VIVA – Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas untuk cegah kasus kopilot selundupkan ekstasi terulang di masa depan. Langkah strategis ini

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi di Malaysia

Faktanaya.com – Kuala Lumpur, VIVA – Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas untuk cegah kasus kopilot selundupkan ekstasi terulang di masa depan. Langkah strategis ini diambil setelah seorang kopilot Malaysia Airlines (MAS) berhasil tertangkap di Indonesia dengan membawa obat-obatan terlarang dalam jumlah besar. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi otoritas penerbangan dan keamanan nasional Malaysia.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Pemerintah, menyampaikan bahwa sistem keamanan penerbangan perlu ditingkatkan secara signifikan. Saat ini, petugas yang bertugas di bandara Malaysia berasal dari kalangan polis bantuan atau polisi khusus yang merupakan relawan sipil. Penugasan polisi penuh di bandara dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur penerbangan.

“Hal-hal yang melibatkan keamanan penerbangan, perlu ditempatkan anggota Polis Diraja Malaysia, karena saat ini personel yang bertugas adalah dari kalangan polis bantuan (polisi khusus),” ujar Fahmi dalam konferensi pers daring setelah rapat kabinet. Acara tersebut disaksikan langsung dari Kuala Lumpur pada hari Rabu.

Peran Polis Bantuan dalam Keamanan Bandara

Sebelumnya, pemeriksaan barang di bandara Malaysia dilakukan oleh petugas imigrasi dengan bantuan polis bantuan. Di negara tersebut, polis bantuan merujuk pada relawan atau warga sipil yang mengenakan seragam menyerupai personel polisi. Mereka memiliki tulisan “polis bantuan” dan bertugas membantu menjaga keamanan di area publik seperti bandara, stasiun, dan tempat lainnya. Namun, keterbatasan wewenang mereka menjadi salah satu faktor yang mendorong keputusan penugasan polisi penuh.

Fahmi menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai penempatan kepolisian di dalam area bandara akan bergantung pada laporan detail yang diterima pemerintah terkait kasus kopilot tersebut. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan bahwa sistem keamanan yang baru dapat mencegah celah serupa di masa depan.

“Kita juga perlu tahu siapa saja yang kemungkinan terlibat. Yang terlibat perlu dihadapkan ke pengadilan dan beberapa tindakan menyeluruh perlu diambil untuk memastikan celah dapat ditutup segera,” jelasnya.

Detail Kasus MSO dan Investigasi Berjalan

Kasus kopilot Malaysia Airlines dengan inisial MSO saat ini sedang ditangani oleh Kepolisian Republik Indonesia. MSO tertangkap oleh Bea Cukai RI saat berusaha menyelundupkan 70.144 butir ekstasi dengan total berat 26 kilogram melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Jumlah ekstasi yang dibawa ini merupakan salah satu kasus penyelundupan narkoba terbesar dalam sejarah penerbangan Indonesia.

Sementara itu, otoritas Malaysia juga tengah menyelidiki dugaan keterlibatan staf atau petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Mereka didakwa membantu MSO membawa ekstasi keluar dari Malaysia menuju Indonesia. Investigasi ini mencakup pemeriksaan terhadap seluruh rantai logistik yang melibatkan kopilot tersebut, mulai dari proses packing hingga keberangkatan.

Fahmi Fadzil menambahkan bahwa Pemerintah Malaysia juga mendorong Malaysia Airlines untuk meninjau ulang latar belakang seluruh kru penerbangan. Selain itu, protokol pemeriksaan kesehatan bagi pilot dan kopilot juga perlu diperbaiki. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat cegah kasus kopilot selundupkan ekstasi dan jenis penyelundupan lainnya di masa mendatang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Kopilot

Berapa jumlah ekstasi yang diselundupkan kopilot Malaysia Airlines? Kopilot MSO berhasil diselundupkan 70.144 butir ekstasi dengan total berat mencapai 26 kilogram melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Apa yang akan dilakukan Malaysia Airlines terkait kasus ini? Malaysia Airlines akan meninjau ulang latar belakang seluruh kru penerbangan dan memperbaiki protokol pemeriksaan kesehatan bagi pilot dan kopilot.

Siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan ini? Selain kopilot MSO, beberapa staf atau petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) juga didakwa membantu membawa ekstasi keluar dari Malaysia.

Bagaimana peran polis bantuan dalam keamanan bandara Malaysia? Polis bantuan adalah relawan sipil yang mengenakan seragam menyerupai personel polisi dan bertugas membantu menjaga keamanan di area publik seperti bandara dan stasiun.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi [berita terbaru VIVA tentang kasus narkoba](https://www.viva.co.id/berita/dunia) secara berkala.

Ikut berdiskusi