Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Religi

Profil Fatima Romani, Nenek Lamine Yamal yang Ternyata Pemeluk Agama Islam Taat Asal Maroko

Betty Smith - faktanaya.com 3 mins baca

Siapa sebenarnya sosok di balik kesuksesan Lamine Yamal? Profil Fatima Romani Nenek Lamine Yamal kini semakin menarik perhatian publik. Sang legenda muda

Profil Fatima Romani, Nenek Lamine Yamal yang Ternyata Pemeluk Agama Islam Taat Asal Maroko

Profil Fatima Romani Nenek Lamine Yamal: Kisah Inspiratif dari Maroko

Faktanaya.com – Siapa sebenarnya sosok di balik kesuksesan Lamine Yamal? Profil Fatima Romani Nenek Lamine Yamal kini semakin menarik perhatian publik. Sang legenda muda sepak bola Spanyol tidak pernah lupa mengakui peran penting neneknya dalam membentuk karakter dan karier gemilangnya. Fatima Romani bukan sekadar nenek biasa, melainkan sosok yang menjadi fondasi spiritual dan emosional bagi sang cucu.

Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang telah membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026, sering kali menyebut Fatima Romani sebagai sosok paling berpengaruh dalam hidupnya. Sejak kecil, sang wonderkid lebih banyak diasuh oleh neneknya karena kedua orang tuanya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di kawasan Rocafonda, Spanyol, Lamine tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan oleh Fatima Romani.

Kebiasaan religius ini menjadi ciri khas Lamine Yamal hingga ia dewasa. Setiap kali menghadapi pertandingan penting, sang pemain muda selalu tidak lupa berdoa terlebih dahulu. Setelah laga berakhir, ia kerap bersujud atau bersimpuh sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang diraih. Sikap rendah hati ini jelas merupakan warisan dari pendidikan neneknya.

Perjalanan Hidup Fatima Romani dari Maroko ke Eropa

Fatima Romani lahir di Larache, sebuah kota yang terletak di bagian utara Maroko. Ia adalah ibu dari Mounir Nasraoui, ayah kandung Lamine Yamal. Sebagai seorang Muslim yang taat, Fatima memiliki lima orang anak. Namun, demi mencari kehidupan yang lebih baik, ia memutuskan untuk meninggalkan buah hatinya di tanah air dan pergi ke Spanyol.

Perempuan berusia 73 tahun tersebut melakukan perjalanan dengan naik bus dari kampung halamannya. Tanpa banyak diketahui orang, ia masuk ke wilayah Algeciras dan Granada sebelum akhirnya menetap di Mataro, Katalunya. Keputusan ini bukan tanpa risiko, namun Fatima yakin bahwa masa depan anak-anaknya akan lebih cerah di benua Eropa.

Fatima bekerja keras dari pagi hingga malam hari. Satu-satunya tujuan adalah mengumpulkan cukup uang agar anak-anaknya bisa menyusulnya ke Spanyol. Namun, caranya cukup unik. Ketika tabungan sudah mencukupi, ia membayar seorang wanita untuk membawa Mounir yang saat itu baru berusia tiga tahun ke Spanyol. Proses ini berulang hingga semua anaknya berhasil bergabung bersama sang ibu.

Pengaruh Fatima Romani dalam Kehidupan Lamine Yamal

Seiring berjalannya waktu, Mounir Nasraoui menikah dengan Sheila Ebana, seorang imigran lainnya. Pernikahan mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Lamine Yamal. Karena kedua orang tua Lamine Yamal sama-sama sibuk bekerja, mereka akhirnya sepakat untuk berpisah. Sejak saat itu, sang cucu dibesarkan oleh neneknya yang dikenal sebagai seorang Muslim taat.

Tidak hanya merawat, Fatima Romani juga mengajarkan nilai-nilai agama kepada Lamine Yamal. Salah satu ajaran yang masih terus diamalkan sang cucu adalah membaca Al-Fatihah sebelum setiap pertandingan dimulai. Lamine Yamal bahkan sering menceritakan kisah perjalanan neneknya saat dirinya menjadi tamu undangan di berbagai podcast di Spanyol.

Kisah inspiratif ini membuat banyak orang terharu. Fatima Romani membuktikan bahwa keteguhan iman dan kerja keras dapat membawa perubahan besar dalam hidup. Ia tidak hanya berhasil membawa anak-anaknya ke Spanyol, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai keislaman tetap terjaga hingga generasi berikutnya.

“Lamine Yamal selalu berdoa sebelum bertanding. Bahkan selepas laga, ia sering bersujud ataupun bersimpuh untuk memanjatkan rasa syukur.”

Foto: Lamine Yamal bersama neneknya Fatima Romani | Sumber: Instagram @hustle_hard_304

Ikut berdiskusi