Nasional

Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik Kabareskrim hingga Kabaharkam, Ini Sosoknya

6ac11887cbd0d-karopenmas-polri-brigjen-pol-trunoyudo-wisnu_gemini_1265_711

Kapolri Lantik 27 Perwira Tinggi dalam Rangkaian Rotasi Jabatan Polri

Faktanaya.com – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia melantik sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Polri pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Acara yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, itu mencakup pengisian posisi penting di bidang reserse kriminal, pemeliharaan keamanan, intelijen keamanan, pendidikan dan pelatihan, hingga profesi dan pengamanan.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi yang juga melibatkan pejabat utama Mabes Polri serta jajaran kepala kepolisian daerah. Sejumlah posisi strategis kini ditempati oleh perwira tinggi yang mendapat amanah baru melalui rotasi dan mutasi jabatan.

Asep Safrudin Pimpin Bareskrim, Hery Herjawan Jadi Kabaharkam

Dalam susunan baru itu, Irjen Pol Asep Safrudin resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri atau Kabareskrim. Jabatan ini memiliki peran penting dalam arah penanganan perkara pidana dan koordinasi fungsi reserse di lingkungan kepolisian.

Sementara itu, Irjen Pol Hery Herjawan dilantik sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri atau Kabaharkam. Posisi Kabaharkam berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui fungsi-fungsi pemeliharaan keamanan yang dijalankan Polri.

Pergantian pejabat juga terjadi pada beberapa posisi utama lainnya. Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti mendapat amanah sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri atau Kabaintelkam. Kemudian, jabatan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri atau Kalemdiklat Polri diemban Irjen Pol Rudi Darmoko.

Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap turut dilantik sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri atau Kadivpropam. Jabatan ini berkaitan dengan pembinaan serta pengawasan aspek profesi dan pengamanan internal di tubuh kepolisian.

Bagian dari Telegram Mutasi yang Melibatkan 88 Personel

Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan tersebut merupakan kelanjutan dari surat telegram nomor 2205. Total terdapat 88 personel dalam rangkaian mutasi yang tercantum dalam telegram itu, sedangkan pejabat yang menjalani serah terima dalam agenda kali ini berasal dari unsur pejabat utama dan kapolda jajaran.

“Ini merupakan rangkaian dari surat telegram nomor 2205, ini sebanyak 88 personel. Dan saat ini yang diserahterimakan tadi adalah merupakan PJU dan para Kapolda jajaran,” kata Trunoyudo kepada wartawan setelah pelantikan.

Ia menyebut terdapat 27 perwira tinggi yang dilantik dalam kegiatan tersebut. Cakupan jabatan yang diisi tidak hanya berada pada badan dan divisi utama Polri, tetapi juga meliputi posisi Astamarena Kapolri serta Korspripim.

“Untuk dua jabatan yang dilakukan pelantikan adalah Astamarena Kapolri, ya, dan juga Korspripim. Seluruhnya ada 27 jabatan,” kata dia.

Astamarena Kapolri merupakan jabatan yang berhubungan dengan asistensi perencanaan umum dan anggaran, sedangkan Korspripim berkaitan dengan korps staf pimpinan. Keduanya termasuk bagian dari unsur pendukung kerja pimpinan Polri dalam menjalankan agenda organisasi.

Rotasi untuk Penyegaran dan Regenerasi

Perubahan penugasan di lingkungan kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi. Rotasi jabatan dapat membuka ruang penyegaran kepemimpinan, sekaligus memberi kesempatan bagi proses regenerasi di tingkat perwira tinggi.

Dalam pelaksanaannya, pergantian pejabat juga menempatkan tanggung jawab baru pada para perwira yang dilantik. Setiap posisi mempunyai bidang kerja berbeda, tetapi tetap terhubung dalam pelaksanaan tugas Polri, mulai dari penegakan hukum, pengelolaan keamanan, pembinaan sumber daya manusia, pengawasan internal, hingga perencanaan institusi.

Trunoyudo menyampaikan bahwa mutasi itu sejalan dengan komitmen Kapolri dalam menjalankan program “Polisi Bersama Masyarakat”. Program tersebut menekankan hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam pelaksanaan tugas keamanan serta pelayanan publik.

“Tujuannya adalah selain daripada internal sebagai suatu proses rotasi, mutasi untuk penyegaran, juga untuk regenerasi,” katanya.

Bagi masyarakat, perubahan komposisi pimpinan pada level pusat dapat dipahami sebagai bagian dari pengelolaan organisasi Polri. Pelantikan pejabat baru menandai dimulainya masa penugasan yang membawa tuntutan kesinambungan pelayanan, koordinasi antarunit, dan pelaksanaan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Dengan dilantiknya Asep Safrudin sebagai Kabareskrim, Hery Herjawan sebagai Kabaharkam, Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam, Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat, serta Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam, struktur pejabat utama Polri memasuki susunan baru. Sebanyak 27 jabatan dalam agenda pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk melanjutkan tugas dan program kepolisian.

Frequently Asked Questions

What is Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik Kabareskrim?

Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik Kabareskrim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik Kabareskrim matter?

Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik Kabareskrim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *