Asesmen 92 Rampung: 1.378 Sekolah Flores Terdampak Gempa
Faktanaya.com – Asesmen 92 Rampung menjadi sorotan utama setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total 1.378 unit sekolah di wilayah terdampak mengalami kerusakan fisik, dengan dampak langsung menyentuh 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan. Angka-angka tersebut menggambarkan skala kerusakan infrastruktur pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut dan menuntut respons darurat lintas sektor.
Progres Validasi Data Capai 92 Persen
Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa tim reaksi cepat di lapangan masih terus bergerak melakukan verifikasi dan validasi data kerusakan. Dalam konferensi pers resmi di Jakarta, ia menegaskan bahwa progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen, yang berarti sebagian besar informasi mengenai kondisi fisik sekolah sudah tervalidasi dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan operasional.
“Progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen. Kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori berat.” — Berton SP Panjaitan, BNPB
Menurut Berton, kategori kerusakan berat mencakup bangunan yang tidak lagi layak huni dan memerlukan renovasi total atau pembangunan ulang. Tim teknis masih menyelesaikan sisa 8 persen pendataan yang mencakup sekolah-sekolah di area terpencil dengan akses jalan terbatas dan kondisi cuaca yang menyulitkan pergerakan personel.
Skema Darurat Pembelajaran: Mayoritas Murid Belajar dari Rumah
Untuk melindungi keselamatan fisik siswa dan tenaga pendidik dari potensi gempa susulan, otoritas terkait bersama pemerintah daerah mengambil langkah pembatasan aktivitas di bangunan yang dinilai rapuh. Peta operasional kegiatan belajar mengajar di Flores kini terbagi ke dalam beberapa skema darurat yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan tiap satuan pendidikan.
Sebanyak 923 sekolah menghentikan sementara aktivitas tatap muka atau meliburkan kelas demi alasan keselamatan. Sementara itu, 171 sekolah mengalihkan sistem pembelajaran ke moda jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah. Tiga puluh lima sekolah telah mengaktifkan kegiatan belajar menggunakan fasilitas ruang kelas darurat, dan 30 sekolah dilaporkan masih dalam kondisi aman serta dapat beroperasi secara normal tanpa gangguan berarti.
Sisa 219 sekolah lainnya masih menunggu hasil penilaian kelayakan struktur bangunan dari tim teknis di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa angka operasional sekolah bersifat dinamis seiring berjalannya evaluasi kelaikan bangunan yang retak, sehingga distribusi siswa antar skema dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan hasil inspeksi terbaru.
Distribusi Tenda Darurat Kemendikdasmen
Pemerintah pusat bersama kementerian lintas sektoral dan pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan sarana darurat agar hak belajar anak-anak Flores tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana pascabencana. Distribusi gelombang awal berupa 50 unit tenda ruang kelas darurat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dijadwalkan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada Sabtu (22/8/2026), diangkut menggunakan armada kapal laut KM Dharma Rucitra 7.
Kehadiran tenda-tenda tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pada skema belajar dari rumah dan memberikan alternatif ruang belajar yang lebih aman bagi ribuan murid yang selama ini terpaksa mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing tanpa fasilitas memadai.
FAQ: Informasi Praktis untuk Masyarakat Flores
Berapa banyak sekolah yang terdampak gempa Flores? Total 1.378 unit sekolah dilaporkan mengalami kerusakan fisik, dengan dampak langsung pada 177.678 murid dan 21.166 guru serta tenaga kependidikan di seluruh wilayah terdampak.
Seberapa jauh progres asesmen kerusakan saat ini? Asesmen 92 Rampung telah dicapai, artinya 92 persen data kerusakan sudah tervalidasi oleh tim BNPB di lapangan. Sisa 8 persen masih dalam proses verifikasi, terutama di area dengan akses jalan terbatas dan medan sulit.
Kapan tenda darurat Kemendikdasmen dijadwalkan tiba? 50 unit tenda ruang kelas darurat dijadwalkan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada Sabtu (22/8/2026) melalui kapal KM Dharma Rucitra 7. Setelah tiba, tenda akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang paling membutuhkan berdasarkan prioritas kerusakan.
Bagaimana murid belajar selama sekolah belum beroperasi normal? Murid di 923 sekolah meliburkan kelas sementara, 171

