Momen Haru Oki Setiana Dewi di Mesir: Pelukan dan Ayat untuk Mahasiswa yang Hampir Menyerah
Faktanaya.com – Dalam percakapan bersama Ivan Gunawan di sebuah podcast, Oki Setiana Dewi membuka cerita tentang pengalaman yang mengubah arah pendidikannya. Ia mengungkapkan bahwa selama menempuh studi di luar negeri, ia kerap berhadapan dengan orang-orang yang sedang dilanda beban hidup begitu berat hingga harapan untuk terus bertahan mulai memudar.
“Dan dan satu lagi aku mau ngasih tahu kita tuh ternyata di di mana-mana lah ya itu kita tuh banyak banget punya masalah-masalah yang ya terlalu berat ya ujian kehidupan sehingga menyebabkan banyak banget yang mau berakhir hidup.”
Pernyataan tersebut dikutip dari kanal YouTube C8 Podcast pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kehadiran yang Tak Terduga di Tanah Mesir
Oki menjelaskan bahwa keberadaannya di Mesir, yang semula bertujuan untuk menuntut ilmu, justru membawanya pada peran yang tidak ia duga. Orang-orang yang sedang berada di titik terendah kehidupan mereka datang kepadanya, seolah mencari satu tempat untuk meluapkan rasa sakit yang tak tertahankan.
“Aku gak tahu kenapa Allah kirim aku ke Mesir, tapi ketika aku di Mesir, orang-orang yang mau seperti itu datang ke aku.”
Pelukan Dua Jam di Kamar Seorang Mahasiswa
Salah satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatannya terjadi ketika ia dipanggil secara mendadak untuk menemui seorang mahasiswa yang kondisinya sudah sangat kritis. Sesampainya di kamar, mahasiswa itu berada dalam keadaan yang membuat Oki merasa tak berdaya secara intelektual.
“Jadi pernahlah ayo mereka manggil Uma kan. Uma ayo datang ada yang sakit. Ketika aku datang ke kamarnya udah dalam kondisi mau begitu aku cuman bisa peluk. Aku cuman bisa peluk terus aku peluk terus aku bacain ayat sampai 2 jam. Terus aku ngerasa enggak benar nih cara aku gitu. Akhirnya akhirnya singkat cerita beliau dibawa ke rumah sakit lah dan banyak kisah-kisah lainnya.”
Dua jam penuh ia hanya mampu memeluk dan membacakan ayat-ayat suci. Setelah itu, mahasiswa tersebut akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pengalaman itu meninggalkan bekas yang dalam pada diri Oki.
Keputusan untuk Mendalami Psikoterapi
Kesadaran bahwa ia tidak memiliki bekal cukup untuk menolong orang di hadapannya mendorong Oki mengambil langkah konkret. Meski saat itu masih menempuh program S1 di Al-Azhar, ia memutuskan untuk mendaftar kembali pada jenjang S2 di bidang psikoterapi.
“Jadi aku sekarang memang lagi ambil S1 di Azhar, tapi aku sudah daftar lagi nih S2 untuk psikoterapi. Jadi aku enggak tahu kenapa, jadi kayak Allah kirimkan aku, aku ngerasa aku enggak punya ilmu ketika di depan mataku ada orang yang mau begitu. Jadi aku harus belajar lagi.”
Bagi Oki, pengalaman di Mesir bukan sekadar episode perjalanan akademik. Ia menjadi titik balik yang menegaskan bahwa menolong orang dalam krisis membutuhkan ilmu yang lebih terstruktur, bukan hanya niat baik semata.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Cerita Oki Setiana Dewi Pernah Selamatkan?
Cerita Oki Setiana Dewi Pernah Selamatkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Cerita Oki Setiana Dewi Pernah Selamatkan matter?
Cerita Oki Setiana Dewi Pernah Selamatkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

