Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Mendagri Tito Sebut Kerusakan Bencana Sumatera Pada 2025 Jadi yang Terluas Sejak Indonesia Merdeka

Daniel Taylor - faktanaya.com 4 mins baca

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan pernyataan resmi mengenai bencana alam yang melanda wilayah Sumatera pada tahun 2025. Berdasarkan data yang

Mendagri Tito Sebut Kerusakan Bencana Sumatera Pada 2025 Jadi yang Terluas Sejak Indonesia Merdeka

Mendagri Tito Sebut Kerusakan Bencana Sumatera 2025

Rekaman Sejarah Bencana Terluas Sejak Indonesia Merdeka

Faktanaya.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan pernyataan resmi mengenai bencana alam yang melanda wilayah Sumatera pada tahun 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan bencana dengan cakupan terluas yang pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. Sebagai pimpinan Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana, Tito menyampaikan bahwa skala dampak yang terjadi melampaui berbagai peristiwa bencana sebelumnya dalam sejarah nasional.

Tiga provinsi menjadi wilayah yang paling terdampak secara signifikan, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir bandang yang disertai tanah longsor terjadi secara bersamaan di berbagai titik, memaksa jutaan penduduk kehilangan hunian mereka dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik menjadi tantangan besar bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Jadi inilah gambaran pada waktu bencana kita semua dan saya melihat dari data ini jujur saya merasa ini salah satu bencana yang terluas di Indonesia. Kita lihat datanya ya, itu yang displacement terjadinya pengungsian masyarakat yang berpindah terdampak karena bencana ini itu jumlahnya 2.107.941 orang, bayangkan jutaan, separuh negara Singapura nih,” ujar Tito di Kantor Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.

Analisis Dampak dan Perbandingan Historis

Tidak sekadar jumlah korban jiwa dan pengungsi yang mengesankan, luas wilayah yang terdampak juga menjadi tantangan besar dalam proses penanganan dan pemulihan. Tito menyoroti bahwa sebanyak 53 kabupaten dan kota mengalami dampak secara simultan, sebuah kondisi yang menurutnya sangat langka terjadi sejak Indonesia merdeka. Angka ini menunjukkan betapa masifnya bencana yang melanda Sumatera pada tahun 2025.

“Jumlah provinsi tiga, jarang-jarang ada bencana tiga provinsi. Jumlah kabupaten kota terdampak 53, enggak main-main nih. Pernah enggak kita ngalami 53 kabupaten kota terdampak dalam satu bencana? Kayaknya di zaman modern kayaknya hampir enggak ada ya sejak Indonesia merdeka,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi bukti bahwa bencana Sumatera 2025 memiliki karakteristik unik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mantan Kapolri ini kemudian melakukan perbandingan komprehensif dengan berbagai peristiwa bencana yang pernah ditanganinya selama berkarier panjang. Mulai dari jabatan Kapolres, Kapolda, hingga menjadi Kapolri dan Mendagri, ia mengakui belum pernah menyaksikan cakupan bencana sebesar ini. Bencana di Sumatera dinilai memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan gempa bumi, tsunami, dan longsor yang terjadi di Palu maupun kejadian di Lombok.

Tito menjelaskan bahwa meskipun pernah menangani bencana di Palu saat menjadi Kapolri dan di Lombok bersama unsur lainnya, skalanya tidak sebanding dengan yang terjadi di Sumatera kali ini. “Bagi saya sendiri pribadi sebagai mantan polisi, pernah jadi Kapolres, Kapolda, Kapolri, menjadi Menteri Dalam Negeri, jujur saya dalam karier saya belum pernah saya mengalami peristiwa bencana yang seluas ini. Pernah saya Kapolri menangani waktu gempa bumi, longsor, tsunami di Palu satu kota. Pernah di Lombok saya tangani juga waktu itu bersama dengan unsur lain tapi tidak seluas ini,” tuturnya.

Proses Pemulihan dan Bantuan Pascabencana

Pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah Sumatera. Koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menangani bencana ini. Tito menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dengan tepat waktu dan efisien.

Beberapa langkah strategis telah diambil untuk mengatasi masalah infrastruktur yang rusak parah. Pembangunan kembali jembatan, jalan, dan fasilitas umum menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan. Selain itu, program bantuan tunai dan perumahan sementara juga telah dimulai untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bencana Sumatera 2025

Berapa jumlah total pengungsi akibat bencana Sumatera 2025? Berdasarkan data resmi dari Mendagri Tito Karnavian, jumlah masyarakat yang terdampak dan harus mengungsi mencapai 2.107.941 orang.

Provinsi mana saja yang paling terdampak? Tiga provinsi yang menjadi korban utama bencana ini adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berapa banyak kabupaten dan kota yang terdampak? Sebanyak 53 kabupaten dan kota mengalami dampak secara simultan, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.

Bagaimana perbandingan dengan bencana Palu dan Lombok? Menurut Tito, meskipun ia pernah menangani bencana di Palu dan Lombok, cakupan wilayah yang terdampak di Sumatera kali ini jauh lebih luas.

Kapan pernyataan resmi Mendagri Tito disampaikan? Pernyataan resmi tersebut disampaikan pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Jakarta Pusat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai proses pemulihan bencana Sumatera, pembaca dapat mengunjungi [berita terkait di viva.co.id](https://www.viva.co.id/berita/nasional).

Ikut berdiskusi