Nasional

Polda Papua Ungkap Kondisi Dua Korban Penembakan OTK di Festival Budaya Lembah Baliem

5eb3ba9b949c2-ilustrasi-penembakan_1265_711

Polda Papua Ungkap Kondisi Dua Korban Penembakan OTK

Faktanaya.com – Polda Papua Ungkap Kondisi Dua Korban yang menjadi korban insiden penembakan saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB). Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, kedua korban yang berada di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan tersebut kini telah dinyatakan sadar setelah mendapatkan penanganan medis intensif. Kejadian ini terjadi saat para peserta dan pengunjung festival sedang menikmati berbagai pertunjukan budaya yang telah disiapkan.

Identitas Lengkap Korban dan Detail Cedera

Dua korban dalam kejadian penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) ini adalah Laode Muhammad Kojo, berusia 43 tahun, serta Salbiah, 50 tahun. Keduanya merupakan warga yang tinggal di Jalan Hom-Hom, Wamena, dan diketahui hadir untuk menyaksikan langsung jalannya festival tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua Pegunungan ini.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menjelaskan secara rinci bahwa setelah peristiwa penembakan, kedua korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Laode Muhammad Kojo diduga terkena tembakan pada lutut kanannya, sementara Salbiah mengalami luka di paha kanan dan punggung tangan kanan. Kondisi cedera keduanya dinilai tidak mengancam jiwa setelah melalui proses pengobatan.

“Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan berdasarkan laporan awal dalam kondisi sadar,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Respons Cepat Aparat dan Penghentian Festival

Cahyo memastikan bahwa aparat gabungan TNI-Polri telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi kejadian. Penanganan di lokasi kejadian dilakukan bersamaan dengan operasi pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri ke berbagai arah. Tim gabungan ini terdiri dari personel kepolisian dan militer yang berpatroli di sekitar area festival.

“Saat ini Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ucapnya.

Sebagai langkah pengamanan tambahan, penyelenggara memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem. Penghentian ini bertujuan memberikan ruang bagi aparat keamanan dalam menangani situasi serta memastikan kondisi sekitar lokasi tetap aman dan kondusif. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan keselamatan seluruh peserta dan pengunjung festival.

Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila ada warga yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, mereka diminta segera menyampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses pengungkapan.

Proses Investigasi dan Langkah Selanjutnya

Tim investigasi Polda Papua kini sedang melakukan berbagai langkah untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. Beberapa saksi mata telah dimintai keterangan untuk membantu melacak pergerakan pelaku setelah kejadian. Selain itu, tim forensik juga sedang memeriksa lokasi penembakan untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik yang dapat memperkuat proses hukum.

Keluarga kedua korban telah dimintai keterangan dan sedang dalam proses pemulihan psikologis. Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban untuk memberikan dukungan dan informasi terkini mengenai kondisi mereka. Proses hukum akan segera dijalankan setelah pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Penembakan

Kapan insiden penembakan terjadi? Insiden penembakan terjadi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Siapa saja korban yang tertembak? Korban yang tertembak adalah Laode Muhammad Kojo (43 tahun) dan Salbiah (50 tahun), keduanya warga Jalan Hom-Hom, Wamena.

Bagaimana kondisi kedua korban saat ini? Berdasarkan laporan dari Polda Papua, kedua korban telah dinyatakan sadar setelah mendapatkan penanganan medis.

Apakah festival dihentikan sepenuhnya? Festival Budaya Lembah Baliem dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi aparat keamanan dalam menangani situasi dan memastikan keamanan lokasi.

Bagaimana cara masyarakat membantu proses investigasi? Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian dapat segera menyampaikan kepada pihak kepolisian terdekat untuk membantu proses pengungkapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *