Otomotif

Pertumbuhan Mobil Listrik Terbesar Bukan Lagi di China

605d63729fcc3-ilustrasi-mobil-listrik_1265_711

Perubahan Pusat Pertumbuhan Mobil Listrik Dunia

Faktanaya.com – China yang selama bertahun-tahun menjadi pusat utama penjualan kendaraan listrik kini mengalami perlambatan. Sebaliknya, Eropa justru mencatatkan lonjakan signifikan dalam pasar EV global. Menurut data dari Benchmark Mineral Intelligence, pergeseran ini menandai era baru bagi industri otomotif listrik dunia. Fenomena ini menunjukkan bahwa dinamika pasar kendaraan ramah lingkungan sedang mengalami transformasi fundamental yang akan mengubah peta persaingan global.

Performa Eropa yang Memukau

Pada bulan Juli 2026, kawasan Eropa berhasil menjual sekitar 450 ribu kendaraan listrik. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dilihat dari akumulasi tujuh bulan pertama tahun ini, total penjualan di Eropa menyentuh angka 3 juta unit dengan pertumbuhan 28 persen. Pencapaian ini membuktikan bahwa konsumen Eropa semakin menerima teknologi kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi sehari-hari.

Beberapa negara di benua biru menunjukkan kinerja luar biasa. Prancis menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan penjualan mencapai 81 persen secara tahunan. Tingkat penetrasi kendaraan listrik di negara tersebut juga melonjak hingga 37 persen. Di sisi lain, Jerman dan Inggris masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 46 persen dan 43 persen. Kinerja kuat ini didorong oleh infrastruktur pengisian daya yang semakin berkembang dan kesadaran lingkungan yang meningkat di kalangan masyarakat Eropa.

Salah satu pendorong utama kebangkitan pasar Eropa adalah kebijakan pemerintah yang kembali mendukung kendaraan listrik. Banyak negara yang memperluas atau mengaktifkan kembali berbagai program insentif. Langkah ini bertujuan membuat harga mobil listrik lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Selain itu, regulasi emisi yang lebih ketat juga memaksa produsen otomotif untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik.

China Mengalami Penurunan

Berbeda dengan Eropa, China yang selama ini dikenal sebagai pasar EV terbesar dunia justru mencatatkan angka yang menurun. Pada Juli 2026, penjualan kendaraan listrik di negara tirai bambu mencapai sekitar 980 ribu unit. Angka ini turun 5 persen dibandingkan Juli tahun lalu dan juga mengalami penurunan 7 persen dari bulan Juni. Penurunan ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri untuk mengevaluasi strategi mereka di pasar terbesar dunia.

Kumulatif penjualan EV di China sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,9 juta unit. Menariknya, angka ini justru turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini tidak serta merta mencerminkan hilangnya minat masyarakat China terhadap mobil listrik berbasis baterai. Faktor-faktor eksternal seperti persaingan harga dan perubahan preferensi konsumen juga berperan dalam dinamika ini.

Data menunjukkan bahwa penjualan battery electric vehicle atau BEV di China sebenarnya masih tumbuh sekitar 6 persen secara tahunan. Masalah utamanya terletak pada kategori EV yang juga mencakup plug-in hybrid dan extended-range electric vehicle. Penjualan plug-in hybrid turun 21,1 persen, sementara kendaraan extended-range turun 16,5 persen. Kombinasi kedua penurunan ini menyebabkan kinerja keseluruhan pasar China menjadi negatif. Hal ini menunjukkan bahwa Pertumbuhan Mobil Listrik Terbesar Bukan lagi didominasi oleh China dalam kategori tertentu.

Gambaran Global

Dilihat dari perspektif VIVA Otomotif pada Kamis, 13 Agustus 2026, penjualan kendaraan listrik global sepanjang Juli 2026 mencapai sekitar 1,85 juta unit. Angka ini naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total penjualan sepanjang Januari-Juli mencapai 11,5 juta unit atau tumbuh 4 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik masih memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Perubahan pola pertumbuhan ini menandakan bahwa masa depan industri mobil listrik tidak lagi terpusat di satu wilayah saja. Eropa kini hadir sebagai kekuatan baru yang mampu bersaing bahkan melampaui China dalam beberapa aspek pertumbuhan pasar. Transisi energi global akan semakin dipercepat dengan adanya diversifikasi pusat pertumbuhan ini.

Frequently Asked Questions

Apa penyebab utama penurunan penjualan EV di China?

Penurunan penjualan EV di China terutama disebabkan oleh turunnya penjualan plug-in hybrid dan extended-range electric vehicle. Meskipun battery electric vehicle masih tumbuh 6 persen, penurunan kedua kategori lainnya menyebabkan kinerja keseluruhan pasar menjadi negatif.

Berapa persen pertumbuhan penjualan EV di Eropa pada Juli 2026?

Pada Juli 2026, kawasan Eropa mencatatkan kenaikan penjualan kendaraan listrik sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penjualan mencapai sekitar 450 ribu unit dalam satu bulan tersebut.

Apakah tren pertumbuhan EV di Eropa akan berkelanjutan?

Ya, tren ini diprediksi berkelanjutan berkat dukungan kebijakan pemerintah, program insentif yang diperluas, serta pengembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin masif di berbagai negara Eropa.

Bagaimana posisi China dalam pasar EV global saat ini?

Meskipun mengalami penurunan, China tetap menjadi pasar EV terbesar dunia dengan kumulatif penjualan 5,9 juta unit sepanjang Januari-Juli 2026. Pertumbuhan Mobil Listrik Terbesar Bukan lagi eksklusif milik China mengingat kinerja Eropa yang semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *