Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Gaya Hidup

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Richard Garcia - faktanaya.com 4 mins baca

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien diabetes baru berobat saat komplikasi sudah muncul menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Datang Terlambat

Faktanaya.com – Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien diabetes baru berobat saat komplikasi sudah muncul menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Diabetes mellitus terus menjadi salah satu penyakit kronis yang memberikan tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional. Selain jumlah penyandang yang terus meningkat setiap tahunnya, persoalan lain yang menjadi perhatian serius adalah masih rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan pemeriksaan rutin setelah menerima diagnosis dari dokter.

Kondisi ini membuat risiko komplikasi semakin besar dan berdampak langsung pada kualitas hidup pasien. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa diabetes adalah penyakit progresif yang dapat merusak berbagai organ tubuh jika tidak dikelola dengan baik. Komplikasi seperti kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, penyakit jantung, hingga amputasi kaki sering kali baru terdeteksi ketika kondisi sudah cukup parah.

Dari sisi ekonomi, diabetes yang tidak terkendali juga berpotensi meningkatkan biaya layanan kesehatan sekaligus mengurangi produktivitas masyarakat, terutama pada kelompok usia kerja. Karena itu, para tenaga kesehatan menilai pengelolaan diabetes tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan, tetapi juga memerlukan edukasi, deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan pendampingan yang berkelanjutan dari tim medis.

Prevalensi dan Tantangan Kepatuhan Pasien

International Diabetes Federation (IDF) mencatat Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin modern. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes mencapai 11,7 persen pada penduduk usia 15 tahun ke atas, menjadikannya salah satu masalah kesehatan prioritas nasional.

Meski demikian, tingkat kepatuhan menjalani pengobatan dan pemeriksaan ulang masih tergolong rendah, terutama pada kelompok usia produktif. Hal tersebut disampaikan Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, Subsp. E.M.D., FINASIM. Ia menjelaskan bahwa banyak pasien yang merasa baik-baik saja setelah diagnosis dan berhenti melakukan kontrol rutin ke dokter.

Ia mengatakan, tantangan terbesar dalam penanganan diabetes justru muncul setelah pasien menerima diagnosis. Tidak sedikit pasien yang kesulitan mempertahankan kepatuhan menjalani terapi maupun menerapkan perubahan gaya hidup sehingga penyakit berkembang tanpa disadari. “Seringkali pasien datang ke rumah sakit hanya ketika sudah mengalami gejala komplikasi seperti luka yang sulit sembuh, mata kabur, atau ginjal yang mulai bermasalah,” ujarnya.

“Dalam praktik sehari-hari, kami melihat banyak pasien datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Kondisi tersebut sering terjadi karena diabetes terlambat terdeteksi atau terapi tidak dijalankan secara konsisten,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Padahal, sambung dia, kepatuhan terhadap tata laksana medis merupakan kunci untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi. “Pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support membantu memastikan pasien memperoleh pendampingan sejak deteksi dini hingga pengelolaan jangka panjang. Dengan demikian, setiap penyandang diabetes memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan kualitas hidupnya,” jelas dr. Marshell.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan diabetes tidak hanya terletak pada tingginya jumlah kasus baru. Setelah diagnosis ditegakkan, pasien membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar tetap menjalankan terapi, melakukan kontrol rutin, serta menjaga pola hidup sehat untuk menekan risiko komplikasi. Edukasi kepada keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan diabetes sejak dini.

Pentingnya Deteksi Dini dan Edukasi

Deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah secara berkala menjadi langkah krusial untuk mencegah komplikasi serius. Pasien yang rutin melakukan kontrol ke dokter akan lebih mudah mendeteksi perubahan kadar gula darah sebelum gejala muncul. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang faktor risiko diabetes seperti obesitas, riwayat keluarga, dan gaya hidup sedentari juga perlu terus digalakkan.

Dengan pendekatan yang holistik dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka pasien diabetes yang datang terlambat dapat berkurang secara signifikan. Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien berobat saat komplikasi sudah muncul ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Diabetes

Berapa kali pasien diabetes harus kontrol ke dokter? Pasien diabetes disarankan untuk melakukan kontrol rutin minimal 3-6 bulan sekali, tergantung pada kondisi dan rekomendasi dokter yang menangani.

Apa saja gejala awal diabetes yang perlu diwaspadai? Gejala awal diabetes meliputi sering haus, sering buang air kecil, kelelahan, pandangan kabur, dan luka yang sulit sembuh.

Bagaimana cara mencegah komplikasi diabetes? Cara mencegah komplikasi diabetes adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil, menerapkan pola makan sehat, berolahraga teratur, dan rutin kontrol ke dokter.

Ikut berdiskusi