Ayah Jesslyn Dipanggil Polisi Usai Atlet Golf Itu Terdeteksi ke Malaysia Sehari Pasca Dugaan Penculikan
Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait kasus yang melibatkan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay. Meskipun laporan dugaan
Ayah Jesslyn Dipanggil Polisi Usai Terdeteksi ke Malaysia
Faktanaya.com – Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait kasus yang melibatkan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay. Meskipun laporan dugaan penculikan yang awalnya disampaikan telah dicabut oleh pelapor, proses investigasi tidak serta-merta berhenti. Salah satu langkah penting yang diambil adalah memanggil ayah Jesslyn untuk memberikan keterangan lengkap mengenai peristiwa yang terjadi. Pemanggilan ini dilakukan setelah terungkap fakta menarik bahwa Jesslyn diketahui meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, tepat sehari setelah peristiwa yang dilaporkan sebagai kasus penculikan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan seorang atlet muda yang cukup dikenal di kancah golf nasional. Jesslyn Wijaya Lay merupakan salah satu atlet golf putri yang memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat internasional. Kehadirannya di Malaysia bukan tanpa alasan, mengingat hubungan keluarga dan berbagai kepentingan yang mungkin melatarbelakangi keberangkatannya. Polisi saat ini fokus untuk memastikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Detail Proses Pemanggilan dan Investigasi
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, menjelaskan secara rinci mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh pihaknya. Menurut Roby, pihaknya masih membutuhkan informasi komprehensif dari orang-orang yang ikut bepergian bersama Jesslyn selama perjalanan ke Malaysia.
Termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat.
Ungkapan tersebut disampaikan Roby pada hari Selasa, 21 Juli 2026, dalam keterangannya kepada media. Pemanggilan ayah Jesslyn merupakan bagian dari upaya polisi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai situasi yang sebenarnya. Selain ayah Jesslyn, dua anggota keluarga lainnya juga dipanggil untuk memberikan keterangan yang saling melengkapi.
Penjelasan Mengenai Pencabutan Laporan
Menurut Roby, pencabutan laporan oleh pelapor berinisial NA yang terjadi pada 19 Juli 2026 tidak serta merta menghentikan proses penyelidikan. Polisi memiliki kepentingan yang lebih luas untuk memastikan kondisi Jesslyn sekaligus menelusuri apakah benar-benar terjadi tindak pidana. Langkah ini menunjukkan profesionalisme aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan publik.
Masih belum menghentikan penyelidikan sampai dengan dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana.
Saat ini, penyidik sedang mengumpulkan berbagai keterangan dan mencocokkannya dengan fakta-fakta yang telah diperoleh selama proses penyelidikan. Salah satu bukti penting adalah data manifes penerbangan yang menunjukkan Jesslyn berangkat ke Kuala Lumpur melalui Semarang pada 14 Juli 2026 bersama dua anggota keluarganya. Data ini menjadi kunci dalam melacak pergerakan Jesslyn sejak sebelum hingga setelah peristiwa penculikan yang dilaporkan.
Latar Belakang dan Kronologi Peristiwa
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki laporan dugaan penculikan yang dialami Jesslyn Wijaya Lay. Peristiwa itu diduga terjadi saat korban menghadiri acara ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lokasi ini merupakan salah satu area yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk acara keluarga.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penculikan tersebut. Laporan ini kemudian memicu investigasi intensif untuk memastikan kebenaran dari setiap klaim yang disampaikan oleh pelapor.
Betul ada laporannya di Polres Jakpus.
Roby menyampaikan pernyataan tersebut saat dikonfirmasi pada hari Senin, 20 Juli 2026. Meskipun demikian, Roby belum bersedia membeberkan lebih jauh perkembangan penyelidikan. Saat ini, penyidik masih berupaya mencari fakta-fakta terkait peristiwa tersebut sekaligus menelusuri keberadaan korban. Proses ini melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak berwenang di Malaysia, untuk memastikan tidak ada hal yang terlewatkan dalam proses investigasi.
Kasus ini diharapkan dapat segera diselesaikan dengan tuntas agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. Jesslyn Wijaya Lay sendiri diharapkan dapat memberikan keterangan langsung jika diperlukan oleh pihak kepolisian. Dengan adanya keterbukaan dari semua pihak yang terlibat, diharapkan kasus ini dapat memberikan kejelasan bagi publik dan para pihak yang berkepentingan.