CEO Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional
Faktanaya.com – Pemerintah Rusia resmi mengumumkan bahwa CEO Telegram Pavel Durov Masuk ke dalam daftar buronan internasional. Pengumuman ini menyusul tuduhan serius yang dilontarkan oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) bahwa pendiri aplikasi pesan tersebut terlibat dalam aktivitas terorisme. Langkah ini menandai eskalasi ketegangan antara Moskow dengan salah satu tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia.
Menurut laporan yang dilansir dari La Monde pada Minggu, 9 Agustus 2026, FSB mengklaim bahwa platform milik Durov dimanfaatkan oleh badan keamanan Ukraina untuk merekrut warga negaranya. Klaim ini didasarkan pada dugaan bahwa Telegram tidak melakukan tindakan tegas dalam menghapus bot kencan populer yang menurut mereka digunakan oleh dinas khusus Ukraina untuk operasi rahasia.
Tuduhan Perekrutan Melalui Bot Kencan
FSB menyoroti kegagalan Telegram dalam menutup bot kencan bernama Leo Match Bot. Bot tersebut telah dilarang penggunaannya di wilayah Rusia sejak beberapa waktu lalu. Melalui bot ini, agen-agen Ukraina yang menyamar sebagai perempuan muda berhasil menghubungi para calon rekrutan potensial. Metode perekrutan ini dinilai cukup efektif karena memanfaatkan platform yang sudah familiar bagi masyarakat Rusia.
Dalam pernyataannya, FSB mengungkap bahwa setidaknya 46 warga Rusia berusia antara 12 hingga 22 tahun telah ditangkap sejak Juli 2025. Mereka dituduh melakukan serangan terhadap aparat penegak hukum serta merusak infrastruktur vital sektor energi dan transportasi. Kasus-kasus ini menunjukkan pola yang konsisten dalam aktivitas yang dilakukan oleh para rekrutan tersebut.
Para agen Ukraina tersebut diduga memberikan instruksi kepada para rekrutan untuk menyerang polisi dan membakar berbagai fasilitas infrastruktur yang ada. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional Rusia.
Proses Pencarian Internasional Dimulai
FSB telah resmi memulai prosedur pencarian Durov secara global. Surat perintah pencarian internasional telah diterbitkan untuk kepala administrasi Telegram. Proses ini melibatkan koordinasi dengan berbagai negara dan lembaga penegak hukum internasional untuk memastikan Durov dapat ditemukan dan dibawa ke pengadilan.
“Surat perintah pencarian internasional telah diterbitkan… untuk kepala administrasi Telegram, P. Durov,” demikian pernyataan resmi dari FSB.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan jenis surat perintah yang dikeluarkan serta apakah negara-negara lain atau lembaga penegak hukum internasional akan menerima dan menindaklanjuti permintaan tersebut. Beberapa negara mungkin memerlukan waktu untuk mengevaluasi validitas tuduhan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Profil dan Latar Belakang Pavel Durov
Durov yang kini berusia 41 tahun merupakan seorang pengusaha teknologi asal Rusia yang telah membangun kerajaan digitalnya sendiri. Ia telah mendirikan berbagai perusahaan selama kariernya, termasuk VKontakte sebelum mendirikan Telegram. Selama bertahun-tahun, ia memilih tinggal di luar negeri dan memiliki kewarganegaraan dari Prancis serta Uni Emirat Arab.
Hubungan Durov dengan pemerintah Rusia sering kali tegang, terutama ketika Moskow mulai memperketat pengawasan terhadap internet. Meskipun demikian, Telegram tetap menjadi salah satu aplikasi komunikasi paling populer di Rusia dengan jutaan pengguna aktif setiap harinya.
Pemerintah Rusia berulang kali mencoba memblokir akses atau menghambat pertumbuhan Telegram. Upaya ini bertujuan untuk menekan Durov agar menyerahkan data pengguna serta mendorong masyarakat beralih ke aplikasi pesan alternatif yang didukung pemerintah dan tidak menggunakan enkripsi end-to-end.
Ketika dihubungi oleh Agence France-Presse (AFP), pengacara Durov menolak memberikan tanggapan. “Pavel Durov tidak ingin memberikan komentar untuk saat ini,” ujar kuasa hukum CEO Telegram tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa Durov mungkin sedang mempersiapkan strategi hukum yang komprehensif untuk menghadapi tuduhan-tuduhan yang dilontarkan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Durov
Apa tuduhan utama terhadap Pavel Durov? Tuduhan utama adalah keterlibatan dalam aktivitas terorisme melalui pemanfaatan Telegram oleh agen Ukraina untuk merekrut warga Rusia.
Berapa banyak warga Rusia yang telah ditangkap? Setidaknya 46 warga Rusia berusia antara 12 hingga 22 tahun telah ditangkap sejak Juli 2025.
Apakah Durov sudah ditangkap? Hingga saat ini, Durov masih dalam proses pencarian internasional dan belum diketahui lokasinya secara pasti.
Bagaimana posisi hukum Durov saat ini? Durov memiliki kewarganegaraan Prancis dan Uni Emirat Arab, yang memberikan perlindungan hukum tambahan dalam proses ekstradisi.

